Profil dr Corona Rintawan: Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center

dokter Corona Rintawan Dok MDMC/SM

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan Covid-19 sebagai pandemi, Rabu, 11 Maret 2020. Pandemi diumumkan jika penyakit atau virus baru dimana masyarakat belum memiliki kekebalan telah menyebar ke seluruh dunia secara tak terduga. Covid-19 sudah menginfeksi 115 negara dengan total 125.964 kasus dan menyebabkan 4.634 kematian di seluruh dunia.

Sebelum WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu membentuk tim khusus untuk membantu pemerintah menangani virus corona di Indonesia. Tim ini diberi nama “Muhammadiyah Covid-19 Command Center” yang diketuai oleh dr. Corona Rintawan. Ia ditunjuk langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Kamis, 5 Maret 2020.

Banyak orang berspekulasi bahwa terpilihnya dr. Corona Rintawan sebagai ketua tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center karena faktor kesamaan nama dengan virus yang sedang dihadapi.

Terlepas dari pernyataan yang tidak mendasar tersebut, dr. Corona Rintawan merupakan dokter Spesialis Emergency di Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Lamongan. Ia adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Kiprahnya dalam bidang kebencanaan sudah ia mulai sejak lama. Mulai tahun 2004 ia sudah ditugaskan ke Aceh sebagai dokter saat terjadi bencana tsunami.

Tidak berhenti sampai di situ, pada tahun 2013 ia dipercaya untuk memimpin tim medis ke Filipina. Dua tahun setelahnya ia dipercaya untuk memimpin tim medis ke Nepal. Lalu pada 2017 ia mendapatkan tugas dari Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk memimpin tim medis ke Rohingya, Myanmar.

Belakangan ini virus yang telah ditetapkan sebagai pandemik tersebut telah membuat namanya viral dan menjadi perbincangan di media sosial. Sambil tertawa, Rintawan mengenang orang tuanya yang sengaja memberikan nama anak-anaknya berdasarkan urutan huruf abjad. Rintawan adalah anak ketiga dari empat bersaudara. “Mungkin karena anak ketiga, jadi awalnya C,” ujarnya.

Baca Juga:   Lulusan SMK Mutu Langsung Magang di Jepang

Waktu itu orang tuanya merasa kebingungan untuk mencarikan nama yang terbaik bagi anaknya yang berawalan huruf C. Akhirnya tersematlah nama ‘Corona’ yang terinspirasi dari Mobil Toyota Corona yang booming di Indonesia pada dekade 1970-an. (diko)