Sehat Mental dengan Puasa Digital

Ilustrasi Dok Point Star

Oleh: Farhan Aji Dharma

Akhir waktu ini kita benar-benar sedang berada dalam situasi yang sulit. Namun sebagai umat Islam, alangkah baik bilamana kita dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian. Keadaan ini mari kita posisikan sebagai ujian. Khususnya pada diri kita masing-masing, umumnya pada negara bahkan dunia.

Allah Swt tentu tidak serta merta memberikan ujian tanpa jalan keluar. Sebagai hamba yang tiada berdaya di hadapan Allah Swt, pantaslah kita hanya menggantungkan segala harap pada-Nya di samping tetap mengistikamahkan ikhtiar. Kita perlu mengingat firman Allah Swt yang seringkali kita baca dan dengar:

  فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا ◌ إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا ◌ فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ ◌ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب

Artinya: “Karena sungguh bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sungguh bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS. Al-Insyirah (94): 5-8)

Firman Allah Swt di atas dapat kita genggam sebagai cahaya terang. Barangkali memang, selama ini kita terlalu keras mengejar dunia dan segala tipu muslihatnya sampai Allah Swt menyadarkan kita dengan situasi ini. Situasi yang membuat kita sadar bahwa dunia ini semakin menjauhkan kita dari Allah Swt. Allah Swt seolah-olah sedang meminta perhatian kita yang selama ini tidak kita tumpahkan kepada-Nya. Saudara sekalian, inilah waktu yang tepat bagi kita untuk bertafakkur (berpikir dan merenungi kekhilafan kita sebagai hamba) dan bertazakkur (mendengungkan zikir sebagai upaya untuk selalu mengingat kebesaran Allah Swt).

Virus corona yang mewabah ini melahirkan kesepakatan yang berangkat dari kesadaran kita masing-masing untuk saling menjaga satu sama lain. Salah satunya adalah dengan menjaga jarak temu atau berjarak fisik. Meski demikian, silaturahmi harus tetap kita junjung tinggi. Terlebih, kesempatan melakukan hal-hal baik masih dapat kita lakukan. Selain dengan saling menjaga satu sama lain, kita juga dapat membantu saudara-saudara kita dengan apapun yang dapat kita lakukan. Semoga semua hal baik yang kita lakukan mendapat rida Allah Swt.

Baca Juga:   Kiai Dahlan Melawan Kebodohan

Dalam situasi ini, media sosial atau medsos telah membantu kita dalam banyak hal. Baik dalam pekerjaan maupun urusan-urusan lain. Namun demikian, kita juga semestinya dapat menggunakan piranti kemajuan ini dengan bijaksana. Karena sebagaimana kita tahu, melalui media sosial, setiap hari kita dibanjiri dengan informasi yang kadangkala tak mampu kita kendalikan. Banjir informasi itu semestinya dapat kita saring, mana yang baik dan mana yang tidak, mana yang benar dan mana yang tidak.

Selain menjaga kondisi fisik, kita juga perlu menjaga mental kita untuk dapat selalu bersikap tenang di tengah keadaan. Hal ini dapat kita lakukan dengan saling memberi informasi yang baik dan teduh di media sosial. Karena tanpa kita sadari, media sosial ternyata dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan jiwa dan mental kita. Tidak jarang kita dapati kegaduhan bahkan berujung pada pertengkaran satu sama lain. Hal seperti inilah yang patut kita hindari. Jangan sampai justru, kitalah yang membuat kegaduhan dan keributan.

Maka dari itu, mari sejenak kita letakkan gawai, gadget atau handphone dari tangan. Mari isi hari-hari kita dengan percakapan hangat bersama keluarga kita di rumah. Pandanglah wajah orang tua, istri, anak-cucu, atau saudara kita di rumah lebih dekat. Perbaiki hubungan yang kurang baik, rajut benang yang tercerai, dan eratkan tangan membangun kekuatan.

Bagi saudara sekalian yang jauh dari kerabat, manfaatkanlah media sosial untuk berbagi kabar baik dengan keluarga atau kerabat jauh. Kurangi penggunaan gadget untuk hal-hal yang tak bermanfaat. Mari bersama-sama kita saling menyamankan dan menenangkan.

Apalagi dalam suasana menjamu tamu agung, Ramadan. Upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt marilah kita maksimalkan. Manfaatkan media sosial dengan baik dan bijak. Ambil Alquran kita yang mulai berdebu. Mari menyambut rindu yang Allah Swt sampaikan pada kita dengan situasi ini. Beristiratlah dari kegaduhan baik di dunia maya terlebih di dunia nyata dan marilah kita menyepi sejenak dengan bermesraan bersama Allah Swt. Semoga Allah Swt senantiasa melindungi kita dari segala mara bahaya. Aamiin.

Farhan Aji Dharma, Penulis adalah Alumni Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta dan Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Sleman

Baca Juga:   Harus Ada Filter Berdasarkan Islam