31 C
Yogyakarta
Kamis, Agustus 6, 2020

Edukasi Sejak Dini, Tim KKN 065 UMY Gelar Pembelajaran Ekoliterasi

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Terbaik di Jawa Timur, UMM Kampus Swasta Terbaik Kedua di Indonesia versi Unirank

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) masuk dalam jajaran universitas terbaik di Indonesia. Lembaga perangkingan perguruan tinggi internasional, 4 International...

SMK Mutu Tegal Unggul, Jadi Pusat Studi Banding

TEGAL, Suara Muhammadiyah - SMK Muhammadiyah  1 (SMK Mutu) Kota Tegal merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah unggul di Jawa Tengah....

Haedar Nashir Ajak Warga Bermitra dengan BulogMU

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam kunjungannya ke Grha Suara Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyempatkan melihat lokasi BulogMU pusat...

FKKS Muhammadiyah Jateng Gelar Rakor, Fokuskan Tiga Pembahasan

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Forum Komunikasi Kepala sekolah Muhammadiyah Jawa Tengah gelar Rapat koordinasi di Semarang pada Rabu, 5 Agustus 2020. Dihadiri...

Mentari Covid-19, Upaya Ekstra Muhammadiyah Tangani Wabah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Adanya perkembangan kasus wabah Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia, membuat Muhammadiyah tidak bisa tinggal diam. Sebagai organisasi...
- Advertisement -

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 065 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan kegiatan ekoliterasi bagi anak-anak di Dusun Kanoman, Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ekoliterasi ini diikuti oleh 35 anak Dusun Kanoman melalui serangkaian outbound dan permainan yang menarik pada Ahad (26/1).

Ketua KKN 065 UMY Ilham menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian anak-anak dalam menjaga lingkungan sekitar sejak dini. Selain itu, kata Ilham, kegiatan KKN meliputi budidaya toga, workshop kreasi dari limbah plastik, dan juga beragam kegiatan lainnya.

“Ekoliterasi sangat penting untuk diketahui masyarakat dan kami berusaha menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini,” ujar Ilham.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) David Efendi, MA sepakat bahwa pendidikan lingkungan itu sangat mendesak dilakukan. “Kerusakan lingkungan akibat aktifitas manusia telah nampak di daratan, lautan, dan bahkan di hutan, di kampung-kampung sudah kuwalahan mengelola sampah plastik. Ke depan dengan pendidikan lingkungan yang baik di berbagai kalanngan, persoalan lingkungan diharapkan mulai terurai satu satu. Juga, perlu teknologi tepat guna untuk menekan persoalan sampah baik kemasan maupun pengelolahan limbahnya,” ungkap David.

Tim KKN 065 UMY mengemas kegiatan ekoliterasi ini dengan cara yang berbeda dari pembelajaran literasi pada umumnya. Ekoliterasi ini diadakan dalam bentuk serangkaian outbound dan permainan yang sesuai untuk anak-anak. Terdapat empat pos yang tersebar di tiap Rukun Tetangga (RT) di Dusun Kanoman yang harus dilalui oleh anak-anak yang telah dibagi dalam beberapa kelompok. Di tiap pos yang tersedia, anak-anak harus menjalankan misi-misi dan permainan sederhana kelompok terkait lingkungan, pemilahan sampah hingga pembuatan kreasi dari sampah. Bentuk kegiatan literasi lingkungan atau ekoliterasi seperti ini diharapkan mampu menjadi sarana yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak sehingga pemberian literasi akan lebih mudah diserap dan dipahami oleh anak-anak.

“Kegiatan outbound adalah salah satu media bermain sambil belajar yang sangat disukai anak-anak sehingga mereka mampu memahami dan menerima materi yang kami berikan dengan mudah.” jelas Ilham. KKN PPM juga menyusun buku panduan pendidikan lingkungan bagi anak-anak dan remaja yang telah diserahkan oleh Tim kepada Kepala Dukuh Kanoman pada saat penutupan KKN.

Tidak sendirian, tim KKN 065 UMY bekerja sama dengan aktivis Rumah Baca Komunitas (RBK) dan beberapa remaja Kanoman dalam menjalankan kegiatan ekoliterasi serta mendampingi anak-anak Dusun Kanoman. (Riz)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles