PRM Kayuputih Tuan Rumah Silaturahmi dan Workshop LPCR PWM DKI Jakarta

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kayuputih, Jakarta Timur merupakan Ranting Terbaik se-Indonesia pada kegiatan Cabang dan Ranting Expo tahun 2019, di Limbung, Gowa, Sulawesi Selatan. Anugerah ini merupakan penghargaan yang kedua yang diraih oleh Ranting yang saat ini dipimpin oleh Ustadz Zafrullah Salim, di mana pada tahun sebelumnya, 2018, Ranting ini meraih penghargaan ke-2 dalam kegiatan Cabang dan Ranting Expo tahun 2018, di Kedung Pring, Magelang, Jawa Tengah.

Sebagai wujud syukur dan penghargaan, serta upaya saling belajar, pada tanggal 14 Maret 2020, LPCR PWM DKI menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi dan workshop di Ranting Muhammadiyah Kayuputih, Jakarta Timur. Saat mendapatkan anugerah sebagai Ranting terbaik, demikian kata Ustadz Zafrullah, kami sama sekali tidak menyangka. Tapi alhamdulillah ini harus kami syukuri. Dan sebagai wujud syukur itu, kami bersama LPCR PWM DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan ini.

Ketua PWM DKI Jakarta, K.H. Sun’an Miskan, L.c., merasa bangga dengan hidupnya ranting Muhammadiyah di Jakarta, bahkan salah satunya, Ranting Kayuputih menjadi yang terbaik. Dalam sambutannya, Ketua PWM menyebutkan, “Ciri hidupnya organisasi Muhammadiyah adalah ada pengajiannya. Ranting Kayuputih telah membuktikan, bahwa dengan menggalakan wakaf, maka jadilah fasilitas, dengan berdirinya fasilitas, maka dakwah dan pengajian menjadi mudah”.

Ustadz Dedy, Ketua Panitia Kegiatan mengatakan, bahwa kegiatan ini bertema “Membangkitkan Ghirah ber-Muhammadiyah di Jakarta dengan semangat Memajukan Indonesia Mencerahkan Semesta” bertujuan sebagai wahana Silaturahim Ranting Muhammadiyah se-Jakarta, untuk berbagi pengetahuan (knowledge sharing) dan pengalaman dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah, menggerakan dan menginspirasi serta mengajak kaum muda agar bersinergi dalam menumbuhkembangkan Ranting Muhammadiyah di Jakarta.

Kami, lanjut Ustadz Dedy, Angkatan Muhammadiyah (AMM) Kayuputih merasa bangga menjadi bagian dari kegiatan yang bersejarah dan menginspirasi ini. Kami mengajak kaum milenial untuk bersinergi, bersama kita membangun Ranting Muhammadiyah yang berkemajuan dan mencerahkan.

Baca Juga:   Milad 108 Muhammadiyah di Medan: Bedah Rumah hingga Pengelola Masjid Terbaik

Pentingnya Inisiasi dan Variasi Program

Ketua LPCR DKI Jakarta, Dr. Zamahsari, mengatakan: Salah satu masalah yang dihadapi oleh Cabang dan Ranting adalah kurangnya frekwensi, variasi dan daya tarik program-program Cabang dan Ranting. Kondisi inilah yang membuat sebagian keluarga besar Muhammadiyah menoleh dan melirik pada “yang lain”. Salah satu langkah strategis dan menjadi pilar pengembangan Cabang dan Ranting adalah dengan menginisiasi program-program yang menarik, sesuai kebutuhan jamaah, lebih variatif dan berdimensi pemberdayaan.

Selain itu, lanjut Ketua LPCR DKI ini, upaya ini juga diharapkan dapat menghadirkan kesadaran baru/spirit baru yang transformatif bagi cabang dan ranting yang ada di DKI Jakarta, bahwa cabang dan ranting percontohan itu ada di wilayah DKI Jakarta. Di mana antara satu cabang dan ranting dapat saling belajar untuk ragam sisi; Ini tidak berarti bahwa cabang dan ranting di luar DKI Jakarta diabaikan. Karena itu, kegiatan yang diadakan di Ranting Muhammadiyah Kayuputih ini sangat penting, bukan untuk nyontek, tapi ngambil spirit, dari Ranting Kayu Putih ini. Ranting yang lain tidak mungkin nyontek Kayuputih ini, karena dinamika dan persoalan yang ada di masing-masing ranting berbeda dengan Kayuputih.

Sinergi dengan Amal Usaha

Tumbuh kembangnya ranting Kayuputih tentu tidak dengan sendirinya. Keterbukaan untuk bersinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci sukses. Selain soliditas pimpinan untuk maju bersama, Ranting Kayuputih juga menggandeng Lembaga lain untuk optimalisasi potensi yang ada, seperti Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiayahan (LPP AIK) UHAMKA. LPP AIK, dalam hal ini memberi dorongan kepada Ranting Kayu Putih dalam kegiatan Silaturrahim dan Workshop.

Selain itu, dorongan juga diberikan kepada seluruh ranting dan cabang yang ada di DKI dengan mengadakan riset bersama LEMLIT UHAMKA, serta penyebaran mahasiswa-mahasiswa UHAMKA melalui program Da’i perkotaan yang bekerjasama dengan LAZISMU PP Muhammadiyah dan MPM DKI. Meskipun program Dai Perkotaan ini, di fase awalnya masih menyasar beberapa cabang saja. Namun harapannya ke depan program ini dapat menjadi percontohan bagi yang lain.

Baca Juga:   Haedar Nashir: Rumah Sakit dan Universitas Muhammadiyah Jadi Kado Tanwir Ambon

Ketua LPP AIK UHAMKA, Muhammad Dwifajri, mengungkapkan, “Banyaknya umat Islam di DKI Jakarta adalah tantangan tersendiri untuk kita mengembangkan dakwah sesuai dengan kebutuhan dan masalah yang dihadapi.” Dan Program Dai Perkotaan ini, dirancang secara berbeda, tidak hanya sekadar menyampaikan tablig, tapi juga terlibat secara langsung dalam melihat masalah, menganalisisnya dan bersama cabang mencari jalan keluarnya.(riz)