31.1 C
Yogyakarta
Jumat, September 25, 2020

Menjadi Manusia Modern yang Mencintai Lingkungan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Para Tokoh Meminta Pilkada Ditunda

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan agenda yang sangat penting dalam percaturan kepemimpinan di tingkat daerah maupun nasional. Selain...

Duta SMK Mutu Tegal Terima Beasiswa

TEGAL, Suara Muhammadiyah - SMK Muhammadiyah 1 (Mutu) Kota Tegal memberikan beasiswa berupa penggratisan Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) kepada 15 siswa yang...

Halaqah Alim Ulama: Menghadirkan Wasathiyah Islam untuk Perdamaian

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ibroh merupakan pelajaran pokok dalam Islam yang dapat diambil dengan cara menggali subtansi inti yang terdapat pada sebuah...

Ikuti Muhamadiyah, NU Juga Putuskan Tunda Muktamar

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan pelaksanaan Muktamar ke-34 NU akan ditunda hingga akhir tahun 2021. Penundaan forum...

Baitul Arqam UMTS Digelar Daring, Perpanjang Penerimaan Mahasiswa

PADANGSIDEMPUAN,  Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) menggelar kegiatan Baitul Arqam.  Kegiatan pengkaderan yang diikuti 637 mahasiswa itu berlangsung 22-24...
- Advertisement -

Akhir-akhir ini isu lingkungan menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat, terkhusus bagi mereka yang memiliki konsen dalam bidang tersebut. Adanya masalah lingkungan, tidak lain dan tidak bukan disebabkan karena ulah manusia yang menjadi pelaku utama dalam mengelola bumi dan seisinya, sebagaimana hal tersebut tertuang di dalam QS. Ar-Rum ayat 41.

Data dari Forest Watch Indonesia (FWI) menyebutkan bahwa angka laju deforestasi atau penebangan hutan selama tahun 2013 hingga 2017 sudah mencapai 1,47 juta hektare per tahun. Angka ini meningkat drastis jika dibandingkan dengan periode lima tahun pertama pemerintahan Presiden Jokowi. Dengan laju kerusakan yang semakin masif, pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat tak punya pilihan lain selain bergandengan tangan.

Selain itu, isu masalah lingkungan juga tidak bisa lepas dari masalah pertumbuhan penduduk di bumi yang terus meningkat setiap tahunnya. Worldometers mencatat bahwa jumlah penduduk dunia pada tahun 2019 mencapai 7,7 miliar jiwa. Angka tersebut tumbuh 1,08% dari tahun 2018 yang sebesar 7,6 miliar jiwa.

Dalam hubungannya dengan perkembangan ekonomi di suatu negara, pertumbuhan penduduk alami semata-mata bergantung pada angka kelahiran yang lebih besar dari pada angka kematian, namun akibat yang ditimbulkan dewasa ini adalah kerusakan lingkungan yang tak kalah besar.

Di era modern saat ini, pertumbuhan penduduk telah menimbulkan berbagai macam permasalahan lingkungan, seperti masalah sampah rumah tangga, limbah yang mencemari hingga masalah lahan perkebunan atau hutan yang telah berubah menjadi kawasan industri, perumahan, dan lain sebagainya.

Perhatian dan kepedulian umat manusia khususnya umat Islam terhadap lingkungan masih sangat kurang, baik secara personal (individu) atau kelompok. Mereka baru sadar pentingnya menjaga lingkungan jika terjadi bencana. Islam adalah agama yang sangat memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Maka dalam konteks inilah umat Islam harus kembali kepada nilai-nilai ajaran Islam yang memperlakukan alam secara bijaksana agar terciptanya keseimbangan. Tidak ada salahnya menjadi manusia modern, namun wajib sadar dan paham untuk menjaga lingkungan.(diko)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles