Ringankan Dampak Covid-19, PCPM Kembaran Membagi 500 Paket Sembako

Dok PCPM Kembaran

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah – Masjid Sayidah Aisiyah menjadi saksi dan titik start Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kecamatan Kembaran dan Kokam Baja memberikan sumbangsih nyata berupa “Pembagian Paket Sembako kepada Masyarakat”.

Kegiatan ini membagikan 500 paket sembako, yang pembagiannya dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama yang dilaksanakan pada hari Ahad dan Senin, 3 – 4 Mei 2020, sudah dibagi 300 lebih paket sembako. Pembagian paket sembako ini meliputi beberapa desa di Kecamatan Kembaran yaitu, Bojongsari, Pliken, Karangsari, Karangsoka, Bantarwuni, Dukuhwaluh dan Ledug.

Ketua PCPM Kembaran M Darusman menyampaikan pembagian sembako sebagai wujud nyata bahwasanya PCPM Kecamatan Kembaran peduli terhadap masyarakat terdampak Covid-19. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kembaran, Pimpinan Cabang Nasiyatul Aisiyah (PCNA) Kembaran dan seluruh warga Muhammadiyah yang sudah memberikan donasi dan sumbangsihnya demi kelancaran kegiatan tersebut,” kata Darusman, Ahad, 3 Mei 2020.

Panasnya terik matahari di tengah puasanya, anggota Kokam bergerak beriringan membagi kepada yang berhak di ke – 7 desa tersebut.

Padahal, dari persiapan dan rencana, kegiatan ini adalah kegiatan dadakan dalam menanggapi keadaan lingkungan di wilayah Kecamatan Kembaran. Dan, tidak diprediksi bahwasanya antusias warga Muhammadiyah cukup tinggi, sehingga target 500 paket sembako ini bisa tercapai. Donasi kedua sudah lebih banyak, begitu pula simpatisan yang terlibat.

“Kami akan terus berupaya agar kehadiran Pemuda Muhammadiyah bisa dirasakan oleh masyarakat di wilayah kami, demi mewujudkan kembaran yang berkemajuan,” tegas M Darus saat memberikan langsung paket sembako ke warga.

Mudah-mudahan yang sedikit ini bisa bermanfaat dan PCPM Kec. Kembaran selalu bisa menjadi garda terdepan Persyarikatan Muhammadiyah terutama di wilayah Kembaran dan sekitarnya.(lexy/sis)

Baca Juga:   Pengajian PCIM Malaysia: Mengunci Diri, Menata Hati