26.5 C
Yogyakarta
Sabtu, Juli 4, 2020

Masa P2K, UAD Sambut 69 Mahasiswa Asing dari 10 Negara

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Bantuan FKIP Unismuh untuk Masyarakat Terdampak Banjir Luwu Utara

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten...

Kolaborasi dengan BEM, FAI UMY Bantu Mahasiswa Terdampak Pandemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan bantuan donasi kepada mahasiswa terdampak pandemi Covid-19.  Wakil Dekan II...

Nelayan Aceh, Pahlawan Kemanusiaan

LHOKSEUMAWE, Suara Muhammadiyah - Dunia kembali dihebohkan dengan peristiwa para nelayan yang membantu para pengungsi ditengah lautan bebas. Kejadian ini terjadi pada...

Unismuh Makassar Golkan Muhammadiyah Boarding School Laboratory

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Unismuh Makassar bakal golkan Muhammadiyah Boarding School Makassar (MBSM) Laboratory School. Rencana tersebut telah dibicarakan...

AMM Kabupaten Tegal Bertandang ke DPRD, Nyatakan Sikap RUU HIP

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Tegal , menyikapi RUU HIP dengan cara datangi ke kantor DPRD Kab Tegal ajak...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Menyambut tahun ajaran baru, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Program Pengenalan Kampus (P2K) yang diikuti oleh 7279 mahasiswa baru. Sejumlah 69 mahasiswa baru di antaranya merupakan mahasiswa asing yang berasal dari berbagai negara. Yaitu Tiongkok, Malaysia, Palestina, Bangladesh, Madagaskar, Hungaria, Laos, Belgia, Thailand dan Vietnam.

Pembukaan P2K yang pada Senin, (2/9) di UAD Kampus IV dilakukan secara serempak dalam 1 tahap secara terpisah di masing-masing kampus sesuai dengan fakultas. Mengangkat Tema ‘Insan Berprestasi’, Rektor UAD Kasiyarno menanggapi bahwa untuk mewujudkan generasi yang unggul tidak hanya cukup dengan berilmu saja, namun juga berislam.

“Nilai Islam harus menjadi pegangan di kehidupan,” tukasnya.

uad p2k 2

Selain ilmu dan agama, Kasiyarno juga menggarisbawahi bagaimana keduanya membutuhkan kecakapan serta kemampuan lain seperti kreatifitas serta kemampuan dalam berinovasi. Apalagi dengan melihat era digital saat ini yang membutuhkan insan-insan yang kompetitif.

“Kehidupan di era digital sangat kompetitif. Kalau tidak dibekali kreatifitas dan kemampuan untuk berinovasi, tidak akan bersaing,” lanjutnya.

Mewujudkan hal ini, UAD sejak lama sudah merintis berbagai kemitraan dengan banyak pihak terhasik dengan universitas serta lembaga di luar negeri. Hal ini menjadi salah satu strategi UAD untuk menghadapi dunia pendidikan tinggi yang kian kompetitif. Salah satunya, dengan menghadirkan iklim internasional di kampus-kampus UAD melalui pertukaran pelajar dan dosen yang telah berjalan sejak lama. Belakangan kerjasama UAD juga telah merambah ke sejumlah universitas di daratan Eropa, Asia Selatan juga Asia Barat. (Th)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles