Kajian Tarhib Ramadhan PCIM Pakistan Kembali Digelar

Dok Ajieb Raghib/SM

ISLAMABAD, Suara Muhammadiyah –Pimpinan Cabang Istimewa  Muhammadiyah (PCIM­) Pakistan kembali menggelar kajian Tarhib Ramadhan. Acara tersebut digelar di masjid Umar International Islamic University of Islamabad (IIUI) pada hari Rabu (22/4).

Dalam kajian kali ini turut hadir al-Ustadz Fahmi Wira Angkasa selaku pemantik, Beliau juga merupakan mahasiswa semester akhir di jurusan Syari’ah And Law IIU Islamabad. Tema yang diusung pada kajian kali ini adalah ‘’Fikih Kontemporer Seputar Puasa’’.

Dilaksanakannya kajian tersebut adalah untuk memahami lebih dalam prihal fikih kontemporer seputar puasa, yang ada pada zaman sekarang ini. Dalam awal  penjelasanya, Fahmi menerangkan tentang sejarah awal disyariatkan puasa Ramadhan.

Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang kaidah yang dijadikan patokan oleh para ulama salaf dalam memutuskan suatu hukum yang berkaitan dengan puasa kontemporer.

“Jika kita ingin membahas tentang hal-hal yang bersifat kontemporer, maka kita harus mengetahui terlebih dahulu kaidah yang dijadikan para Jumhur Ulama’ sebagai pembatal puasa pada zaman salaf,” kata Fahmi dalam pemaparannya

“Kaidah tersebut ada tiga, yaitu; benda yang masuk makanan atau bukan makanan, masuk kedalam rogga kepala, tenggorokan, lambung, usus, dan kantung kemih, dan yang terahir, masuk melalui lubang terbuka seperti, mulut, hidung, telinga, dubur dan qubul,” sambung fahmi

Sementara itu, Fahmi juga menghimbau seluruh peserta agar mendalami beberapa perbedaan  pendapat para ulama salaf. Terkhusus perbedaaan pendapat dalam kelompok-kelompok yang ada di Indonesia, seperti; Muhammadiyah, Nu, dan Persis.

“Sebagai Thalibul ‘Ilmi, kita perlu mempelajari beberapa pendapat yang ada di semua kalangan ulama, terutama kita sebagai warga negara Indonesia jika kita mau memperbandingkan beberapa kelompok yang ada diantara kita, seperti Muhamadiyah, Nu, Persis, dan lain sebagainya.” jelas Fahmi.

Baca Juga:   PCIM Pakistan Adakan Musyawarah Cabang Istimewa

Usai pemaparan, acara dilanjutkan dengan sesi pertanyaan dari peserta dan ditutup dengan acara perfotoan bersama. (Ajieb Raghib)