Allah Memperkenalkan Diri (7) Satu-Satunya Yang Berhak Disembah

Oleh: Lutfi Effendi

Al Qur’an adalah kitabullah  (kitab Allah). Diturunkan pertama kali di bulan Ramadhan diperuntukkan bagi manusia. Karenanya, selama Ramadhan ini, penulis akan menyajikan bagaimana Allah memperkenalkan dirinya kepada manusia lewat Al Qur’an. Tentu hanya sebagaian saja yang bisa disajikan selama 30 hari di bulan Ramadhan ini.

Pada tulisan kali ini, dibahas ayat 5 dari Qs Al Fatihah. Berbeda dengan ayat-ayat sebelumnya yang mengenalkan dirinya secara langsung,  pada ayat 5 ini Allah memperkenalkan dirinya tidak secara langsung tetapi melalui hambanya yang membaca ayat ini.

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan..

Pada pembahasan kali ini, tidak dibahas keseluruhan ayat, tetapi hanya penggalan ayat  iyyāka na’budu  (Hanya kepada Engkaulah kami menyembah). Setelah Allah memperkenalkan diri sebagai Allah Yang Maha Pengasih, Allah Yang Maha Penyayang, Allah Satu-satuNya yang berhak dipuji, Allah Pemelihara Alam Semesta dan Allah Pemilik Hari Pembalasan maka sudah waktunya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai satu-satuNya yang berhak disembah. Karenanya, manusia atau makhluk Allah lainnya diminta untuk bersaksi  iyyāka na’budu  (Hanya kepada Engkaulah kami menyembah).

Jika kesaksian ini kita ujudkan dalam rukun Islam, maka setelah tahu bagaimana Allah itu dengan berbagai sifatnya yang juga sebagai penguasa dunia dan akhirat maka sudah waktunya manusia untuk bersyahadat tauhid:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Asyhadu alla ilaha illallah, artinya : Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah

Maknanya, kita bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang patut kita sembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagiNya. 

Bagaimana cara penyembahannya, itulah Allah mengutus Nabi atau Rasul. Maka syahadat tauihid ini kemudian disusul dengan syahadat rasul, sesuai dengan Nabi dan Rasul masing-masing. Di era saat ini ya Nabi Muhammad saw. Syahadat rasul adalah persaksian bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah

Baca Juga:   Ramadhan: Meningkatkan Spiritualitas di Masa Pandemi

Bunyi syahadat rasul:

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Waasyhadu anna muhammadar rasulullah, artinya : Dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah.  Maknanya, kita bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah bukan anak Allah, Nabi Muhammad hanya menyampaikan apa yang diminta Allah untuk disampaikan kepada ummatnya, bukan pengarang suatu ajaran.

Lalu apa yang bisa kita ambil dari  pelajaran  di atas? Ketika kita sudah mengakui kekuasaan Allah yang jangkauannya dunia dan akhirat maka segeralah kita membaca syahadat Asyhadu alla ilaha illallah  waasyhadu anna muhammadar rasulullah dengan sungguh-sungguh dan tulus ikhlas dan tidak menyekutukanNya dengan lainNya. Itulah niat kuat kita untuk berIslam dengan sesungguhnya sesuai petunjuk Allah dan Rasul-Nya sebagai tindak lanjut dari persaksian kita terhadap Allah dan Rasul-Nya.  Waallahu a’lam bisshawab  (***)