30 C
Yogyakarta
Sabtu, Juli 4, 2020

Diskusi PSBPS UMS Bahas Krisis Lokal dan Global

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Bantuan FKIP Unismuh untuk Masyarakat Terdampak Banjir Luwu Utara

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten...

Kolaborasi dengan BEM, FAI UMY Bantu Mahasiswa Terdampak Pandemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan bantuan donasi kepada mahasiswa terdampak pandemi Covid-19.  Wakil Dekan II...

Nelayan Aceh, Pahlawan Kemanusiaan

LHOKSEUMAWE, Suara Muhammadiyah - Dunia kembali dihebohkan dengan peristiwa para nelayan yang membantu para pengungsi ditengah lautan bebas. Kejadian ini terjadi pada...

Unismuh Makassar Golkan Muhammadiyah Boarding School Laboratory

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Unismuh Makassar bakal golkan Muhammadiyah Boarding School Makassar (MBSM) Laboratory School. Rencana tersebut telah dibicarakan...

AMM Kabupaten Tegal Bertandang ke DPRD, Nyatakan Sikap RUU HIP

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Tegal , menyikapi RUU HIP dengan cara datangi ke kantor DPRD Kab Tegal ajak...
- Advertisement -

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial – Universitas Muhammadiyah Surakarta (PSBPS UMS) menggelar diskusi rutin atau Kolokium bertajuk How to Assess and Respond to Contemporary Global (and Local) Crisis di ruang sidang Rektorat UMS, Selasa (27/8).

Diskusi kali ini mengundang Ted Mayer seorang antropolog berkebangsaan Amerika Serikat yang juga Direktur Akademik Institute for Transformative Learning, International Network of Engaged Buddhists (INEB) berbasis di Bangkok, Thailand.

Diskusi dibuka oleh Direktur Eksekutif PSBPS UMS, Yayah Khisbiyah, dengan memperkenalkan INEB yang berbasis di Thailand sebagai salah satu “sahabat” Muhammadiyah dalam International Forum for Buddhist-Muslim Relations atau dikenal sebagai Buddhis-Muslim Forum (BMF). Forum ini dibentuk pada summit 2015 di Yogyakarta dan Candi Borobudur yang diadakan oleh WALUBI dan Majelis Ulama Indonesia bekerjasama dengan PP Muhammadiyah.

Ada 2 organisasi internasional lain yang mendirikan dan menjadi anggota inti BMF, yaitu JUST Movement yang diketuai oleh Prof. Chandra Muzaffar di Malaysia, dan Religions for Peace (RfP) yang terafiliasi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Yayah Khisbiyah menegaskan perlunya memperbanyak forum dan pergaulan antar-kelompok dan antar-bangsa untuk melahirkan kerjasama multicultural.

Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan persaudaraan sesama warga bangsa maupun lintas peradaban. Kerjasama ini diperlukan untuk mengatasi berbagai krisis di tingkat lokal, nasional dan global, karena persoalan-persoalan yang mengncam kemanusiaan hanya bisa ditanggulangi secara utuh bersama-sama oleh warga planet bumi yang hanya satu.

Diskusi dihadiri sejumlah mahasiswa, aktivis organisasi kemahasiswaan, dan pegiat pusat studi dan LSM di kota Solo. Menurut Ted Mayer, dalam membuat rencana untuk kehidupan pribadi dan profesional, baik sendiri maupun bersama. “Kita perlu menyadari bahwa momen kontemporer dalam sejarah manusia dan dunia dicirikan oleh krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya.

Ted Mayer, melalui sponsor INEB, juga telah mendesain kursus atau pembelajaran yang berupaya untuk merespo kirisis tersebut. Kursus tersebut dinamakan School of English for Engaged Social Service. Kurikulum yang didesain bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap krisis mendorong kepercayaan diri dan kepemimpinan dari masing-masing individu, dan mendukung masing-masing orang untuk menentukan tujuan praktis untuk diri dan komunitas mereka juga untuk dunia.

Ketua panitia pelaksana diskusi, Arief Maulana, menuturkan bahwa diskusi seperti ini memang telah rutin dilakukan oleh PSBPS. Kedepan, tema diskusi akan diarahkan untuk turut serta menyongsong Muktamar Muhammadiyah 2020 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta. (Riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles