Ribuan Masker Gratis dari Balai Sakinah ‘Aisyiyah Sambas

SAMBAS, Suara Muhammadiyah – Ribuan masker kain dijahit dan dibagikan secara gratis oleh para anggota Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) dari Program MAMPU ‘Aisyiyah. Anjuran pemakaian masker kain untuk mencegah kemungkinan penularan Covid-19 memang sedang digencarkan oleh pemerintah, akan tetapi ‘Aisyiyah sudah berinisiatif memberdayakan para perempuan anggota BSA untuk pembuatan masker sejak Maret 2020.

Surima, kader Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) di Desa Kartiasa, Sambas, Kalimantan Barat menyampaikan bahwa sudah menjahit sekitar 600 masker yang diberikan kepada kelompok rentan di desanya. Ia menyampaikan bahwa saat memberikan masker juga sekaligus melakukan edukasi penggunaan masker kain. “Masker kain harus diperhatikan cara pakainya, jadi kami juga menyampaikan cara penggunaan masker kain kepada penerima, itu harus dicuci setelah dipakai 4 jam, dijemur, dikeringkan, disetrika baru dipakai lagi,” ujar Surima.

Karwati selaku koordinator MAMPU ‘Aisyiyah Kabupaten Sumedang menyampaikan bahwa pembuatan masker ini sangat disambut baik oleh masyarakat di desa. “Pembuatan masker dan cairan disinfektan secara mandiri ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa karena masker di pedesaan sangat sulit didapat.”

Disampaikan oleh Tri Hastuti Nur Rochimah, selaku Koordinator Program MAMPU ‘Aisyiyah bahwa masker yang dijahit sendiri oleh anggota BSA ini dibagikan secara gratis kepada masyarakat sekitar terutama untuk kelompok masyarakat yang rentan seperti lansia, perempuan hamil, anak, difabel, serta mereka yang sakit. 

“Pembuatan masker ini sudah dilakukan sejak bulan Maret dengan memberdayakan para perempuan di 15 Kabupaten/Kota dampingan MAMPU ‘Aisyiyah,” papar Tri. Disampaikan oleh Tri bahwa kegiatan ini merupakan salah satu hal yang menunjukan bahwa perempuan dapat berperan dalam setiap sisi kehidupan termasuk dalam situasi pandemi Covid-19 ini di mana menggunakan masker adalah salah satu hal yang penting dilakukan untuk mencegah kemungkinan penularan Covid-19.

Baca Juga:   Puasa, Covid-19, dan Pembiasaan Baik

Tri menyampaikan bahwa upaya awal pembuatan masker yang dilakukan di BSA ini kemudian berkembang di setiap desa dengan sangat dinamis. “Beberapa anggota BSA kemudian ada yang terlibat dalam satgas Covid-19 di desanya, bekerjasama dengan unsur masyarakat lain melakukan edukasi terkait Covid-19, berswadaya melakukan disinfeksi desa, bahkan berhasil mengadvokasi desa untuk melakukan pembuatan masker dalam skala yang lebih besar menggunakan dana desa.”

Tri menyampaikan bahwa saat ini BSA di Desa Kartiasa, Sambas; BSA di Desa Bonto Matene, Bantaeng sudah berhasil melakukan advokasi pemanfaatan dana desa untuk pencegahan Covid-19. Ia menambahkan bahwa ‘Aisyiyah akan terus mendorong kader-kadernya agar berperan lebih banyak lagi untuk berpartisipasi dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 yang dialami bangsa ini. (Suri)