Tutup Rangkaian MUSCAB 8, PCIM Mesir Adakan Baitul Arqam

KAIRO, Suara Muhammadiyah – Untuk pertama kalinya Pimpinan Cabang Isimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir mengadakan Baitul Arqam Dasar. Acara yang diadakan selama dua hari itu diikuti oleh 62 peserta dan 7 fasilitator. Acara berlangsung di Markaz Dakwah Muhammadiyah Mesir serta menjadi penutup dari rangkaian acara Musyawarah Cabang Istimewa (Muscabis) PCIM Mesir.

Aji Wahyu Nusantara, ketua panitia Muscab 8, mengapresiasi kinerja tim dan seluruh elemen yang turut mensukseskan acara, “Apresisasi saya berikan terutama kepada bagian konsumsi yang bekerja selama 2 kali 24 jam. Tidak lupa kepada konseptor sebagai otak acara tersebut dan fasilitator yang meluangkan waktunya dua hari ini membimbing para peserta.”

Lebih lanjut, ia mengungkapkan harapannya agar Baitul Arqam ini menjadi agenda tahunan di bawah Majelis Pendidikan Kader. Senada dengan itu ketua PCIM Mesir terpilih, Umair Fahmidin, Lc menegaskan bahwa regulasi yang mungkin direvisi tidak akan menghalangi Baitul Arqam menjadi agenda tahunan bahkan akan dibuat untuk jenjang-jenjang selanjutnya. “Baitul Arqam ini adalah pengkaderan formal Muhammadiyah.

Harapan untuk para peserta semoga mendapatkan bekal yang cukup dan juga pencerahan dari program ini. Jika seandainya tidak melanjutkan ke jenjang selanjutnya, setidaknya kita sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka.” Tutup pria kelahiran 28 tahun lalu tersebut.

Materi pada Baitul Arqam ini itu diisi oleh para penasihat PCIM Mesir seperti Ust Wahyudi Abdurrahim (Ketua PCIM Mesir 2008-2010), Dr. Usman Syihab, Lc., MA. (Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo), dan Subhan Jaelani, Lc. (Penggagas PCIM Mesir). Selain itu tiga materi di hari pertama diisi oleh rombongan dosen dari Universitas Muhammadiyah Surakarta yaitu Prof. Dr. Bambang Sumarjoko, M.Pd. (Direktur Pascasarjana UMS) yang mengisi materi Jati Diri Kader dan Tauladan Tokoh Muhammadiyah, Dr. Yakub Nasucha, M.Hum. (Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMS) yang mengisi materi Leadership dan Jiwa Kepemimpinan Muhammadiyah, Drs. Nur Hidayat, M.Pd. (Wakil Dekan III FKIP UMS) yang mengisi materi MKCH (Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah).

Baca Juga:   Silatnas IMMawati DPP IMM Lahirkan Manifesto IMMawati

Said Akbar Ramadhan, mahasiswa asal Cilacap terpilih menjadi peserta laki-laki terbaik , sementara untuk perempuan diraih oleh Puji Fauziah Shopia Kusuma Hakim. Selepas acara, Said mengatakan bahwa acara BA itu sangat penting sebagai pembekalan untuk kader Muhamaddiyah. “Materi-materi yang disajikan untuk menjawab pertanyaan seperti ‘apa itu kader’ ‘bagaimana seorang Muhammadiyah berorganisasi’ dan sebagainya.” Tutup alumni Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta tersebut.

Secara lebih terperinci BA dasar terdiri dari 7 materi selama dua hari. Hari pertama mencangkup penguatan basic dan dasar-dasar kemuhammadiyahan. Sementara hari kedua terdiri dari 3 materi yang mencangkup sosial skill dan manajemen konflik. Enam puluh dua peserta dibagi menjadi 7 kelompok dengan masing-masing dibimbing oleh satu fasilitator. Setiap kelompok mengambil satu dari tujuh nama ketua PP Muhammadiyah pertama. Kelompok terbaik diraih oleh kelompok KH. M. Yunus Anis yang diketuai oleh sdr. Syahiduzaman.
Muhammad Fardan Satrio, Lc., Dipl. selaku ketua tim fasilitator menyatakan bahwa BA dasar itu berlangsung sukses. “Barometernya apa? Pertama, konsepnya tidak terlalu banyak sementara waktu yang kita miliki sangat sedikit, hanya berjarak kurang dari satu minggu sejak Muscab. Pola kordinasi antara Zaky Al-Rasyid, ketua PCIM kemarin dengan pak Ansori selaku ketua Majelis MPK (Majelis Pendidikan Kader) PP Muhammadiyah berjalan lancar.”

Meski begitu ketua PCIM Mesir 2016/2018 itu mengakui kekurangan dalam penyelenggaraan BA kali ini, “Kendala manajemen waktu, ada pemateri yang terlalu semangat atau karena materi yang disampaikan dirasa penting akhirnya pemateri itu menambah durasi dari yang ditentukan. Jadi waktu yang sebelumnya diatur untuk Forum Discussion Grup maupun Standing mesti digeser. Yang penting kawan-kawan panitia mengetahui peran serta tugasnya masing-masing.” Tutup mahasiswa pascasarjana Al-Azhar tersebut. (faisal)