31 C
Yogyakarta
Rabu, Agustus 5, 2020

India dan Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

PP Muhammadiyah Himbau Dunia Islam Bangun Solidaritas untuk Lebanon

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka dan simpati yang mendalam atas musibah ledakan dahsyat yang terjadi di Lebanon pada Selasa (4/8)....

Baitul Arqam Era Pandemi, MPK Tunjuk Uhamka sebagai Pilot Project

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Baitul Arqam 1 Mahasiswa merupakan agenda akademik Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA yang diselenggarakan bagi mahasiswa baru. Majelis...

Terjadi Ledakan Besar di Beirut, WNI Terpantau Aman

BEIRUT, Suara Muhammadiyah -  Ledakan sangat besar yang telah kami laporkan terdahulu terjadi di Port of Beirut, Selasa (4/8) pukul 18.02 waktu...

Haedar Nashir: Revitalisasi Pancasila Jangan Sampai Mengulang Tragedi Masa Lalu

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ada dua peristiwa yang membuat kita kembali mempertanyakan Pancasila: (1) pro-kontra Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila, dan (2) Pancasila di...

MDMC Luwu Kembali Salurkan Bantuan, Tim Relawan Banjir Bandang Tetap Siaga

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Manajemen Center) atau Satgas Bencana Muhammadiyah Kabupaten Luwu tiba di Masamba, Kabupaten Luwu Utara di...
- Advertisement -

JAKARTA, Suara Muhammadiyah-Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pemerintah India bertekad untuk memperkuat jalinan kolaborasi. Ada banyak bidang yang bisa dikerjasamakan antara India dengan Indonesia dan terutama Muhammadiyah. Hal itu terungkap dalam kunjungan silaturahim Duta Besar India ‎untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat ke Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta, pada Selasa, 22 Oktober 2019.

Hubungan diplomasi Indonesia dan India terjalin lebih dari 60 tahun di berbagai sektor, terutama bidang perdagangan. Potensi kerjasama RI-India masih terbuka luas terutama pada sektor teknologi, otomotif, kesehatan, hingga pertanian. Dalam bidang pendidikan dan keagamaan, Pemerintah India ingin bekerjasama dengan Muhammadiyah.

“Selama dua tahun bekerja di Indonesia, saya terkesan dengan Muhammadiyah. Pemerintah India menyediakan 1.000 beasiswa pascasarjana pada semua bidang, kecuali kedokteran, dan dari Indonesia baru mengisi 200 pelamar. Peluang masih besar,” ungkap Pradeep usai pertemuan dengan PP Muhammadiyah.

Pradeep Kumar mengaku terkesan dengan konsistensi gerakan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu, India berkeinginan menggandeng Muhammadiyah. Saat ini, beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah juga telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di India.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyambut baik kerjasama yang terjalin dengan India. Muhammadiyah tercatat telah melakukan kerjasama dengan India melalui pertukaran pelajar, program kebudayaan, termasuk pendirian India Corner di Universitas Muhammadiyah Malang.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyatakan, “Saya terima informasi bahwa India dalam bidang sains dan teknologi sangat maju. Kemungkinan kerjasama ada di bidang pendidikan dan kesehatan, juga kerjasama antara Universitas Muhammadiyah dengan universitas di India.” Beberapa ahli IT dunia berasal dari India.

Pada Juli 2018, Menteri Luar Negeri India M J Akbar juga telah mengunjungi PP Muhammadiyah di Jakarta. Pemerintah India sangat mengapresiasi Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam modern terbesar, yang berpengaruh dan berperan membawa kehidupan keagamaan yang maju.

Pada April 2018, PP Muhammadiyah bersama Universitas Muhammadiyah Surakarta berkunjung ke India. Haedar Nashir bersama Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad dan Bendahara Umum PP Muhammadiyah Suyanto ketika itu melantik Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah India. Saat itu, Haedar Nashir juga berkesempatan menyampaikan kuliah umum di India. (ribas/ppmuh)

Baca juga:

Haedar Nashir Kuliah Umum Islam Berkemajuan di India

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menteri Luar Negeri India Kuatkan Jalinan Kerjasama

Lantik PCIM India, Haedar Nashir: PCIM sebagai Wakil dan Jembatan Muhammadiyah di Luar Negeri

- Advertisement -
Berita sebelumyaPeran Dua Ibu
Berita berikutnyaRegenerasi Kepemimpinan Diperlukan
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles