23.5 C
Yogyakarta
Sabtu, Agustus 15, 2020

Pertama di Kendal, Seminar dan Lokakarya LPB PDM undang LPBI NU

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Peduli Kampung Halaman, Mahasiswa UMY asal Kebumen Digitalisasi UMKM

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Sebagai bentuk kepedulian terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kebumen, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan...

Dakwah Kultural dengan Produksi Film Berbasis Masyarakat

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Ide menarik dilakukan oleh Budi Dwi Arifianto dan Zein Muffarih Muktaf, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah...

Dosen UMY Lakukan Pendampingan Manajemen Infaq Masjid

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Pengabdian Masyarakat merupakan implemetasi catur dharma perguruan tinggi. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah...

Uji Sertifikasi Kompetensi untuk Penyunting Naskah atau Editor

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Penulisan buku non fiksi, Penyunting Naskah/Editor, Penyunting Substantif kerjasama Program Studi Magister Pendidikan IPS,...

Pengabdian Masyarakat, Dosen FEB UMY Suburkan KWT Amanah ‘Aisyiyah Bausasran

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Isthofaina Astuty bersama dengan Meika Kurnia Pudji RDA, dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas...
- Advertisement -

KENDAL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal (PDM) melalui Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) beberapa waktu lalu menyelenggarakan seminar dan lokakarya Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan tersebut berlangsung di SMK Muhammadiyah 3 Weleri, diikuti oleh 85 peserta dan dibuka langsung oleh wakil ketua PDM Kendal, Koordinator Bidang Penanggulangan Bencana, H Mohamad Zabidi.

Zabidi mengatakan, bencana terbagi dalam dua hal, yaitu bencana alam, dan bencana non alam.

“Bencana alam terjadi yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor,” katanya.

Adapun bencana non alam menurutnya, bencana yang biasanya di akibatkan oleh manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Beliau menyebutkan, salah satu bencana non alam yang sekarang melanda di Negara Tiongkok adalah penyakit Corona.

Zabidi berharap, melalui kegiatan seminar dan lokakarya SPAB seluruh peserta mampu mensikapi dengan kesiapan dalam menghadapi bencana alam maupun non alam.

Sementara itu Ketua LPB PDM Kendal, Moh Hafiedz, mengatakan kegiatan seminar dan lokakarya SPAB adalah yang pertama di Kab Kendal dan diikuti oleh utusan dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan se-Kabupaten Kendal.

“Kami juga mengundang lembaga lain yang peduli dengan kebencanaan, antara lain Forum Relawan Kendal (BPBD Kendal), dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdhatul ‘Ulama’ (NU) Kendal,” kata Hafiedz.

Kegiatan tersebut menurutnya dimaksudkan untuk memperkokoh satuan pendidikan terhadap bencana di setiap sekolah Muhammadiyah.

Sedangkan ketua panitia, Abdul Malik menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan beberapa nara sumber terkait dengan kebencanaan yang sesuai dengan kompetensinya, yaitu Kenapa Harus Ada SPAM yang disampaikan oleh sekretaris Muhammadiyah Disaster Managemen Centre Arif Nurkholis, serta Potensi Bencana di Kabupaten Kendal oleh ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal Sigit Sulistyo. Sedangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal diberi kepercayaan untuk menyampaikan materi Implementasi SPAB di Kabupaten Kendal.

“Kami juga minta ke LPB PWM Jateng, Naibul Umam Eko Sakti untuk menyampaikan materi Kajian dan Pemetaan Resiko Bencana Sekolah,” ujar Abdul Malik.

“Sedangkan untuk pendanaan kebencanaan kami melibatkan Lazismu Daerah Kendal, dengan harapan ada kebijakan di sekolah-sekolah Muhammadiyah Kendal terdapat Bulan Dana Kebencanaan,” pungkasnya. (Gofur/Riz)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles