25.4 C
Yogyakarta
Sabtu, Oktober 24, 2020

Dampingi Warga Kulon Progo, Mahasiswa UMY Olah Limbah Kakao

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Dokter Pelopor Kemanusiaan dan Kenegarawan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Menyambut Hari Dokter Indonesia 24 Oktober 2020, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi berharap...

AMM Jetis Bantul Droping Air Bersih Serentak di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah - Angkatan Muda Muhammadiyah Jetis Bantul sukses menyelenggarakan Droping Air Bersih #02 di wilayah Gunungkidul Ahad, 18 Oktober 2020....

Universitas Muhammadiyah Papua untuk Kemajuan Pendidikan Bumi Cendrawasih

JAYAPURA, Suara Muhammadiyah – STIKOM Muhammadiyah Papua bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Papua. Berdirinya Universitas Muhammadiyah Papua adalah untuk kemajuan pendidikan Bumi Cendrawasih.

Selangkah Lagi LSP UMY Miliki Lisensi BNSP

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjalani proses witness sebagai rangkaian akhir untuk mendapatkan lisensi dari...

PDPM Sleman-UAD Kerjasama Webinar

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan...
- Advertisement -

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendampingi warga Pringtali Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo untuk mengolah limbah kulit kakao menjadi kripik. Kegiatan ini salah satunya dilakukan dengan memberikan pelatihan pengolahan limbah kulit kakao dan branding produk kepada warga Pringtali, (14/1).

Kegiatan ini  merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) tim 48/2020 UMY. “Kegiatan ini ditujukan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat secara ekonomi yang ada manfaat bagi lingkungan,” jelas ketua   KKN 48, Fadhila Rachmat Windiarto. Fadhila menambahkan bahwa kegiatan pelatihan diikuti oleh lebih dari 50 peserta yang didominasi ibu-ibu.

Dosen pembimbing lapangan KKN, Parwoto menambahkan bahwa alasan kegiatan dilakukan adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan memanfaatkan limbah kulit buah kakao. Setelah diolah menjadi kripik, produk yang dihasilkan dikemas dengan branding yang menarik.

“Kami ingin melalui KKN ini masyarakat lebih berdaya dengan memanfaatkan kulit kakao yang selama ini hanya dibuang,” ujar Parwoto. Parwoto menambahkan bahwa pemberdayaan warga ini merupakan bagian implementasi catur darma UMY sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah.(Riz)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -