24 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 4, 2020

Muhammadiyah Harus Menjadi Pelopor Relasi Sosial Baru

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

IAIN Kudus Gandeng MTs Al-Mu’min dalam KKL Online

IAIN Kudus Gandeng MTs Al-Mu’min dalam KKL Online

Muhammadiyah Tegaskan Tak Ikut POP Kemendikbud

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah menegaskan tak mengikuti Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mendikbud memang sempat menyampaikan permintaan agar...

Qurban Masa Pandemi, Lazismu Grobogan Himpun Qurban Hingga 847 Juta

GROBOGAN, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Grobogan berhasil menghimpun puluhan hewan qurban pada Idul Adha...

Kawal Kebijakan Pemerintah AMM Wonosobo Bertandang ke DPRD

WONOSOBO, Suara Muhammadiyah - Sejumlah perwakilan dari Angkatan Muda muhmaadiyah (AMM) Wonosobo adakan audiensi bersama Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wonosobo....

Dikemas Ramah Lingkungan, BPKH Salurkan 50 Ekor Sapi Lewat Kurban Ketahanan Pangan Lazismu

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – LAZISMU. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama mitra program kemaslahatan di hari raya Idul Adha menyalurkan 50 hewan...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1441 H, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Dunia menyelenggarakan Tabligh Akbar dengan tema “Reorientasi Kemanusiaan Semesta”. Materi disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Haedar Nashir, M. Si selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Dra. Siti Noordjannah Djohantini, M. Si, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah pada Rabu, 22 April 2020.

Haedar Nashir menyampaikan, dalam kirprahnya di masyarakat, Muhammadiyah tidak cukup hanya dengan slogan. Muhammadiyah terus berjuang di berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi agar umat Islam naik kepada tingkat yang lebih tinggi dalam aspek Khairul Ummah (umat terbaik).

Dalam situasi seperti ini, Muhammadiyah mulai berpikir jangka panjang karena situasi sosial masyarakat yang berubah secara signifikan. “Semangat inklusifitas kemanusiaan Muhammadiyah perlu mempelopori relasi sosial baru dimana nilai-nilai agama bisa menjadi humanisme kolektif yang saling tawasuth dalam perbedaan serta tasamuh. Hal ini perlu menjadi agenda Muhammadiyah ke depan,” ujarnya.  

Siti Noordjannah Djohantini mengungkapkan bahwa dalam konteks menuju keluarga sakinah, situasi lockdown ini dapat menjadi momentum besar untuk mendekatkan serta mempererat hubungan dan kehangatan antara masing-masing anggota keluarga. Dalam mewujudkan keluarga sakinah, setiap anggota keluarga memiliki peran dan andil yang berbeda-beda.

Pada subtansinya, keluarga sakinah adalah keluarga yang diharapkan mampu menumbuhkan nilai-nilai keagamaan, bersemainya kehidupan yang damai, dapat memberikan maslahat kepada lingkungan masyarakat, memperkokoh keimanan, sehingga darinya akan terpancar kebaikan dalam kehidupan dan pergaulan secara luas. “Dalam laboraturium lockdown ini, kita harus memiliki praktek-praktek baru dalam mewujudkan kemaslahatan keluarga dan umat,” paparnya. (diko)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles