31 C
Yogyakarta
Jumat, Agustus 14, 2020

Basis Penanaman Islam Berkemajuan Dimulai dari TK ABA

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Dosen UMY Lakukan Pendampingan Manajemen Infaq Masjid

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Pengabdian Masyarakat merupakan implemetasi catur dharma perguruan tinggi. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah...

Uji Sertifikasi Kompetensi untuk Penyunting Naskah atau Editor

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Penulisan buku non fiksi, Penyunting Naskah/Editor, Penyunting Substantif kerjasama Program Studi Magister Pendidikan IPS,...

Pengabdian Masyarakat, Dosen FEB UMY Suburkan KWT Amanah ‘Aisyiyah Bausasran

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Isthofaina Astuty bersama dengan Meika Kurnia Pudji RDA, dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas...

Peran Penting Pemasaran Ritel Perspektif Akademisi Internasional dan Praktisi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Guna menambah wawasan dan pengalaman praktis mahasiswa, International Program of Management and Business (IMaBs), prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah...

Pimpinan Madrasah Mu’allimin dan PUTM Lepas Kader Pengabdian di Sumpur Kudus

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Bertempat di Masjid Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, 14 Agustus 2020, pimpinan Madrasah Muallimin dan Pendidikan Ulama...
- Advertisement -

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Telah mengadakan Launching Kajian Intensif Ideologi Muhammadiyah bagi Kepala TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal se-Daerah Istimewa Yogyakarta, di gedung Auditorium B Universitas ‘Aisyiyah, Jum’at (4/10).

Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dra Noordjanah Dhojantini, MM, MSi selaku pemateri dalam acara launching kajian ini, menuturkan bagaimana mungkin jika sebuah Majelis atau pimpinan tidak tau persis apa yang dimiliki, dikelola dan apa yang menjadi potensi dan kekuatan yang dimiliki kader. Dalam hal ini TK‘Aisyiyah Bustanut Atfhal.

Menurutnya hal tersebut ada hubungannya dengan konteks ideologi dan gerakan ‘Aisyiyah yang harus melakukan peneguhan ideologi dengan keberadaban.

Sebagai penerus organisasi ‘Aisyiyah – Muhammadiyah, katanya, sudah seharusnya memahami sejarah. Perlu ada penyegaran kembali tentang bagaimana posisi keberadaan di ‘Aisyiyah maupun Muhammadiyah dalam konteks ideologinya.

Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, tutur Noordjannah, memiliki pandangan tentang kehidupan dan nilai-nilainya yang dibangun atas dasar nilai utama yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. “Strategi, cara dan implementasi bisa saja berbeda pendekatannya akan tetapi Muhammadiyah punya cara pandang tersendiri dan telah banyak pandangan dasar yg menjadi rumusan-rumusan ideologi,” tuturnya.

Noordjanah kembali menyeru kepada peserta mengenai kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani saat hadir memberikan orasi ilmiah di Universitas ‘Aisyiyah yang mengatakan bahwa ‘Aisyiyah – Muhammadiyah adalah ibu dari negeri.

“Kalau saja masyarakat luar, para pejabat, para tokoh yang lain, tokoh agama yang lain, tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan yang lain tau tentang ‘Aisyiyah tentu sudah seharusnya kita sendiri yang ada di dalam organisasi ini jauh lebih memahami tentang ‘Aisyiyah,” ungkapnya.

Konteks ideelogisasi di TK, lanjutnya, maka Muhammadiyah sudah mempunyai pandangan keislaman yakni islam yang berkemajuan. “Taman kanak-kanak, harus menjadi basis penanaman Islam yang berkemajuan,” imbuh Noordjannah.

“Dalam rangka satu abad taman kanak-kanak ‘Aisyiyah, ini adalah mengawali langkah TK ‘Aisyiyah di abad ke-2. Forum peneguhan ideologi bagi para pelaku penanggungjwab amal usaha khususnya taman kanak-kanak ini adalah menjadi langkah untuk terus menekunkan ideologi Muhammadiyah agar amal usahanya semakin lancar dan semakin berkembang,” pungkasnya. (Baetul Rahma)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles