22 C
Yogyakarta
Minggu, Agustus 9, 2020

Ribuan Masker Gratis dari Balai Sakinah ‘Aisyiyah Sambas

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Berita Hoax Covid-19 Lebih Cepat Menjangkiti Dibanding Virusnya

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sudah beberapa kali ini berita hoax terkait Covid-19 terus bermunculan dan meresahkan masyarakat luas. Berita hoax Covid-19 justru...

Salurkan KUR Syariah, Menko Perekonomian Dukung UMKM Pemuda Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dampak dari Pandemi Covid-19 tidak bisa dipungkiri menghantam semua sendi dan aspek kehidupan masyarakat, semua lapisan tanpa pandang...

Sinau Manajemen Humas bersama Komunikasi UNISA Yogyakarta

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Program Studi Komunikasi UNISA Yogyakarta menggelar Dibkom (Diskusi Bersama Komunikasi UNISA) seri keempat dengan mengangkat tema  Sinau Manajemen...

Ketua PWM Sulsel Resmi Lantik Mudir Darul Arqam Muhammadiyah Gombara

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof. DR. KH. Ambo Ase, M.Ag. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan resmi melantik KH. Ahmad Tawalla...

Memaknai Kebersamaan Idul Adha MI Muhammadiyah Garongan

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati perayaan Idul Adha 1441 H, MI Muhammadiyah Garongan, Panjatan, Kulon Progo melakukan kegiatan silahturahmi...
- Advertisement -

SAMBAS, Suara Muhammadiyah – Ribuan masker kain dijahit dan dibagikan secara gratis oleh para anggota Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) dari Program MAMPU ‘Aisyiyah. Anjuran pemakaian masker kain untuk mencegah kemungkinan penularan Covid-19 memang sedang digencarkan oleh pemerintah, akan tetapi ‘Aisyiyah sudah berinisiatif memberdayakan para perempuan anggota BSA untuk pembuatan masker sejak Maret 2020.

Surima, kader Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) di Desa Kartiasa, Sambas, Kalimantan Barat menyampaikan bahwa sudah menjahit sekitar 600 masker yang diberikan kepada kelompok rentan di desanya. Ia menyampaikan bahwa saat memberikan masker juga sekaligus melakukan edukasi penggunaan masker kain. “Masker kain harus diperhatikan cara pakainya, jadi kami juga menyampaikan cara penggunaan masker kain kepada penerima, itu harus dicuci setelah dipakai 4 jam, dijemur, dikeringkan, disetrika baru dipakai lagi,” ujar Surima.

Karwati selaku koordinator MAMPU ‘Aisyiyah Kabupaten Sumedang menyampaikan bahwa pembuatan masker ini sangat disambut baik oleh masyarakat di desa. “Pembuatan masker dan cairan disinfektan secara mandiri ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa karena masker di pedesaan sangat sulit didapat.”

Disampaikan oleh Tri Hastuti Nur Rochimah, selaku Koordinator Program MAMPU ‘Aisyiyah bahwa masker yang dijahit sendiri oleh anggota BSA ini dibagikan secara gratis kepada masyarakat sekitar terutama untuk kelompok masyarakat yang rentan seperti lansia, perempuan hamil, anak, difabel, serta mereka yang sakit. 

“Pembuatan masker ini sudah dilakukan sejak bulan Maret dengan memberdayakan para perempuan di 15 Kabupaten/Kota dampingan MAMPU ‘Aisyiyah,” papar Tri. Disampaikan oleh Tri bahwa kegiatan ini merupakan salah satu hal yang menunjukan bahwa perempuan dapat berperan dalam setiap sisi kehidupan termasuk dalam situasi pandemi Covid-19 ini di mana menggunakan masker adalah salah satu hal yang penting dilakukan untuk mencegah kemungkinan penularan Covid-19.

Tri menyampaikan bahwa upaya awal pembuatan masker yang dilakukan di BSA ini kemudian berkembang di setiap desa dengan sangat dinamis. “Beberapa anggota BSA kemudian ada yang terlibat dalam satgas Covid-19 di desanya, bekerjasama dengan unsur masyarakat lain melakukan edukasi terkait Covid-19, berswadaya melakukan disinfeksi desa, bahkan berhasil mengadvokasi desa untuk melakukan pembuatan masker dalam skala yang lebih besar menggunakan dana desa.”

Tri menyampaikan bahwa saat ini BSA di Desa Kartiasa, Sambas; BSA di Desa Bonto Matene, Bantaeng sudah berhasil melakukan advokasi pemanfaatan dana desa untuk pencegahan Covid-19. Ia menambahkan bahwa ‘Aisyiyah akan terus mendorong kader-kadernya agar berperan lebih banyak lagi untuk berpartisipasi dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 yang dialami bangsa ini. (Suri)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles