31 C
Yogyakarta
Selasa, Juli 7, 2020

Habis Hedon Terbitlah Rasuah

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Ta’awun Sosial PRA Wirobrajan Berbagi Sesama

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Wirobrajan mengajak masyarakat untuk Sedekah Jariyah Peduli Covid-19 dengan cara yang unik. Bertajuk “Ihlas Berbagi...

Webinar IMM STIT Muhammadiyah Bojonegoro Bahas Arah Pendidikan di Masa Pandemi

BOJONEGORO, Suara Muhammadiyah - Menyikapi Arah Pendidikan dan Isu Reshuffle Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ahmad Dahlan STIT Muhammadiyah Bojonegoro gelar Webinar Nasional....

Haedar Nashir: Umat Islam Harus Paham Sejarah dan Menjaga Moderasi Pancasila

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila menuai polemik. Pimpinan Pusat Muhammadiyah berpendapat bahwa RUU HIP tidak terlalu...

Guru SD MI Muhammadiyah Kenteng Trainer Software Berbasis Komputasi Awan

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Microsoft 365 adalah produk layanan berlangganan yang ditawarkan oleh Microsoft sebagai bagian dari lini produk Microsoft Office....

Raker SD Muhammadiyah 2 Kota Langsa, Seralaraskan Visi Misi

KOTA LANGSA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah 2 Kota Langsa terus bersiap memasuki tahun ajaran baru 2020 – 2021.  Diawali Rapat Kerja...
- Advertisement -

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Munculnya korupsi di Indonesia sebenaranya sudah ditandai sejak era orde baru dan tidak kunjung mereda hingga saat ini. Seiring dengan berkembangnya paham para koruptor mengenai perilaku korupsi. Ditambah lagi pintu awal perilaku korupsi ini tak lain adalah adanya sikap hedon atau gaya hidup yang berlebihan.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr M Busyro Muqoddas, MHum, saat menjadi narasumber dalam acara Kuliah Umum Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kuliah umum ini mengangkat tema “Pengenalan dan Pencegahan Korupsi serta Penguatan Al-Islam Kemuhammadiyahan”.

Busyro menyampaikan bahwa pintu awal perilaku korupsi (rasuah) adalah adanya sikap hidup berlebihan yang lama-kelamaan meningkat menjadi keserahakan dan mengarah ke praktik-praktik korupsi yang lebih besar, berbahaya, dan bahkan bisa merugikan negara. “Salah satu contoh korupsi yang berbahaya adalah proyek-proyek infrastruktur. Banyak sekali proyek yang memiliki kejanggalan. Entah itu dalam hal MoU yang tidak jelas atau bahkan mengenai AMDALnya,” imbuhnya di Gedung AR Fachruddin A, UMY, Rabu (4/3).

Selain itu, menurut Busyro, paham yang dianut oleh para koruptor ini merupakan suatu sistem yang bisa memenuhi kebutuhan dasar berupa material dan hedonisme yang dilakukan dengan bermacam-macam cara dan mereka perjuangkan dengan sekuat-kuatnya.

“Maka dari itu, untuk melakukan pencegahan korupsi ini dapat dimulai sedini mungkin dari lingkungan rumah tangga, kampus, dan profesi dengan dinamisasi spiritualitas. Bisa juga dilakukan dengan dekonstruksi paradigma makna kehidupan dan ilmu. Yang terpenting lagi, jangan sampai ada transaksi-transaksi yang tidak bermanfaat di perguruan tinggi dan dibiarkan begitu saja oleh pihak kampus,” tegas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) era 2010-2011 ini.

Selaras dengan itu, Ketua Badan Pembina Harian UMY, Dr Agung Danarto, MAg menyampaikan bahwa dalam hukum Islam terdapat sebuah gagasan bernama maqashid asy-syariah yang salah satu intinya adalah untuk menjaga harta. “Jika hal ini diamalkan, dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah perilaku korupsi. Karena sesungguhnya harta yang dijaga kehalalannya itu memiliki kedudukan yang tinggi,” imbuh Agung. (ays/riz)

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles