23.2 C
Yogyakarta
Kamis, Agustus 13, 2020

Raih Dua Rekor Muri, Ribuan Jamaah Hadiri Shalat dan Pengamatan Gerhana di UMSU

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

UMY Songsong Kembali Perkuliahan secara Tatap Muka

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Rabu, 12 Agustus 2020, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) beserta jajarannya mulai dari dosen hangga tenaga kependidikan...

Kini Ada 80 Rumah Sakit Muhammadiyah Tangani Pasien Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Penularan Covid-19 mengalami peningkatan yang begitu masif selama dua pekan ini di hampir seluruh tempat di Indonesia.

Selamat! Lima Proposal Mahasiswa UMTS Lolos PKM Tingkat Nasional

PADANGSIDIMPUAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) berhasil meraih 5 judul pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 (lima) bidang Tahun...

Eratkan Kebersamaan, Rektor Unismuh Silaturahim dengan Pejabat Struktural

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Hari ketiga setelah dilantik menjadi Rektor Unismuh Makassar Periode 2020 – 2024, Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag...

Pakai Masker Langkah Sederhana Melindungi Nyawa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sejak awal Covid-19 masuk ke Indonesia, Muhammadiyah sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia sudah mencanangkan partisipasinya...
- Advertisement -

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Prosesi pengamatan gerhana matahari di langit kota Medan berlangsung di halaman parkir Kampus Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Jl Panglima Denai Medan, Kamis (26/12).

Sejak pagi tampak ribuan orang sudah memadai halaman parkir Kampus Pascasarjana untuk mengikuti salat kusuf (salat gerhana matahari) dan proses pengamatan dengan kacamata khusus gerhana dan  kamera lubang jarung raksasa yang terpasang di halaman depan kampus.

Gerhana matahari di langit Kota Medan, hanya berbentuk sebagian atau sekitar 93 persen matahari yang terutup bulan, sedangkan gerhana cincin bisa dilihat dari beberapa kawasan pantai barat, seperti Sibolga, Padangsidempuan, Sipirok, Gunungtua, atau ke kawasan Pekanbaru Riau.

UMSU untuk menyukseskan proses pengamatan gerhana matahari sebagai satu fenomena alam yang langka, melaksanakan salat gerhana (kusuf) dengan imam Sekretaris PWM Sumut Irwan Syahputra MA dan khatib Wakil Ketua PWM Sumut Prof Dr Nawir Yuslem.

Hadir pada pelaksanaan salat dan pengamatan gerhana itu, Ketua PWM Sumut Prof. Hasyimsyah Nasution, Prof Mohammad Hatta Ketua MUI Kota Medan, dan Prof Johan Arifin Anggota DPR RI.

Salat gerhana dimulai pukul 10.15 sementara gerhana mulai tampak pada pukul 10.10 Wib. Gerhana baru berakhir pada pukul 12.04.

Dok Syaiful Hadi/SM
Dok Syaiful Hadi/SM

Prof Nawir Yuslem dalam khutbahnya memesankan agar prosesi penomena alam seperti gerhana matahari dapat menjadi tadabbur  dan pengingat akan besarnya kekuasaan ALLAH. Nawir mengajak seluruh jamaah salat untuk meningkatkan keimanan kepada ALLAH.

Rekor MURI

Usai pelaksanaan salat gerhana, panitia membagikan 3000 kacamata matahari kepada jamaah untuk dapat menyaksikan prosesi gerhana. Panitia melarang jamaah untuk menyaksikan matahari dengan mata telanjang. Pemberian 3000 kacamata secara gratis itu mendapat respon positif dari jamaah karena mereka bisa menyaksikan gerhana dengan jelas.

Saat proses gerhana berlangsung cuaca di langit Kota Medan cukup cerah sehingga perubahan warna langit dari terang menjadi redup dapat dilihat dengan jelas.

Proses gerhana juga dapat dilihat di layar lebar yang disediakan panitia agar terjadinya dapat juga dilihat dengan baik.

OIF UMSU menyediakan delapan teleskop dari berbagai jenis dan merek agar jamaah dapat menyaksikan gerhana dengan perangat berteknologi tinggi itu. Tampak warga bergantian menyaksikan gerhana dari teleskop.

Pada waktu bersamaan tim dari Museum Rekor Dunia Indonesia melakukan pengamatan proses dari dua rekor yang dicatatkan ke MURI yakni pengamatan gerhana dengan kacamata matahari terbanyak, yakni 3000 kacamata serta pengamatan dengan Kameran Lubang Jarum Raksasa.

Dari dua rekor yang dicatatkan, MURI menyerahkan dua sertifikat MURI kepada Rektor UMSU Dr. Agussani MAP dan Kepala Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU Dr. Arwin Juli Rahmadi Butar Butar. ( Syaifulh/Riz)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles