21.3 C
Yogyakarta
Senin, Juli 13, 2020

Manajemen Dakwah Muhammadiyah

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

AS Berikan Sanksi pada Anggota Partai Komunis China terkait Penahanan Muslim Uighur

Suara Muhammadiyah – Amerika Serikat pada Kamis (9/7) telah memberlakukan sanksi terhadap salah seorang politisi China, Chen Quangguo, beserta tiga pejabat senior...

Disambut Haru Keluarga, UMY Umumkan Penerima Beasiswa Dokter Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengumumkan penerima Beasiswa Dokter Muhammadiyah. Pengumuman disampaikan Rektor UMY Dr Gunawan Budiyanto, MP...

Spirit Baru Suara ‘Aisyiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rentang perjalanan yang sangat panjang Aisyiyah bersama Suara Aisyiyah telah menunjukkan jati dirinya sebagai gerakan perempuan Islam...

Idul Adha ala Muhammadiyah di Masa Pandemi Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan Pengajian Umum via Zoom bertema “Idul Adha di Masa Pandemi Covid-19” pada 10 Juli 2020. Pengajian...

Turki Resmi Kembalikan Hagia Sophia sebagai Masjid

ANKARA, Suara Muhammadiyah – Turki telah resmi memutuskan untuk mengembalikan Hagia Sophia, salah satu museum bersejarah di Istanbul Turki, sebagai masjid.
- Advertisement -

Judul Buku : Manajemen Dakwah Muhammadiyah

Penulis        : H.A Rosyad Sholeh

Tebal           : xviii, 302 halaman

Ukuran        : 14,5 x 20,5 cm

Cetakan      : Juni  2017

Penerbit     : Suara Muhammadiyah

 

Memasuki abad kedua Muhammadiyah, tugas dakwah Muhammadiyah sangatlah berat, terlebih lagi menghadapi kompleksitas permasalahan dalam era globalisasi. Muhammadiyah dituntut melakukan upaya-upaya pemodernan dan profesionalisme pengelolaan dakwah. Tentu saja hal ini bukan merupakan tugas ringan, karena kalau berbicara profesionalisme pengelolaan dakwah, mau tidak mau, Muhammadiyah harus menjalankan prinsip-prinsip manajerial dalam pengelolaan dakwah.

Untuk menghadapi masalah-masalah dakwah yang semakin berat dan meningkat ini, penyelenggaraan dakwah tidak mungkin dapat dilakukan secara individual atau sambil lalu saja. Tetapi harus diselenggarakan melalui pola bekerjasama dalam kesatuan-kesatuan yang teratur rapi, dengan terlebih dahulu dipersiapkan dan direncanakan secara masak serta mempergunakan sitem kerja yang efektif dan efisien.

Dengan kata lain dalam menghadapi dinamika masyarakat dakwah yang sangat kompleks, dengan problemnya yang kompleks pula, penyelenggaraan dakwah yang dilakukan oleh Muhammadiyah dapat berjalan secara efektif dan efisien, apabila: terlebih dahulu diidentifikasi dan diantisipasi masalah-masalah yang muncul di masa mendatang. Kemudian atas dasar hasil pengenalan situasi dan kondisi medan, disusunlah rencana dakwah yang tepat. Selanjutnya untuk melaksanakan rencana yang telah disusun itu dipersiapkan pula pelaksana yang memiliki kemampuan yang sepadan serta mereka diatur dan diorganisir dalam kesatuan-kesatuan yang seimbang dengan luasnya usaha dakwah yang akan dilakukan. Mereka yang telah diatur dan diorganisir dalam kesatuan-kesatuan itu digerakkan dan diarahkan pada tindakan dakwah atau tujuan dakwah yang dikehendaki. Akhirnya tindakan-tindakan dakwah yang dilakukan itu diteliti dan dinilai apakah sudah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan atau sebaliknya telah terjadi distorsi.

Kemampuan untuk mengidentifikasikan masalah,kemudian menyusun rencana yang tepat, mengatur dan mengorganisir para pelaksana dakwah dalam kesatuan-kesatuan tertentu, selanjutnya menggerakkan dan mengarahkannya pada sasaran-sasran atau tujuan-tujuan yang dikehendaki, begitu pula kemampuan untuk mengawasi atau mengendalikan tindakan-tindakan dakwah, dapatlah disebut dengan satu istilah “Manajemen”.

Buku ini, sebagaimana dikatakan pak Rosyad bukan buku yang utuh, melainkan kumpulan makalah dalam beberapa even muktamar, tanwir dan seminar serta tulisan rutin penulis di majalah Suara Muhammadiyah. Namun demikian, ide-ide yang terdapat dalam buku ini dapat ditangkap dan diimplementasikan dalam pengelolaan persyarikatan dari pusat sampai Ranting Muhammadiyah.

Membaca buku ini, sebagaimana dikatakan buya Syafii Maarif dalam kata pengantarnya, semakin membuka cakrawala kita selaku watga dan pengurus Muhammadiyah, bahwa untuk mengusung organisasi yang kita cintai ini, sekarang dan yang akan datang, penerapan prinsip-prinsip manajerial dalam pengelolaan persyarikatan tidak bisa ditinggalkan. (Imron Nasri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles