24 C
Yogyakarta
Sabtu, Agustus 15, 2020

Muhammadiyah Titip Pesan untuk Para Menteri

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Siswa MIM Grubug Ikuti Workshop Seni Baca Puisi

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Tidak semua orang berani mengekspresikan diri tampil di depan banyak orang, baik pidato atau dalam bentuk lain....

Wujudkan Gerakan Ekonomi Umat, Dosen FEB UMY Kembangkan Pasar Online

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Untuk perwujudan ekonomi sebagai pilar ketiga Muhammadiyah, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY) melakukan...

Peduli Kampung Halaman, Mahasiswa UMY asal Kebumen Digitalisasi UMKM

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Sebagai bentuk kepedulian terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kebumen, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan...

Dakwah Kultural dengan Produksi Film Berbasis Masyarakat

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Ide menarik dilakukan oleh Budi Dwi Arifianto dan Zein Muffarih Muktaf, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah...

Dosen UMY Lakukan Pendampingan Manajemen Infaq Masjid

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Pengabdian Masyarakat merupakan implemetasi catur dharma perguruan tinggi. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan selamat menunaikan amanat mulia dan tugas kenegaraan kepada para menteri dan pejabat setingkat menteri pada Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik oleh Presiden Joko Widodo, pada Rabu, 23 Oktober 2019.

Para kader terbaik bangsa yang terpilih diharapkan mampu menjalankan tugas dengan baik. “Semoga diberi kekuatan iman dan taqwa dalam menjalankan tugas kenegaraan yang sangat penting bagi hajat hidup rakyat,” tutur Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Muhammadiyah menitipkan beberapa pesan dan harapan positif kepada para menteri kabinet Indoesia Maju. Pertama, membuktikan integritas yang tinggi selaku pejabat publik yang menjujung tegak moralitas yang jujur, amanah, dan menampilkan keteladanan. “Menteri bukan hanya pejabat negara biasa, mereka akan menjadi tumpuan sekaligus sorotan publik atas integritas ruhani dan etiknya yang luhur,” ujar Haedar.

Para menteri juga harus membuktikan leadership atau kepemimpinannya yang berkarakter, bukan sekadar ahli, apalagi menjadi tukang teknis. “Sebagai pembantu presiden, tentu para menteri dan pejabat setingkat menteri itu menjalankan tugas kenegaraan dan eksekutif sesuai tupoksinya. Kematangan mental diperlukan, bukan sekadar mengandalkan keahlian tertentu,” tutur Haedar.

Kedua, bekerja dalam koridor konstitusi dan sistem good governance yang tinggi. Jangan menabrak aturan. Harus menjauhi korupsi dan penyalahgunaan wewenang agar lima tahun ke depan tidak ada lagi yang tersangkut perkara hukum dan terjerat Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Kami percaya akan sikap taat asas para pejabat negara tersebut demi kesuksesan menjalankan amanat. Jadikan kementrian yang dipimpinnya benar-benar berstandar sistem yang objektif, meritrokrasi, dan ada hasil yang nyata. Jangan mengejar popularitas atau populisme yang kelihatan menyenangkan di mata publik, tetapi tidak membuahkan langkah nyata bagi kemajuan dan kesuksesan yang menjadi bidang tugasnya. Tugas dan tantangan setiap kementerian tengah menghadang di depan, yang memerlukan political-will yang kuat,” urainya.

Ketiga, bekerja secara profesional dan penuh pengkhidmatan bagi bangsa dan negara. Para menteri harus benar-benar menguasai bidangnya secara optimal, jangan baru ‘belajar menjadi menteri’, karena kiprahnya sudah ditunggu oleh rakyat. Indonesia dituntut semakin maju sebagaimana nama Kabinet Indonesia Maju, di situlah letak tanggungjawab profesional para Menteri.

“Juga diharapkan para pejabat negara di tingkat manapun harus sudah selesai dengan dirinya, sehingga yang dipikirkan dan diperbuat sepenuhnya untuk bangsa dan negara, bukan untuk diri atau kroninya,” ulas Haedar. Para Menteri juga perlu menunjukkan tanggungjawab yang melekat dengan profesionalismenya dalam bentuk kerja yang optimal serta pemihakan tinggi terhadap hajat hidup rakyat.

Keempat, kontrol dari masyarakat luas secara positif dan konstruktif tetap penting agar para menteri itu bebar-benar menjalankan tugasnya dengan baik dan dirasakah hasilnya oleh rakyat dan negara. “Publik jangan meninabobokan para pejabat negara dengan pujian-pujian atau kekaguman-kekaguman yang berlebihan, termasuk bagi Menteri-Menteri muda karena mereka harus membuktikan benar-benar mampu bekerja dan sukses dalam bidang tugasnya,” ungkapnya.

Publik diharapkan keterlibatannya dalam bentuk pengawasan. “Bantu mereka dengan sikap positif dan wajar karena para pejabat negara tersebut baru memulai untuk bekerja yang di hadapannya banyak masalah berat dan penuh tantangan. Semoga mereka sukses dan diberi jalan kemudahan,” pungkas Haedar Nashir. (ppmuh/rbs)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles