Hadits Seputar Ramadhan (2) Motivasi Nabi Berpuasa Ramadhan

Ilustrasi

Ruslan Fariadi, SAg, MSi

Motivasi Nabi Untuk Berpuasa Ramadhan

عَنْ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ  (رواه البخاري و مسلم)

“Dari Ibnu Abbas ra. berkata: Nabi Saw adalah orang yang paling lembut (dermawan) dalam segala kebaikan. Dan kelembutan Beliau yang paling baik adalah saat bulan Ramadhan ketika Jibril as. datang menemui Beliau. Dan Jibril as. datang menemui Beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al-Qur’an) hingga Al-Qur’an selesai dibacakanuntuk Nabi Saw. Apabila Jibril as. datangmenemui Beliau, maka Beliau adalah orang yang paling lembut dalam segala kebaikan melebihi lembutnya angin yang berhembus.(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ini termasuk hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim. Imam al-Bukhari mencantumkannya dalam kitab shaum, bab. Ajwadu makana an-nabiyu yakunu fi Ramadhan, no. 1769, sedangkan imam Muslim dalam kitab fadha’il no. 4268. Selain imam al-Bukhari dan Muslim, Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh imam an-Nasa’i dalam kitab as-Shiyam, 2068, dan imam Ahmad dalam Musnad Bani Hisyam no. 2485.

Imam al-Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan hadits sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ  (رواه البخاري  ومسلم)

“Dari Abi Hurairah ra. berkata; Rasulullah Saw bersabda: Allah SwT. telah berfirman: Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali shaum, sesungguhnya shaum itu untuk Aku dan Aku sendiri yang akan memberi balasannya. Dan puasa itu adalah benteng, maka apabila suatu hari seorang dari kalian sedang melaksanakan puasa, maka janganlah dia berkata kotor (rafats) dan bertengkar/ berteriak. Jika ada orang lain yang menghinanya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah dia mengatakan ‘Aku orang yang sedang berpuasa. Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah Ta’ala dari pada harumnya minyak kesturi. Dan untuk orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan, dia akan bergembira dengan keduanya, yaitu apabila berbuka dia bergembira dan apabila berjumpa dengan Tuhannya dia bergembira disebabkan ibadah puasanya itu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:   Menyikap Hoax (Isya'ah)

Hadits ini terdapat dalam kitab al-Jami’ as-Shahih imam Bukhari, kitab as-Shiyam, bab, hal yaqulu inni sha’im idza syutima, no 1771, imam Muslim bab fadlus shiyam, Hadits nomor 1942 dan 1944, Ibnu Majah bab Fadlul ‘amal nomor 3813, imam Ahmad bab Musnad Abi Hurairah nomor 7181, 7368, 7456, 9643 dan 10274, dan dalam Sunan an-Nasa’i Hadits nomor 2186.

Selain hadits tersebut, imam al-Bukhari juga meriwayatkan hadits lain tentang keutamaan dan motivasi puasa di bulan Ramadhan, yaitu:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ. وَ فِى مُسْلِمٍ إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ (رواه البخاري)

“Dari Abi Hurairah ra. berkata; Rasulullah Saw bersabda: Apabila datang bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka sedang pintu-pintu jahannam ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu. Dalam riwayat Muslim; Apabila datang bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka sedang pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Hadits ini terdapat dalam kitab al-Jami’ as-Shahih imam al-Bukhari bab Shifatu Iblis wa Junuduhu nomor 3035, Shahih Muslim bab Fadhlu Syahri Ramadhan nomor 1793, 1794, Sunan an-Nasa’i bab Fadhlu Syahri Ramadhan nomor 2070-2071, Musnad Imam Ahmad bab Musnad Abu Hurairah nomor 7450-7451, 8330 dan 8837, Muwathha’ Imam Malik bab Jami’ as-Shiyam nomor 604, dan Sunan ad-Darimi bab Fadhlu Syahri Ramadhan nomor 1710.

Sumber: Majalah SM No 11 Tahun 2016