31 C
Yogyakarta
Kamis, Agustus 6, 2020

Dampingi Warga Kulon Progo, Mahasiswa UMY Olah Limbah Kakao

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Terbaik di Jawa Timur, UMM Kampus Swasta Terbaik Kedua di Indonesia versi Unirank

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) masuk dalam jajaran universitas terbaik di Indonesia. Lembaga perangkingan perguruan tinggi internasional, 4 International...

SMK Mutu Tegal Unggul, Jadi Pusat Studi Banding

TEGAL, Suara Muhammadiyah - SMK Muhammadiyah  1 (SMK Mutu) Kota Tegal merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah unggul di Jawa Tengah....

Haedar Nashir Ajak Warga Bermitra dengan BulogMU

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam kunjungannya ke Grha Suara Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyempatkan melihat lokasi BulogMU pusat...

FKKS Muhammadiyah Jateng Gelar Rakor, Fokuskan Tiga Pembahasan

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Forum Komunikasi Kepala sekolah Muhammadiyah Jawa Tengah gelar Rapat koordinasi di Semarang pada Rabu, 5 Agustus 2020. Dihadiri...

Mentari Covid-19, Upaya Ekstra Muhammadiyah Tangani Wabah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Adanya perkembangan kasus wabah Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia, membuat Muhammadiyah tidak bisa tinggal diam. Sebagai organisasi...
- Advertisement -

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendampingi warga Pringtali Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo untuk mengolah limbah kulit kakao menjadi kripik. Kegiatan ini salah satunya dilakukan dengan memberikan pelatihan pengolahan limbah kulit kakao dan branding produk kepada warga Pringtali, (14/1).

Kegiatan ini  merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) tim 48/2020 UMY. “Kegiatan ini ditujukan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat secara ekonomi yang ada manfaat bagi lingkungan,” jelas ketua   KKN 48, Fadhila Rachmat Windiarto. Fadhila menambahkan bahwa kegiatan pelatihan diikuti oleh lebih dari 50 peserta yang didominasi ibu-ibu.

Dosen pembimbing lapangan KKN, Parwoto menambahkan bahwa alasan kegiatan dilakukan adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan memanfaatkan limbah kulit buah kakao. Setelah diolah menjadi kripik, produk yang dihasilkan dikemas dengan branding yang menarik.

“Kami ingin melalui KKN ini masyarakat lebih berdaya dengan memanfaatkan kulit kakao yang selama ini hanya dibuang,” ujar Parwoto. Parwoto menambahkan bahwa pemberdayaan warga ini merupakan bagian implementasi catur darma UMY sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah.(Riz)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles