Dosen Unisa Berbagi Sabun dan Sarung Tangan untuk Pemulung

Dok Ilkom Unisa/SM

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Dosen Prodi Komunikasi Universitas Aisyiyah Yogyakarta melakukan pembagian sabun cuci tangan dan sarung tangan berbahan karet pada komunitas pemulung Mardiko di TPST Piyungan. Hadir dalam acara ini perwakilan pengurus Mardiko, dua orang dosen Prodi Komunikasi dan Rizal dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Acara ini dilakukan secara singkat, sebagai salah satu upaya mengurangi kerumunan di masa pandemi Covid 19.

Erwin Rasyid, M.Sc menyampaikan bahwa pembagian sabun cuci tangan dan sarung tangan ini merupakan kegiatan pengandian masyarakat kami dari hibah internal UNISA Yogyakarta. “Dengan sarung tangan dan sabun cuci tangan tersebut  kami berharap dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat para pemulung di TPST Piyungan. Untuk selalu menjaga kebersihannya, sarung tangan harus dicuci setelah digunakan kemudian dikeringkan,” kata Erwin, , Selasa (21/4).

Dalam kesempatan yang sama, Wuri Rahmawati M.Sc menyebutkan bahwa pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu bentuk keberlanjutan dari MoU yang telah terjalin antara UNISA Yogyakarta dengan MPM PP Muhammadiyah.

Tahapan yang sudah dilakukan dalam pengabdian masyarakat selama ini yaitu memberikan pelatihan membuat dan mengemas sabun cuci tangan kepada ibu-ibu pemulung komunitas Mardiko. “Sabun cuci tangan kami beri nama “MARUN” yang merupakan singkatan dari MARdiko UNisa.  Kami serahkan sejumlah 240 botol sedangkan untuk sarung tangan kami bagikan sebanyak 100 buah untuk pemulung di TPST Piyungan,” kata Wuri.

“Kami sangat berterimakasih sekali kepada MPM dan UNISA Yogyakarta yang telah memperhatikan pemulung Mardiko. Alhamdulillah sampai hari ini semua anggota Mardiko sehat di masa seperti ini. Nanti akan kami sampaikan ke anggota agar semakin membiasakan untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun ini setiap kali mereka selesai bekerja,” ungkap Tamti Sekretaris Mardiko.(Riz)

Baca Juga:   Milad ke-106 Muhammadiyah Usung 'Ta’awun untuk Negeri'