21.8 C
Yogyakarta
Senin, Juli 13, 2020

FGD IMM tentang Papua dan Paradigma Keadilan Sosial

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

AS Berikan Sanksi pada Anggota Partai Komunis China terkait Penahanan Muslim Uighur

Suara Muhammadiyah – Amerika Serikat pada Kamis (9/7) telah memberlakukan sanksi terhadap salah seorang politisi China, Chen Quangguo, beserta tiga pejabat senior...

Disambut Haru Keluarga, UMY Umumkan Penerima Beasiswa Dokter Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengumumkan penerima Beasiswa Dokter Muhammadiyah. Pengumuman disampaikan Rektor UMY Dr Gunawan Budiyanto, MP...

Spirit Baru Suara ‘Aisyiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rentang perjalanan yang sangat panjang Aisyiyah bersama Suara Aisyiyah telah menunjukkan jati dirinya sebagai gerakan perempuan Islam...

Idul Adha ala Muhammadiyah di Masa Pandemi Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan Pengajian Umum via Zoom bertema “Idul Adha di Masa Pandemi Covid-19” pada 10 Juli 2020. Pengajian...

Turki Resmi Kembalikan Hagia Sophia sebagai Masjid

ANKARA, Suara Muhammadiyah – Turki telah resmi memutuskan untuk mengembalikan Hagia Sophia, salah satu museum bersejarah di Istanbul Turki, sebagai masjid.
- Advertisement -

JAKARTA, Suara Muhammadiyah-Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mengadakan Focus Group Discussion tentang Papua dan paradigma keadilan sosial, pada Selasa, 27 Agustus 2019. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta itu menguraikan tentang problem keadilan di Papua, yang penyelesaiannya membutuhkan perhatian dari multidimensi. Salah satu pendekatannya adalah melalui upaya pemajuan pendidikan.

“Papua secara sah, bagian dari NKRI. Namun demikian, jeritan suara mereka sering terdengar hingga ibu kota. Mereka menyuarakan keadilan, yang dinilai tidak kunjung terwujud di papua. Meminjam istilah Presiden Jokowi, pembangunan baru sebatas Jawa sentris, maka dengan itu beliau bertekan untuk pembangunan bagi seluruh wilayah Indonesia,” tutur Ketua Umum DPP IMM Najih Prastiyo.

Menurutnya, keadilan sosial dan kesejahteraan menjadi mimpi dan idaman warga Papua. Mereka menghendaki kehidupan yang layak, sebagaimana kehidupan warga negara lainnya. Begitu juga dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, tidak ada lagi diskriminasi ras dan suku, tidak ada lagi marginalisasi pembangunan, dan tidak ada lagi warga yang terusik kewarganegaraannya.

“Keadilan sosial dan kesejahteraan di Papua, sejatinya dapat terwujud dimulai dari kualitas pendidikan. Dengan melakukan pendekatan kultural, dialog dengan kepala suku dan adat untuk bersama-sama berkomitmen memajukan pendidikan di Papua,” ulas Najih.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, ungkap Najih, sering berkunjung ke Papua untuk memastikan pendidikan dapat dinikmati oleh setiap anak usia sekolah. Mendikbud juga memastikan segala infrastruktur yang menunjang pendidikan di Papua terus di tingkatkan. Karena dalam program pendidikan, skala prioritas pembangunan pendidikan di wilayah 3 T, sebagaimana Papua dan Papua Barat.

Angka Partisipasi Kasar, kata Najih, juga terus mengalami peningkatan. Anak usia sekolah semakin sadar akan pendidikan disana. Ini bukti, bahwa prioritas pemajuan pendidikan disana disambut dengan baik. Apresiasi setinggi-tingginya kepada mendikbud yang berkomitmen memajukan Pendidikan di Papua.

“Pada periode kedua Presiden Jokowi dan Makruf Amin, penguatan SDM menjadi prioritas. Prof Muhadjir telah bekerja secara maksimal dan membuahkan hasil. Semoga di periode kedua presiden, kualitas pendidikan di 3 T dapat terselesaikan dengan baik,” pungkasnya. (dppimm/rib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles