Usaha Mencegah Penularan Covid-19 merupakan Ibadah Bernilai Jihad

Vaksin Covid-19
Darurat Covid-19 Ilustrasi Dok Vectorstock

Tuntunan Ibadah dalam Kondisi Darurat Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan EDARAN TENTANG TUNTUNAN IBADAH DALAM KONDISI DARURAT COVID-19 sesuai Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Edaran tersebut hendaknya dapat dilaksanakan dan dapat menjadi panduan bagi ummat Islam pada umumnya dan warga Muhammadiyah pada khususnya. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita dan segera menjauhkan kita dari musibah.

Usaha aktif mencegah penularan Covid-19 merupakan bentuk ibadah yang bernilai jihad, dan sebaliknya tindakan sengaja yang membawa pada risiko penularan merupakan tindakan buruk/zalim. Hal ini selaras dengan al-Quran,

QS. Al-Maidah [5] ayat 32,

Usaha Mencegah Penularan Covid-19 merupakan Ibadah Bernilai Jihad
Usaha Mencegah Penularan Covid-19 merupakan Ibadah Bernilai Jihad 1

Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.

Ayat ini menunjukkan bahwa siapa saja yang berusaha memelihara eksistensi kehidupan seorang manusia, maka ia seakan telah menjaga eksistensi kehidupan seluruh umat manusia. Sebaliknya, siapa saja yang telah dengan sengaja membiarkan seseorang terbunuh, maka ia seakan telah menghilangkan eksistensi seluruh umat manusia.

Demikian juga hadis Nabi saw,

Usaha Mencegah Penularan Covid-19 merupakan Ibadah Bernilai Jihad
Usaha Mencegah Penularan Covid-19 merupakan Ibadah Bernilai Jihad 2

Dari Sa’id bin Zaid (ia meriwayatkan): Aku pernah mendegar Rasulullah saw pernah bersabda: Barangsiapa yang terbunuh karena melindungi hartanya maka dia syahid. Siapa yang terbunuh karena melindungi agamanya maka dia syahid. Siapa yang terbunuh karena melindungi darahnya maka dia syahid. Siapa yang terbunuh karena melindungi keluarganya maka dia syahid [HR al-Tirmidzi].

Hadis ini menunjukkan bahwa orang yang berusaha mempertahankan harta, agama, darah (jiwa), dan keluarganya (orang lain) seperti para ahli medis yang berjuang mempertahankan nyawa orang yang terpapar Covid-19, dan orang pada umumnya yang berusaha agar corona tidak menyebar luas merupakan orang yang berada di jalan Allah dalam arti jihad. Itulah mengapa ketika mereka meninggal dalam proses mempertahankan itu mereka diganjar pahala syahid.

Baca Juga:   Tata Cara Shalat Tarawih menurut Tarjih

Mafhum mukhalafah (argumentum a contrario) dari itu ialah bahwa orang yang justru berperan aktif secara sengaja dan atau menyepelekan wabah Covid-19 sehingga abai dan membahayakan dirinya dan juga orang lain adalah termasuk yang berlawanan dengan upaya jihad mempertahankan nyawa, dan yang demikian itu merupakan bentuk kezaliman (tidak menempatkan sesuatu sesuai keadaannya). Lagi pula orang ini melanggar firman Allah dalam QS. Al-Baqarah [2]: 195,

Usaha Mencegah Penularan Covid-19 merupakan Ibadah Bernilai Jihad
Usaha Mencegah Penularan Covid-19 merupakan Ibadah Bernilai Jihad 3

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan.

Selengkapnya :