Mengasah Nurani di kala Pandemi

Ilustrasi Dok Legends Report

Seorang pria di Medan dipukuli warga karena kedapatan mencuri beras 5 kilogram di sebuah warung dekat rumahnya. Ayah berusia 40 tahun tersebut nekat mencuri karena sudah kelaparan, tak memiliki apa lagi untuk dimakan. Dia tinggal di rumah kumuh dan tak memiliki penghasilan karena terdampak Covid-19.

Pria tersebut meminta maaf dan meneteskan air mata ketika diinterogasi. Istri dan ketiga anaknya telah pindah ke rumah mertuanya. Karena mengetahui alasannya mengapa dia mencuri, pemilik warung tak melanjutkannya ke pihak berwajib. Pria tersebut mengaku bersalah dan kemudian mendapat berbagai bantuan.

Kabar pencurian tersebut tersebar luas bahkan sampai diberitakan oleh media mancanegara. Bisa jadi sang bapak tadi tidak sendiri. Ada jutaan warga yang terdampak pandemi Covid-19. Saatnya kita mengasah nurani di kala pandemi, apalagi ini merupakan suasana bulan suci Ramadhan.

Ramadhan tahun ini kita tengah berada dalam pandemi Covid-19. Berbagai sektor kehidupan mengalami dampak yang sangat signifikan termasuk ekonomi. Karena aktivitas ataupun kegiatan masyarakat sangat dibatasi. Wabah Covid-19 telah mengubah tatanan yang sebelumnya telah ada. Aktivitas sekolah, perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga rekreasi semua terhenti.

Bolehlah kita menengok ke kanan dan kiri rumah kita. Tak perlu menunggu cukup ataupun lebih untuk berbagi. Apalagi bagi kita yang diamanahkan sebagai pemimpin di lingkungannya agar membuka mata hati melihat kondisi anggota masyarakatnya.

Allah SwT berfirman, “Maka makanlah yang halal bagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmah Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (QS. An-Nahl [16] : 114)

Momen Ramadhan kali ini juga, melalui majelis Tarjih, Pimpinan Pusat Muhammadiyah berfatwa agar kita memperbanyak zakat, infak, dan sedekah. Dari hasil zakat, infak, dan sedekah ini dimaksimalkan penyalurannya untuk penanggulangan Covid-19.

Baca Juga:   Akal Sehat vs Hawa Nafsu Era Wabah

Bagi warga persyarikatan Muhammadiyah, inilah saatnya kembali menggelorakan spirit Al-Ma’un dan Ta’awun yaitu saling tolong menolong kepada sesama. Kader hingga relawan Majelis, Lembaga, Ortom maupun Amal Usaha Muhammadiyah yang tergabung dalam Muhammadiyah Covid-19 Comand Centre (MCCC) di manapun berada menjadi duta persyarikatan yang telah dan terus berjuang. Agar kita semua selamat melewati ini semua.(riz)

Mengasah Nurani di kala Pandemi
Mengasah Nurani di kala Pandemi 1