Beralih dari STIKES, Berikut Profil Universitas ‘Aisyiyah Surakarta

Dok SM

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini mengungkapkan rasa syukur atas terbitnya SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 260/M/2020 tentang izin perubahan bentuk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Surakarta menjadi Universitas ‘Aisyiyah Surakarta, Kamis (19/3).

Memiliki visi menjadi Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah yang unggul dalam bidang kesehatan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berakhlakul karimah dan kompetitif di tingkat nasional tahun 2022, kini sudah terbukti dengan beralihnya STIKES beralih menjadi Universitas.

Berawal dari lembaga pendidikan tinggi milik Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Surakarta yang berjuang untuk mendirikan pendidikan kesehatan telah dimulai sejak tahun 1966. Perjuangannya diawali dari berdirinya Sekolah Bidan ‘Aisyiyah (SBA) pada tanggal 5 Mei 1966 berdasarkan SK No.40/Peed/1966 oleh Hj Syuhud Rais dan Hj Gito Atmojo.

Kemudian, pada tahun 1981 SBA dikonversi menjadi Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) ‘Aisyiyah Surakarta dengan SK Men.Kes RI No.53/Kep/Diklat/Kes/1981. Setelah itu, pada tahun 1997 SPK ‘Aisyiyah Surakarta dikonversi menjadi Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Surakarta dengan SK Men.Kes RI No.HK.00.06.1.1.1156.

Pada tahun 2002 PDA mendirikan Akademi Keperawatan ‘Aisyiyah Surakarta berdasarkan SK Mendiknas RI No.231/D/O/2002. Setelahnya pada tahun 2003 PDA BPH Pendidikan Tinggi ‘Aisyiyah Surakarta mengembangkan Akademi Kebidanan dan Akademi Keperawatan ‘Aisyiyah Surakarta untuk digabungkan menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) ‘Aisyiyah Surakarta. Kini, masuklah pada tahap Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Surakarta lebih meluas dan mengglobal menjadi Universitas.

Hal ini juga menimbang karena begitu banyak yang harus dilakukan demi optimalnya pelayanan akademik. Di sisi lain, Universitas ‘Aisyiyah Surakarta ingin menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan yang unggul  bertaraf nasional  di bidang akademik serta non-akademik yang bernafaskan Islam serta dapat melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan lebih baik.

Baca Juga:   Dampingi Penyintas, MDMC–Lazismu Kembali Kirim Relawan Respon Palu, Sigi, dan Donggala

Universitas ‘Aisyiyah Surakarta menjadi universitas kedua milik salah satu organisasi perempuan terbesar di Indonesia setelah Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta. Disamping Sekolah Tinggi maupun Akademi ‘Aisyiyah yang tersebar di pelosok negeri. Dengan adanya izin perubahan bentuk menjadi Universitas ‘Aisyiyah Surakarta, “semoga menjadi Universitas yang unggul dan berkemajuan,” ungkap Ketum PP ‘Aisyiyah.(rahel)