Hijab Wig

Foto Dok Ilustrasi

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Hukum berhijab dengan wig. Dewasa ini ada hijab yang mirip dengan rambut palsu (wig) yang dikenal dengan “hair hijab”. Wig hijab (hijab palsu dengan berbagai model) kemudian ada di kalangan artis untuk tampil di panggung (memakai hijab) namun ditutup kembali dengan wig, sehingga kesan berhijab pun hilang. Bagaimana hukum berhijab yang demikian itu?

Dizwan Agus (disidangkan pada Jum’at, 30 Rabiulawal 1438 H / 30 Desember 2016)

Jawaban:

Wa ‘alaikumussalam wr. wb.

Terima kasih atas pertanyaan yang saudara ajukan. Terlebih dahulu akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan hijab dan jilbab. Secara bahasa, kata hijab berasal dari fi’il sulatsi mujarrad dengan wazan ح-ج-ب (ha-ja-ba). Ibnu Faris, di dalam Mu‘jam Maqayis al-Lughah mengartikan kata tersebut sebagai al-man‘u (penghalang) (Ibn Faris, II: 143). Jika dikatakan hajabahu ‘an kadza, maksudnya mana’ahu ‘anhu (menghalangi darinya –sesuatu). Ibnu Manzhur di dalam Lisan al-Arab mengartikan kata tersebut dengan as-satru (penutup/pelindung). Jika disebutkan hajaba as-syai’u berarti dimaksudkan satarahu (menutupinya) (Ibn Manzur, I: 298). Dua makna secara linguistik ini sangat berkaitan erat dengan makna hijab secara istilah. Seperti di dalam al-Mausu’ah’ al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, XVII: 5-8, disebutkan bahwa hijab al-mar’ah adalah as-satir alladzi sutira bihi jasaduhu, wa fihi hailulatun ‘an a’yun an-nazhirin min ar-rijal ghairi maharimiha (penutup yang dipergunakan untuk menutup –aurat- tubuh perempuan yang berfungsi sebagai penghalang pandangan laki-laki yang bukan mahramnya).

Sementara tentang jilbab, pada rubrik Tanya Jawab Agama Majalah Suara Muhammadiyah 18 dan 19 tahun ke-88/2003, disebutkan bahwajilbab, berasal dari kata jalbaba yang berarti memakai baju kurung. Para ulama berbeda pendapat mengenai arti jilbab. Sebagian ulama mengartikannya baju kurung; sedang ulama lain mengartikannya baju wanita yang longgar yang dapat menutupi kepala dan dada. Al-Asy’ary berpendapat bahwa jilbab ialah baju yang dapat menutupi seluruh badan. Ulama lain berpendapat, bahwa jilbab ialah kerudung wanita yang dapat menutupi kepala, dada, punggung. (Ibnu Manzur, Lisan al-Arab, dibawah arti jalaba). Menurut Ibnu Abbas, jilbab ialah jubah yang dapat menutup badan dari atas hingga ke bawah. (al-Qasimy, XIII: 4908). Menurut al-Qurtuby, jilbab ialah baju yang dapat menutup seluruh badan. (al-Qurtuby, VI: 5325).

Sesuai penjelasan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hijab yang dimaksud di sini adalah hijab al-mar’ah (pakaian yang menutup aurat perempuan) atau sama artinya dengan jilbab, yaitu baju kurung yang menutup seluruh badan (aurat). Menutup aurat agar terhindar dari pandangan orang yang bukan mahram dengan memakai hijab atau jilbab hukumnya wajib bagi setiap wanita yang telah baligh. Hal ini berdasarkan firman Allah swt,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا [الأحزاب، ٣٣ :٥٩].