24 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 4, 2020

UMY Fasilitasi Promosi Digital Kerajinan Banjarharjo 1

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Revitalisasi Pancasila Jangan Sampai Mengulang Tragedi Masa Lalu

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ada dua peristiwa yang membuat kita kembali mempertanyakan Pancasila: (1) pro-kontra Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila,...

MDMC Luwu Kembali Salurkan Bantuan, Tim Relawan Banjir Bandang Tetap Siaga

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Manajemen Center) atau Satgas Bencana Muhammadiyah Kabupaten Luwu tiba di Masamba, Kabupaten Luwu Utara di...

Silaturahim dengan PDM, Menko PMK Tinjau Lokasi Banjir Luwu Utara

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Prof Dr Muhajir Effendi, MAP tiba di Luwu Raya melalui...

Sayembara Business Plan Sociopreneur Cabang & Ranting Muhammadiyah 2020

Suara Muhammadiyah – Sayembara dengan total hadiah puluhan juta rupiah sudah mulai dibuka oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah. Agenda...

Program Kemaslahatan, Lazismu Gorontalo berbagi Daging Qurban di 4 Wilayah

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Tema besar qurban tahun ini adalah qurban untuk ketahanan pangan, yang bertujuan untuk diberikan kepada fakir miskin dan...
- Advertisement -

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memfasilitasi pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa Muntuk, Dlingo, Bantul melalui promosi produk kerajinan yang diintegrasikan dengan potensi wisata. Hal ini disampaikan ketua tim 96 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMY, Miftahul Fawwaz.

“Dusun Banjarharjo 1 yang menjadi lokasi KKN kami memiliki potensi besar di bidang kerajinan kayu dan bambu dimana banyak warga yang bekerja di sektor ini,” jelas mahasiwa Akuntansi UMY ini, Senin(13/1). Program ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat UMY di Banjarharjo 1 yang dilaksanakan oleh dosen Ilmu Komunikasi UMY, Dr. Fajar Junaedi. Menurut Fajar kegiatan pengabdian ini merupakan implementasi dari catur darma UMY sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Wakhid Widadi, kepala dusun  Banjarharjo 1 mengharapkan agar tim UMY bisa berkelanjutan dalam mempromosikan kerajinan Banjarharjo 1. “Seharusnya program KKN tidak berhenti saat KKN selesai, namun ada keberlanjutannya,” harap Wakhid.

“Banjarharjo 1 bisa dikembangkan menjadi sentra kerajinan yang menyediakan produk kerajinan warga desa Muntuk untuk dijual kepada turis yang datang,” tambahnya. Lokasi Banjarharjo 1 merupakan jalur utama wisatawan dari Mangunan dan Puncak Becici sehingga potensial dikembangkan adanya sentra kerajinan dan promosinya. “Diharapkan dengan sentra produk kerajinan, wisatawan mampir dan membeli produk kerajinan bambu dan kayu dari warga,” imbuh Wakhid.

Produk kerajinan bambu dari Banjarharjo 1 diantaranya diantaranya tampah, tambir, tempat tisu, tempat pensil, gorong-gorong, tudung saji, piring bambu, vas bunga. Selain kerajinan dari bambu ini, Banjarharjo 1 juga merupakan penghasil meja kursi kafe, kitchen set, pintu, jendela dan meja rias.

“Produk kerajinan ini akan kami promosikan melalui digital marketing yaitu website, media sosial dan branding,” jelas Fawwaz tentang metode promosi yang dilakukan tim KKN UMY untuk mendorong kemajuan produk kerajinan di Banjarharjo 1. (riz)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles