Nabi Isa AS (7); Kenabian Nabi Isa

Oleh : Yunahar Ilyas

Waktu Isa masih kecil banyak terjadi peristiwa luar biasa, salah satunya adalah kemampuan Isa mencari pencuri uang yang hilang. Tatkala seorang saudagar kehilangan uang di rumah tempat dia singgah, padahal tidak ada orang lain yang yang tinggal  di rumah itu kecuali orang-orang lemah, miskin dan gembel.Tidak ada yang tahu siapa di antara mereka yang mengambil uang tersebut. Mengetahui kejadian tersebut, Isa yang masih kecil, menemui seorang buta yang duduk di sebuah bangku lalu mengatakan kepadanya:”Pergilah dan bawalah bangku tempat kamu duduk itu!”. Orang buta itu menjawab:”Sesungguhnya aku tidak sanggup melakukan hal itu”. Kemudian Isa berkata: “Lakukan sajalah sebagaimana kamu melakukannya tatkala mengambil uang dalam kantong yang ada di rumah tersebut.” Orang-orang mempercayai ucapan Isa putera Maryam. Lalu orang buta tersebut mengembalikan uang yang diambilnya kepada pemiliknya. (Kisah Para Nabi, hlm. 665)

Tatkala Isa kecil bermain-main dengan teman-teman sebayanya, ia bertanya kepada salah seorang temannya: “Apa kamu mau aku beritahu apa yang disembunyikan ibumu?” Anak itu menjawab: “Mau”. Isa menjawab: “Ibumu menyimpan sesuatu ini dan itu untukmu”. Maka anak itupun pergi meninggalkan teman-temannya menuju ibunya dan berkata kepadanya: “Berikan kepadaku apa yang engkau simpan untukku”. Ibunya bertanya: “Memang apa yang aku simpan untukmu?” Lalu anak itu menjelaskan ibunya menyimpan ini dan itu untuknya. Ibunya dengan heran bertanya:”Siapakah yang memberitahumu?” . “Isa putera Maryam” jawabnya.

Orang-orang berkata: “Demi Allah jika kalian biarkan anak-anak kalian bermain dengan Isa tentu dia akan merusaknya. Maka mereka kumpulkan anak-anak itu di suatu tempat dan menguncinya. Ketika Isa mencari mereka, ia mendengar suara gaduh dalam sebuah rumah, lalu dia bertanya: “Ada apa di dalam rumah? “ Mereka menjawab ada kera dan babi. Lalu Isa berkata: “Ya Allah jadikan demikian”. Maka mereka menjadi kera dan babi.” (Kisah Para Nabi, hlm. 667)

Baca Juga:   Hadirkan Pakar Jordania, RS UMM Kenalkan Metode Baru

Menurut riwayat dari Ibn Abbas, sebagaimana dikutip oleh Hasan Ayyub dalam bukunya Qashash al-Anbiya (hlm. 21), setelah berumur 7 tahun, Maryam menyerahkan Isa untuk belajar dengan seorang guru. Setiap kali sang guru mau mengajarkan sesuatu Isa sudah tahu lebih dahulu. Suatu kali gurunya mengajarkan tentang ابو جاد lalu Isa bertanya apa itu ابو جاد? Gurunya mengaku tidak tahu. Isa mengatakan: “Bagaimana engkau mengajarkan kepadaku apa-apa yang engkau sendiri tidak tahu.” “Kalau begitu ajarilah aku” kata sang guru. Lalu Isa menyuruh gurunya berdiri dari tempat duduknya. Isa lalu duduk di tempat gurunya itu dan menyuruh gurunya bertanya kepadanya. Guru bertanya: “Apa itu ابو جاد?” Isa menjelaskan: “Alif adalah alâullah, bâ’ adalah bahâullah, jim adalah bahjatullah wa jamâluhu.”  Sang guru tercengang. Isalah orang pertama yang menguraikan ابو جاد yaitu huruf-huruf abjad alif bâ’ jim dâl dst. Semuanya 29 huruf. Kisah Abu Jaad ini juga dikutip oleh Ibn Katsir dalam bukunya Qashash al-Anbiyâ (hlm. 380). Tetapi Ibn Katsir mengutip pernyataan Ibn ‘Ady bahwa sanad riwayat ini tidak dapat diterima atau batil.

Menurut Wahab bin Munabbih, memasuki umur 13 tahun Allah SWT memerintahkan Isa untuk meninggalkan Mesir, kembali ke Nashirah. Lalu Yusuf anak paman Maryam membawa Isa dan Maryam naik keledai kembali ke tempat tinggal mereka semula sebelum pergi ke Mesir dan tinggal di sana sampai Allah SWT menurunkan Kitab Suci Injil kepada Isa dan mengajarinya Kitab Suci Taurat dan memberikan beberapa mukjizat untuk membuktikan kenabiannya. (Qashash al-Anbiya’, hlm. 217)

Kenabian Isa

Isa diangkat menjadi Nabi dan Rasul pada umur 30 tahun. Allah SWT menurunkan kepadanya Kitab Suci Injil, dan mengajarinya juga Taurat. Allah SWT berfirman:

Baca Juga:   Nabi Muhammad SAW (11), Tuduhan dan Ejekan

وَيُعَلِّمُهُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ   

“Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, hikmah, Taurat dan Injil.” (Q.S. Ali Imran 3: 48)

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa di samping mengajari Isa Taurat dan Injil, Allah juga mengajarinya al-kitab dan al-hikmah. Menurut M. Quraish Shihab yang dimaksud dengan al-kitab adalah kemampuan tulis baca, sedangkan al-hikmah adalah kemampuan memahami dan melaksanakan sesuatu yang benar, sesuai, wajar dan tepat (Tafsir Al-Mishbah 2: 89)

Nabi Isa AS diutus kepada Bani Israil meneruskan misi nabi-nabi Bani Israil sebelumnya. Bani Israil sudah dikenal sejak zaman Nabi Musa AS sebagai bangsa yang banyak menentang para nabi  yang diutus kepada mereka, bahkan sampai membunuh nabi-nabi mereka. Orang-orang Yahudi sedari awal sudah tidak mempercayai Isa al-Masih karena mereka mengganggapnya, sebagaimana yang sudah diuraikan sebelumnya, bahwa Isa adalah anak haram hasil perzinaan Maryam dengan Yusuf an-Najar. Oleh sebab itu, setelah diutus jadi Nabi dan Rasul, Isa dibekali Allah SWT dengan beberapa mukjizat seperti menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta, membuat burung dan lain-lain sebagainya. Allah SWT berfirman:

وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ أَنِّي قَدۡ جِئۡتُكُم بِ‍َٔايَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ أَنِّيٓ أَخۡلُقُ لَكُم مِّنَ ٱلطِّينِ كَهَيۡ‍َٔةِ ٱلطَّيۡرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيۡرَۢا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۖ وَأُبۡرِئُ ٱلۡأَكۡمَهَ وَٱلۡأَبۡرَصَ وَأُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۖ وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأۡكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لَّكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ   

“Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, Yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.Ali Imran” (Q.S. Ali Imran 3: 49)