30 C
Yogyakarta
Jumat, September 25, 2020

Konsolidasi Media Afiliasi Jelang Muktamar Muhammadiyah

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Para Tokoh Meminta Pilkada Ditunda

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan agenda yang sangat penting dalam percaturan kepemimpinan di tingkat daerah maupun nasional. Selain...

Duta SMK Mutu Tegal Terima Beasiswa

TEGAL, Suara Muhammadiyah - SMK Muhammadiyah 1 (Mutu) Kota Tegal memberikan beasiswa berupa penggratisan Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) kepada 15 siswa yang...

Halaqah Alim Ulama: Menghadirkan Wasathiyah Islam untuk Perdamaian

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ibroh merupakan pelajaran pokok dalam Islam yang dapat diambil dengan cara menggali subtansi inti yang terdapat pada sebuah...

Ikuti Muhamadiyah, NU Juga Putuskan Tunda Muktamar

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan pelaksanaan Muktamar ke-34 NU akan ditunda hingga akhir tahun 2021. Penundaan forum...

Baitul Arqam UMTS Digelar Daring, Perpanjang Penerimaan Mahasiswa

PADANGSIDEMPUAN,  Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) menggelar kegiatan Baitul Arqam.  Kegiatan pengkaderan yang diikuti 637 mahasiswa itu berlangsung 22-24...
- Advertisement -

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah-Bertempat di Gedung Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta, para penggerak media daring dan televisi afiliasi Muhammadiyah melakukan konsolidasi jelang Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48. Pertemuan pada 14 Maret 2020 ini dalam rangka menyamakan visi syiar muktamar dan menyusun rencana memenangkan narasi utama Muhammadiyah.

Ketua PP Muhammadiyah bidang Pustaka dan Informasi Dadang Kahmad menyebut bahwa beberapa survei menunjukkan kekuatan media Muhammadiyah masih belum maksimal. Menurutnya, Muhammadiyah yang mengusung semangat modernisasi harus mampu berkonstribusi memajukan dunia. Namun kita kurang bermain di media online dan media sosial.

Dadang menyebut bahwa pamor Islam Berkemajuan di media sosial masih belum bisa menandingi narasi banyak corak Islam lainnya. Mubaligh Muhammadiyah sering menggunakan cara dakwah konvensional. “Perlu aware dan langkah bersama untuk memajukan media-media kita. Saya ingin banjir berita Muhammadiyah,” tutur Guru Besar UIN Bandung ini.

Ketua panitia muktamar yang juga Bendahara PP Muhammadiyah, Marpuji Ali berharap para pengelola media mampu berjejaring untuk mensyiarkan Muhammadiyah, dimulai dari momentum muktamar. “Yang baik silahkan disiarkan, yang tidak baik, dipikirkan lagi,” ungkapnya. Marpuji menginginkan konsolidasi media afiliasi ini menjadi ajang untuk melihat sejauh mana kekuatan kita di media daring dan televisi.

Ketua Pusat Syiar Digital Muhammadiyah, Arif Nur Kholis memaparkan peta digital Muhammadiyah di media sosial. Menurutnya, perlu upaya lebih massif dalam rangka memenangkan narasi Muhammadiyah, serta menjadikan pimpinan dan kader Muhammadiyah sebagai digital influencer. “Aset digital Muhammadiyah harus terus dikonsolidasi,” ujarnya.

Menurut Arif, ada tiga narasi utama Muhammadiyah yang perlu dimenangkan di dunia maya, yaitu (1) Muhammadiyah sebagai gerakan Islam Berkemajuan (2) Indonesia sebagai Darul Ahdi wa Syahadah (3) Manhaj Tarjih Muhammadiyah. (ribas)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles