Upaya Cegah Covid-19, Belajar di Rumah Menggerakan Kelas Menulis Daring

Belajar Daring Ilustrasi

TEGAL, Suara Muhammadiyah – Kegiatan merdeka belajar dalam sistuasi mengahadapi Covid-19 ini para siswa yang tergabung dalam Gerak Literasi sekolah memanfaatkan media Daring sebagai media menulis.

Kemudian para siswa penggerak literasi mengirimkan karya karyanya berupa Cerita Pendek maupun Karya Puisi. Ada sebuah komunikasi melalui daring Guru sebagai fasilitator yang mengoreksi serta memotifasi para siswa untuk menulis.

Merdeka Belajar dalam mengeksplorkan ide pemikiran para siswa dalam gerakkan literasi daring mendapatkan respon yang baik.

Pemerintah melalui Kemendikbud menganjurkan agar para siswa belajar di Rumah dan gunakan media online.

Perkembangan teknologi dan komunikasi dalam beberapa tahun terakhir bukan hanya mempengaruhi produk elektronik saja, melainkan juga di dunia pendidikan terutama metode pembelajaran. Hampir semua orang pernah mengalami duduk di bangku kelas bersama teman-teman sementara guru di depan papan tulis sedang menerangkan pelajaran. Cara tersebut memang masih diterapkan saat ini, namun kecanggihan teknologi mempengaruhi perubahan dalam pola mengajar.

Salah satu media pembelajaran yang mulai berkembang saat ini adalah media pembelajaran google classroom,media pembelajaran ini merupakan salah satu model pembelajaran e-learning. Di mana guru memanfaatkan google sebagai alat untuk memberikan materi, latihan dan penugasan kepada siswa.

Google Classroom (Ruang Kelas Google) merupakan suatu model pembelajaran campuran yang digunakan untuk setiap ruang lingkup pendidikan yang bertujuan sebagai solusi untuk aktifitas belajar di Rumah.

Menurut Sulasi Arosidu Silfa siswa SMK Muhammadiyah Lebaksiu yang memanfaatkan program Literasi Daring mengatakan, selain waktu dan tempat yang digunakan fleksibel, keuntungan lainnya yaitu biaya yang digunakan lebih sedikit. “Jika dalam mengikuti pelatihan pemrograman ataupun kursus offline Anda perlu mengeluarkan banyak biaya, seperti biaya pendaftaran, biaya ongkos, bahkan jika pelatihan tersebut di luar kota, kita harus mengeluarkan biaya untuk penginapan dan sebagainya,” katanya.

Baca Juga:   Bantu Warga, Lazismu Jatim Siapkan 100 Ribu Paket Sembako Senilai 20 Miliar

Untuk kegiatan pembelajaran online hanya akan mengeluarkan biaya jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan mengikuti pelatihan ataupun mengikuti kursus offline. Mungkin saja biaya yang dikeluarkan hanya untuk kuota dikarenakan mengikuti pembelajaran harus memiliki koneksi internet, ataupun biaya untuk membeli modul yang tentunya materi yang tersedia adalah materi terstruktur yang akan menunjang kegiatan belajar pemrograman.

Dimulai dari dasar sampai benar benar ahli dalam pemrograman. Dapat disesuaikan dengan kemampuan. Sudah sepatutnya kita mengetahui, bahwasannya setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Cocok sekali menggunakan sistem Belajar Online. Karena, dari situasi ini kita bisa mengetahui sampai mana kemampuan seseorang tersebut. (Hendra Apriyadi)