31 C
Yogyakarta
Rabu, Agustus 5, 2020

PKU Muh Argomulyo Cangkringan Gelar Simulasi Antisipasi Letusan Merapi

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

PP Muhammadiyah Himbau Dunia Islam Bangun Solidaritas untuk Lebanon

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka dan simpati yang mendalam atas musibah ledakan dahsyat yang terjadi di Lebanon pada Selasa (4/8)....

Baitul Arqam Era Pandemi, MPK Tunjuk Uhamka sebagai Pilot Project

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Baitul Arqam 1 Mahasiswa merupakan agenda akademik Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA yang diselenggarakan bagi mahasiswa baru. Majelis...

Terjadi Ledakan Besar di Beirut, WNI Terpantau Aman

BEIRUT, Suara Muhammadiyah -  Ledakan sangat besar yang telah kami laporkan terdahulu terjadi di Port of Beirut, Selasa (4/8) pukul 18.02 waktu...

Haedar Nashir: Revitalisasi Pancasila Jangan Sampai Mengulang Tragedi Masa Lalu

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ada dua peristiwa yang membuat kita kembali mempertanyakan Pancasila: (1) pro-kontra Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila, dan (2) Pancasila di...

MDMC Luwu Kembali Salurkan Bantuan, Tim Relawan Banjir Bandang Tetap Siaga

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Manajemen Center) atau Satgas Bencana Muhammadiyah Kabupaten Luwu tiba di Masamba, Kabupaten Luwu Utara di...
- Advertisement -

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pagi itu, Ahad 29 september 2019 kondisi gunung Merapi terjadi luncuran lahar sepanjang 8 Km, desa Argomulyo yang menjadi penyangga desa Glagaharjo Cangkringan apabila terjadi kondisi darurat.

PKU Muhammadiyah Cangkringan bertugas membantu menyediakan layanan dan menampung korban disiagakan, dan kemudian dibentuk pos Kordinasi MDMC yang berada di PKU untuk merespon secara cepat kondisi Merapi yang masuk Level Siaga. Mengharuskan kelompok rentan untuk segera diungsikan ke wilayah aman.

Dikarenakan kondisi lapangan, maka timbul berbagai peristiwa diantaranya kecelakaan akibat panik dan juga korban karena awan panas Merapi, hal ini kemudian direspon oleh PKU Cangkringan yang berkoordinasi dengan MDMC dan mengundang dari Kedokteran UMY untuk bersinergi menanggulangi kejadian kali ini.

Itulah yang tergambar dalam simulasi dan gladi Lapangan penanganan korban di klinik PKU Muhammadiyah Cangkringan kali ini.

Bencana alam tersebut bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, baik di daratan maupun di lautan sehingga menyebabkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, dan kerugian harta benda, melihat kondisi alam seperti ini, mestinya masyarakat memahami bencana yang mengancam sehingga bisa melakukan langkah-langkah mitigasi yang hal ini bisa ditempuh dengan simulasi peragaan bencana.

Ditegaskan oleh Budi Santoso, Kepala Divisi Pengurangan Risiko Bencana LPB Muhammadiyah (MDMC), acara simulasi kali ini bertujuan untuk untuk menguji keterampilan penanganan korban massal dengan koordinasi semua pihak yang terlibat.

Acara ini sukses dilaksanakan terbukti koordinasi semua stake holder yang terlibat optimal.

DR dr Arlina Dewi MKes selaku Kaprodi MMR FK UMY menyampaikan harapannya agar gladi resik ini untuk menjadi pembelajaran bersama untuk bisa lebih siap dalam menghadapi bencana yang riil terjadi. “Terutama untuk para mahasiswa kami yang nanti akan berinteraksi langsung dengan berbagai kondisi darurat,” ungkap Arlina.

Kegiatan ini berlangsung berkat kerjasama antara Magister Manajemen Rumah Sakit Fakultas Kedokteran UMY, PKU Muhammadiyah Cangkringan dan semua komponen yang sangat aktif, PRB Argomulyo dan masyarakat sekitar TNI Polri, LPB Sleman dan Cangkringan dengan didukung penuh oleh masyarakat setempat. (Riz)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles