TAFSIR AL TSA’LABY AL MAGHRIBY: Jawahir Al Hisaan fii Tafsiir Al Qur’an

Tafsir Al Qur’an Jawahir Al Hisaan Foto Dok Abu Nabila

TAFSIR AL TSA’LABY AL MAGHRIBY
Jawahir Al Hisaan fii Tafsiir Al Qur’an
Al Imam Abu Zaid Al Tsa’laby Al Andalusy (786 – 875 H)

Oleh: Khairul Amin

Pada pembahasan sebelumnya, kita telah membahas bahwa ada Al Tsa’laby dalam dunia tafsir. Pada artikel ini kami bahas ialah yang kedua, Al Tsa’laby Al Maghriby Al Maliki penulis Al Jawaahir Al Hisaan fii Tafsiir Al Qur’an. Beliau lahir pada 786 H di abad 9 H/13 M dimana perkembangan keilmuan Islam sedemikian pesat, utamanya di daerah Maghrib yang relatif stabil dari peradaban Islam di Timur, ditandai dengan runtuhnya Khilafah ‘Abbasiyyah oleh serbuan Mongol.

Beliau lahir dengan nama lengkap ‘Abdurrahman ibn Muhammad ibn Makhluf Abi Zaid Al Andalusy Al Maaliki. Tidak disebutkan secara rinci masa pertumbuhan beliau dalam kitab-kitab sirah, namun dijelaskan secara singkat beliau tumbuh dalam lingkungan yang mencintai ilmu dan memiliki keuatamaan. Disebutkan pula beliau menyelesaikan hafalan Al Qur’an diwaktu kecil. Kemudian melanjutkan menuntut ilmu dnegan belajar kitab-kitab tarikh/ sejarah, tafsir, hadits, ushul, kalam. Adab/ sastra, lughah, nahwu, sharaf, ‘arudh dan lainnya.

Sebagai seorang ulama, beliau melaksanakan tradisi yang dilakukan oleh ulama-ulama lainnya, yaitu rihlah ‘ilmiyyah. Disebutkan dimasa mudanya beliau mengelilingi Afrika Utara (Maroko, Tunisia, Aljazair) untuk menuntut ilmu hingga akhirnya ia menjadi seorang faqih, khususnya dalam mazhab Maliki. Diantara guru-guru beliau, yaitu Waliyuddin Al ‘Iraqi, Muhammad ibn Khalfah ibn ‘Umar Al Tunisy, Ahmad Al Naqawisy AL Bajany, Muhammad ibn ‘Ali ibn Ja’far Syams, ‘Abdullah ibn Mas’ud Al Tunisiy, dan masih banyak lagi. Diantara murid beliau, yaitu Muhammad ibn Muhammad ibn Ahmad ibn Al Khatib, Muhammad ibn Yusuf ibn ‘Umar Syu’aib Al Sanusy, Muhammad ibn ‘Abdul Karim ibn Muhammad Al Mughyly.

Imam Al Tsa’laby mendapatkan pujian dari berbagai ulama setelahnya. Diantaranya dari Imam Al Sakhawy, Al Tanbaky, Syaikh Zaruuq, Ibn Salamaah Al Bakry, Al Ghazy,  dan Husain Al Zahaby. Diantaranya beliau disebutkan sebagai imam al hujjah, Syaikh, wara, zahid, dan waliyullah. Al Sakhawy menyebutnya sebagai Imam al ‘allamah. Beliau juga digelari Al mufassir, Al muhaddits, Al Faqiih, Al Raawiyah, Al ‘Umdah, Al ‘Aarif billah,

Baca Juga:   Puasa Ramadhan dan Beberapa Aspek Hukumnya (8) ; Surat Al-Baqarah Ayat 183-187

Nama beliau dikenal karena tulisan-tulisan beliau yang luas dalam berbagai tema. Diantara karya beliau, yaitu Al Jawahir Al Hasan fii Tafsir Al Quran (tafsir), Raudhatul Anwar, Jaami’ Al Ummahaat fi Ahkam Al ‘Ibaadat (Fiqh), Arba’in Hadiitsan Mukhtaarah, Mukhtaar min Al Jawaami’ (Hadits), Anwar Al Madhiyyah fii Jam’I baina Al Syari’ah wa Al Haqiiqah, Al ‘Uluum Al Faakhirah fii Ahwaal Al Aakhirah, Kitab Al Nashaaih, Jaami’ Al Fawwaid, Al Durr Al Faaiq fi Al Adzkaar, Al Irsyaad fii Mashaalih Al ‘Ibaad (Ilmu-Ilmu Akhirat), Syarah Manzuumah Ibn Barri Qira’ah Nafi’, Irsyad Masaalik (Qira’at), Tuhfat Al Aqraan fii ‘Iraab Ba’dh Ayyi Al Qur’an, Al Dzahab Al Ibriiz fi Ghariib Al Qur’an Al ‘Aziiz (Ilmu ‘Irab Al Qur’an), Kitab Al Mu’jizat,  Al Anwaar fii Mu’jizaat Al Nabiy Al Mukhtaar (Sirah).

Imam Abu Zaid Al Tsa’laby diantara ulama yang lahir pada masa akhir-akhir perkembangan yang demikian pesat dari ilmu Al Qur’an dan Tafsir. Sebelum masanya telah banyak karya-karya besar dalam bidang tafsir yang dilahirkan. Hal ini mengakibatkan, karya Imam Abu Zaid Al Tsa’laby kaya akan referensi dari masa sebelumnya. Namun dari beberapa kitab besar, beliau mencukupkan dengan merujuk pada ringkasanya yang telah mengalami pemadatan dan penyeleksian informasi/ riwayat. Sehingga nanti tidak begitu banyak pembaharuan pendapat, namun kaya akan komparasi pendapat. Beliau cukup menghimpun dan meringkas berbagai informasi keilmuan sebelumnya, sembari beliau teliti kembali validitas dan kredibiltasnya.

Diantara yang menjadi dasar rujukan beliau dalam tafsirnya  Al Jawaahir Al Hisaan , yaitu (a) kitab-kitab tafsir sebelumnya, (b) kitab Gharaib Al Qur’an wa Al Hadits (pembahasan kata-kata asing dalam al Qur’an dan hadits), (c)Kitab-kitab Sunnah, (d) Kitab Al Targhib wa Al Tarhib wa Al Raqaiq (motivasi, anjuran, pelembut hati), (e) kitab ahkam al fiqhiyyah wa al ushuliyyah (hukum-hukum fiqh dan ushul), (f) kitab khasaish wa syamaail (seputar pribadi nabi), (g) kitab tarbiyah dan tahzib al nufus (pendidikan dan ilmu jiwa), dan (h) kitab asma wa sifat (penjelasan nama dan sifat Allah SWT).

Baca Juga:   Tafsir Kiai Dahlan

Diantara kitab tafsir yang dijadikan rujukan yaitu (1) Tafsir Ibn ‘Athiyyah – Al Muharrar Al Wajiiz, (2) Mukhtashar Tafsir Al Thabari – Abu ‘Abdullah Muhammad ibn ‘Abdullah ibn Ahmad Al