Sinopsis Jejak Langkah 2 Ulama: Memahami Perbedaan, Menjunjung Persamaan

Jejak Langkah 2 Ulama
Jejak Langkah 2 Ulama

Sinopsis Jejak Langkah 2 Ulama: Memahami Perbedaan, Menjunjung Persamaan

Kita harus tahu bagaimana memaknai perbedaan dan kemudian menyatukan persamaan. Tentu ini akan menjadi kekuatan besar bagi umat Islam maupun bangsa Indonesia.” Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si

NU dan Muhammadiyah itu menurut saya ibarat sepasang sandal, jadi kalau dipakai ya dipakai semua, kalau tidak ya sekalian tidak semua. Jangan yang kanan dipakai lantas yang kiri tidak dipakai, nanti dikira orang stress.” KH. Hasyim Muzadi

Tanpa bermaksud mengenyampingkan peran ormas Islam yang lain, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama merupakan dua organisasi tertua dan terbesar di Indonesia, dan memiliki andil yang sangat besar dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari pengaruh penjajah dan penjajahan, serta secara konsisten terus memberikan pengabdiannya kepada umat, bangsa dan negara hingga saat ini.

Meskipun dalam hal khilafiyah ada beberapa perbedaan, namun sejatinya Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama memiliki banyak persamaan. Salah satunya, pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan dan pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari merupakan santri dari Kyai Shaleh Darat yang merupakan ulama besar dari Semarang. Keduanya merupakan murid dari guru yang sama.

Film Jejak Langkah 2 Ulama

Di tengah menguatnya politik identitas di masyarakat yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Pondok Pesantren Tebuireng Jombang merilis sebuah film dengan judul ‘Jejak Langkah 2 Ulama’. Film yang disutradarai oleh Sigit Ariansyah tersebut mengisahkan perjalanan dan perjuangan hidup dua ulama besar pendiri organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam mensyiarkan Islam di bumi nusantara.

Film ini memiliki pesan yang sangat kuat bahwa antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama memiliki ikatan sejarah, kekeluargaan, dan persaudaraan yang sangat kuat. Walaupun antara KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari terdapat perbedaan dalam urusan khilafiyah namun keduanya tidak pernah membeda-bedakan dan tidak sekalipun memperdebatkan paham keagamaan masing-masing. Bahkan dengan jiwa besar keduanya saling menghormati dan mendukung dakwah amar ma’ruf nahi mungkar yang mereka berdua lakukan.

Baca Juga:   Kajian Online PCIM Malaysia Bahas Solusi Zakat Menjawab Dampak Sosial Ekonomi Covid-19

Dalam film ‘Jejak Langkah 2 Ulama’ ada sebuah kisah menarik saat salah seorang murid KH. Ahmad Dahlan pergi menemui KH. Hasyim Asy’ari di Jombang untuk meminta fatwa tentang ajaran KH. Ahmad Dahlan yang menurutnya nyeleneh, baru, dan tidak sesuai dengan budaya saat itu. Dengan lugas KH. Hasyim Asy’ari menjawab, “Beliau adalah seorang yang alim. Tidak mungkin beliau melakukan hal yang sembrono. Beliau tahu apa yang harus dilakukannya. Pulang dan bantulah KH. Ahmad Dahlan”.

Film Jejak Langkah 2 Ulama mengandung banyak sekali pesan moral dan nilai-nilai kemuliaan. KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari merupakan sosok yang sangat cinta terhadap ilmu. Karena keluasan ilmunyalah membuat keduanya mampu menyikapi perbedaan. Perbedaan bukan untuk dibeda-bedakan, mencari persamaan diantara yang berbeda merupakan keutamaan.

Film Jejak Langkah 2 Ulama sangat cocok ditonton untuk seluruh kalangan, tua, muda, laki-laki, perempuan, dewasa, maupun anak-anak. Banyak sekali pelajaran sekaligus motivasi yang dapat diambil. Film ini juga mampu membuat siapapun yang menontonnya merasa terharu karena terbawa suasana dan lantas memunculkan kebanggaan menjadi bagian dari kedua ormas Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.(diko)