Gerakan Al-Ma’un PCIM Malaysia Santuni Ribuan TKI

Dok Syaiful Hadi/SM

KUALA LUMPUR, Suara Muhammadiyah – Kebijakan PKP ( Perintah Kawalan Pergerakan)  yang sudah berlangsung sebulan menjadikan penderitaan tenaga kerja indonesia di banyak kawasan di Malaysia semakin kasat mata.  Ribuan tenaga kerja migran itu mulai kekurangan pangan untuk makan. Mereka yang tinggal di barak-barak sangat sederhana tidak bisa berbuat apapun kecuali pasrah.

Gambaran itu disampaikan Ketua PCIM Malaysia Dr. Sonny Zulhuda kepada ‘Suara Muhammadiyah’ dari Kuala Lumpur. PCIM tidak bisa berdiam diri dan harus melakukan tindakan pro-aktif untuk menggalang dana agar ribuan TKi bisa menjalani hidupnya tanpa kelaparan.

Tak diketahui persis berapa jumlah tenaga kerja Indonesia di negeri jiran itu. Tapi perhitungan kasar mencapai jutaan orang yang bekerja dibeberapa sektor, terutama pekebunan sawit, pabrik, rumah tangga hingga menjadi petugas kebersihan dibanyak usaha bisnis.

Dengan kebijakan PKP yang sudah hampir sebulan itu, menjadikan derita mereka dirasakan semakin pahit.

Usaha PCIM Malaysia menjadi air segar ditengah rasa perih yang mendera. Sebanyak 30 relawan Muhammadiyah Malaysia melakukan pendataan, kemudian pengumpulan donasi dan melakukan distribusi ke beberapa lokasi di negera bagian yang banyak tenaga kerja Indonesia. “ tahap pertama kami sudah distribusikan 1.800 paket ( atau senilai Rp 100 juta)  sembako dibanyak lokasi,” jelas Sonny Zulhuda.

Tapi sebanyak 1.800 paket bantuan itu serasa tak berarti banyak karena data yang masuk ke PCIM Malaysia terus mengalir. Semuanya minta dikirimi bantuan sembako.

Gerakan aktisifatip pun dilakukan. Dengan menggalang donasi tahap ke dua, akhirnya PCIM Malaysia berhasil mendapatkan dana segar sebesar Rp 170 juta untuk kemudian segera dijadikan sembako.

Kiriman selanjutkan datang dari Jawa Timur. Lewat PWM Jawa Timur, LazisMu dan beberapa tokoh Jawa Timur, PCIM Malaysia mendapatkan kiriman senilai Rp 150 juta lagi. Tentu saja dana sebesar itu menjadi sangat berarti untuk memperpanjang asa pekerja Indonesia. Dr. Sonny Zulhuda menyampaikan apresiasi kepada semua donatur yang telah mengirimkan bantuannya. inilah wujud nyata spirit Al-Ma’un yang diamalkan warga Muhammadiyah.

Baca Juga:   Muhammadiyah dan Aisyiyah Sungai Aur Gelar Muscab Terpadu

Bantuan sembako pun terus dialirkan ke beberapa negara bagian seperti Selangor,  Negeri Sembilan, Malaka, Johor, Pahang, Negeri Perak dan sekitar Kuala Lumpur.

Malaysia melakukan kebijakan lockdown di semua negeri dengan sangat ketat bagi tenaga kerja Indonesia, Tenaga kerja Indonesia hanya bisa berdiam di barak. (Syaifulh/Riz)