27 C
Yogyakarta
Jumat, Agustus 14, 2020

Jalan Hidup Pribadi

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Dosen UMY Lakukan Pendampingan Manajemen Infaq Masjid

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Pengabdian Masyarakat merupakan implemetasi catur dharma perguruan tinggi. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah...

Uji Sertifikasi Kompetensi untuk Penyunting Naskah atau Editor

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Penulisan buku non fiksi, Penyunting Naskah/Editor, Penyunting Substantif kerjasama Program Studi Magister Pendidikan IPS,...

Pengabdian Masyarakat, Dosen FEB UMY Suburkan KWT Amanah ‘Aisyiyah Bausasran

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Isthofaina Astuty bersama dengan Meika Kurnia Pudji RDA, dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas...

Peran Penting Pemasaran Ritel Perspektif Akademisi Internasional dan Praktisi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Guna menambah wawasan dan pengalaman praktis mahasiswa, International Program of Management and Business (IMaBs), prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah...

Pimpinan Madrasah Mu’allimin dan PUTM Lepas Kader Pengabdian di Sumpur Kudus

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Bertempat di Masjid Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, 14 Agustus 2020, pimpinan Madrasah Muallimin dan Pendidikan Ulama...
- Advertisement -

Prof Dr H Dadang Kahmad, MSi

Setiap Muslim harus memiliki prinsip hidup dan kesadaran iman, berupa tauhid kepada Allah SwT yang benar, ikhlas, dan penuh ketundukan, sehingga terpancar sebagai ibad ar-rahman yang menjalani kehidupan dengan benar-benar menjadi mukmin, Muslim, muttaqin dan muhsin yang paripurna.

Setiap Muslim wajib menjadikan iman dan tauhid sebagai sumber seluruh kegiatan hidup, tidak boleh mengingkari keimanan berdasarkan tauhid itu, dan tetap menjauhi serta menolak syirik, takhayul, bid’ah, dan khurafat yang menodai iman dan tauhid kepada Allah SwT.

Setiap Muslim dituntut untuk meneladani perilaku Nabi dalam mempraktikkan akhlak mulia, sehingga menjadi uswah hasanah yang diteladani oleh sesama berupa sifat sidiq, amanah, tabligh dan fatanah.

Setiap Muslim dalam melakukan amal dan kegiatan hidup harus senantiasa didasarkan kepada niat yang ikhlas dalam wujud amal-amal shalih dan ihsan, serta menjauhkan diri dari perilaku riya’, sombong, ishraf, fasad, fahsya, dan munkar.

Setiap Muslim dituntut untuk menunjukkan akhlak yang mulia (akhlaq al-karimah), sehingga diteladani dan menjauhkan diri dari akhlak yang tercela (akhlaq al-mdzmumah) yang membuat dibenci dan dijauhi sesama.

Setiap Muslim di mana pun bekerja dan menunaikan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari harus benar-benar menjauhkan diri dari perbuatan korupsi dan kolusi serta praktik-praktik buruk lainnya yang merugikan hak-hak publik dan membawa kehancuran dalam kehidupan di dunia ini.

Setiap Muslim dituntut untuk senantiasa membersihkan jiwa ke arah terbentuknya pribadi yang muttaqin dengan beribadah yang tekun dan menjauhkan diri dari nafsu yang buruk, sehingga terpancar kepribadian yang shalih dan menghadirkan kedamaian serta kemanfaatan bagi diri dan sesamanya.

Setiap Muslim melaksanakan ibadah mahdhah dengan sebaik-baiknya dan menghidup suburkan amal nawafil (ibadah sunnah) sesuai dengan tuntunan Rasulullah, serta menghiasi diri dengan iman yang kokoh, ilmu yang luas, dan amal shalih yang tulus, sehingga tercermin dalam kepribadian dan tingkah laku yang terpuji.

Setiap Muslim harus menyadari dirinya sebagai abdi dan khalifah di muka bumi, sehingga memandang dan menyikapi kehidupan dunia secara aktif dan positif serta tidak menjauhkan diri dari pergumulan kehidupan dengan landasan iman, Islam, dan ihsan dalam arti berakhlak karimah.

Setiap Muslim senantiasa berpikir secara burhani, bayani, dan irfani yang mencerminkan cara berpikir yang Islami yang dapat membuahkan karya-karya pemikiran maupun amaliah yang mencerminkan keterpaduan antara orientasi habluminallah dan habluminannas serta maslahat bagi kehidupan umat manusia.

Setiap Muslim harus mempunyai etos kerja Islami, seperti: kerja keras, disiplin, tidak menyianyiakan waktu, dan berusaha secara maksimal untuk mencapai suatu tujuan. (IM)

Artikel ini pernah dimuat di Majalah SM Edisi 24 Tahun 2018

- Advertisement -
Berita sebelumyaHifdzul Qalam
Berita berikutnyaBerbuat Baik Bukan Jaminan
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles