23.5 C
Yogyakarta
Jumat, Agustus 14, 2020

Menteri Kesehatan Buka Rakornas MPKU

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Pengabdian, Dosen Manajemen UMY dan Warga Bausasran Adakan Penghijauan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sempitnya lahan tidak menyurutkan keinginan warga RW 11 Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta untuk menghijaukan wilayahnya.

Asah Kreativitas, PMM UMM Ajari Anak-Anak Seni Kolase

BLITAR, Suara Muhammadiyah - Kelompok Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pengabidan masyarakat dengan mengajari anak-anak membuat kolase. Kegiatan...

Dosen FEB UMY Latih Jamaah Pengajian Membuat Kain Shibori

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kewajiban dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi. Disamping itu pengabdian masyarakat di era...

Semua Siswa Dapat, SMK Mutu Tegal Bagikan Perdana Plus Kuota untuk PJJ

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Bentuk pelayanan selama diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam masa covid 19. SMK MUTU Tegal berikan kartu perdana...

Islam, Alam, dan Tugas Manusia

Alam akan membawa manfaat dan berkah bagi manusia, manakala telah melaksanakan tugasnya terhadap alam, yakni mengembalikan alam ke jalan yang benar. Yakni...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah– Menteri Kesehatan RI, Agus Terawan, buka Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) MPKU (Majelis Pelayanan Kesehatan Umum) PP Muhammadiyah hari ini, Kamis 6 Februari 2020 di Yogyakarta.

Dalam pidato kuncinya, Terawan menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Muhammadiyah atas perannya terhadap upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarat. “Peran Muhammadiyah untuk melayani kesehatan umat sudah dimulai sejak sebelum bangsa Indonesia ini merdeka. Bahkan sampai hari ini peran itu terus dilakukan,” ucap Menteri Kesehatan RI tersebut.

Terawan juga berharap, Muhammadiyah, khususnya MPKU, sekarang dan ke depan bisa menjadi mitra Kementerian Kesehatan dalam berbagai program besar pemerintah. Terlebih dalam hal pelayanan kesehatan dan dalam sosialisasi hidup sehat.

Sebagaimana mandat presiden Jokowi, Terawan melanjutkan, Kementerian Kesehatan memiliki lima strategi prioritas guna meningkatkan kesehatan nasional. Pertama, strategi untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak sekaligus mengurangi angka kematiannya. Kedua, peningkatan perbaikan gizi sebagai upaya untuk mengurangi kasus stunting dan gizi buruk.

Ketiga, pengendalian penyakit terutama lewat upaya pencegahan dengam mengajak masyarakat membiasakan budaya hidup sehat. Keempat, gerakan masyarakat sehat (Germas) sebagai tren pola hidup. Kelima, meningkatkan pengawasan dan pengendalian obat serta makanan masyarakat.

Sebelumnya, dalam forum yang sama, Abdul Mu’ti Sekretaris Umum PP Muhammadiyah pada sambutanya juga mengatakan, bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki pemerintahan yang baik dan tingkat kesehatan masyarakat yang baik.

Sedang kesehatan, kutip Abdul Mu’ti merujuk pendapat WHO, meliputi tiga hal. Yaitu kesehatan secara fisik, kesehatan sosial, dan kesehatan spiritual. Karena berkaitan dengan spiritual, lanjut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini, maka pelayanan kesehatan yang dimotori oleh MPKU tidaklah hanya pelayanan dalam rangka sosial atau bersumber pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Lebih dari itu, adalah pelayanan dalam rangka untuk beribadah kepada Allah SwT.

WhatsApp Image 2020-02-06 at 11.13.12 (1)

Tidak hanya itu, Abdul Mu’ti juga menyarankan, agar rumah sakit dan klinik Muhammadiyah merubah mindset dan berinovasi untuk menjadikan kesehatan sebagai tempat wisata. Ramah lingkungan juga ramah pasien. “Bangunan rumah sakit Muhammadiyah perlu nanti mengandung unsur ramah lingkungan dan tidak terkotak-kotak,” ujarnya.

“Harapanya, orang sakit yang datang ke rumah sakit tidak tambah sakit, sebab ruang terkotak-kotak dan tanggungan biaya. Tapi rumah sakit menjadi tempat bertemu satu sama lain yang menyenangkan, ramah lingkungan, ramah pasien, juga tempat wisata,” imbuhnya.

Rokornas kali ini, Agus Syamsudin Ketua MPKU PP Muhammadiyah menyebutkan, diikuti oleh 370 orang dari 96 rumah sakit dan klinik Muhamnadiyah se-Indonesia. Harapannya, lewat rakornas ini muncul ide dan gagasan baru yang nantinya bisa diusung ke Muktamar Solo beberapa bulan yang akan datang. (gsh)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles