Haedar Nashir: Agama Harus Menerangi Kehidupan

Dok Rahel/SM

Suara Muhammadiyah-Dalam program Ramadhan di rumah yang disiarakan langsung tvMu Haedar Nashir menyampaikan, Islam adalah agama yang menyeluruh (sempurna). Ia juga merupakan agama wahyu yang mengandung banyak khazanah ilmu pengetahuan dan pedoman bagi kehidupan manusia. “Jadi agama Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah Swt untuk umat akhir zaman, tertulis di dalam al-Qur’an dan dibawa oleh nabi Muhammad SAW dalam bentuk sunnahnya, yang mengandung perintah dan larangan serta petunjuk untuk kebahagiaan umat manusia,” ungkapnya

Sekarang bagaimana kita memahami Islam sebagai agama yang mencerahkan. Kata ‘at-tanwir’ diambil dari kata ‘nuur’ yang berarti cahaya. Kata pencerahan (at-tanwir) bukan semata-mata hanyalah istilah teknis, namun juga memiliki makna yang mendalam. Sebagaimana Allah isyaratkan bahwa terdapat 43 kata nuur di dalam al-Qur’an.

Adapun makna ‘nuur’ yang pertama adalah, nuur sebagai cahaya atau materi cahaya. Dalam QS. Yunis ayat 5 Allah Swt berfirman, “Bahwa Allah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan itu bercahaya”. Menurut para ahli, cahaya sebagai materi dan bukan sebagai gelombang elektromagnetik yang kasat mata. Dari situlah kemudian melahirkan berbagai macam teori seperti optik, mekanika, dan lain sebagainya. “Dari ciptaan Allah yang bernama cahaya lahirlah ilmu, kemudian dengan ilmu itulah kehidupan tercerahkan,” ujar Haedar pada Jum’at, 24 April 2020.

Haedar menjelaskan, matahari sebagai benda yang melahirkan cahaya dipakai sebagai lambang Muhammadiyah. Artinya, melalui Muhammadiyah kita ingin Islam dipahami dan diamalkan sehingga dapat menerangi kehidupan layaknya matahari yang menyinari semesta.  

Kedua, Islam sebagai agama ilmu. Islam sebagai agama pencerahan juga mengandung dimensi yang bersifat keilmuan. Allah berfirman “Wahai manusia, sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu dan telah kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang” (QS An-Nisa: 174). Islam telah memberikan khazanah kepada ilmu sehingga mampu mencerahkan kehidupan. “Dengan ilmu kita mampu memahami dan menjelaskan segala sesuatu,” tutupnya. (diko)

Baca Juga:   PP Nasyiatul Aisyiyah Selenggarakan ToT Keluarga Tangguh Bencana