24.4 C
Yogyakarta
Senin, Oktober 26, 2020

PRIM NSW Australia Gelorakan Semangat Zakat

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Guru SMP Aisyiyah Boarding School Pinrang Ikuti Pelatihan Figur

PINRANG- SMP Aisyiyah Boarding School (ABS) Pinrang mengutus 2 guru mengikuti Pelatihan pembuatan video Pembelajaran yang digelar oleh Figur (Forum Inspirasi Generasi...

UMSU Peduli Kemajuan Masyarakat Melayu

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Sumater Utara (UMSU) peduli akan kemajuan masyarkat melyayu. Di usianya yang genap setahun, Pakat Melayu merasa...

Haedar Nashir: Dokter Pelopor Kemanusiaan dan Kenegarawan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Menyambut Hari Dokter Indonesia 24 Oktober 2020, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi berharap...

AMM Jetis Bantul Droping Air Bersih Serentak di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah - Angkatan Muda Muhammadiyah Jetis Bantul sukses menyelenggarakan Droping Air Bersih #02 di wilayah Gunungkidul Ahad, 18 Oktober 2020....

Universitas Muhammadiyah Papua untuk Kemajuan Pendidikan Bumi Cendrawasih

JAYAPURA, Suara Muhammadiyah – STIKOM Muhammadiyah Papua bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Papua. Berdirinya Universitas Muhammadiyah Papua adalah untuk kemajuan pendidikan Bumi Cendrawasih.
- Advertisement -

NSW, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) New South Wales, Australia menyelenggarakan pengajian Ramadan putaran ketiga pada Ahad, 17 Mei 2020. Tausiyah disampaikan oleh Profesor Hilman Latief, Ketua Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam penjelasannya, Hilman Latief menegaskan bahwa perintah mengambil zakat dari orang-orang yang telah mampu, harus diikuti dengan doa. Doa ini terutama dipanjatkan oleh para amil (pengelola zakat) agar zakat dan amal dari para muzakki diterima oleh Allah. Misi penyucian jiwa ini merupakan prinsip utama dalam berzakat.

Lebih dari itu, Ketua LazisMu ini menekankan pentingnya penguatan insititusi zakat sebagai penyalur ZIS dari masyarakat. Ini dimaksudkan untuk memperluas jangkauan distrubusi zakat dengan tepat sasaran. Begitu juga, lembaga zakat seperti Lazismu juga menawarkan produk-produk ZIS secara bervariasi. Sebagai misal, jika muzakki menginginkan sasaran spesifik seperti mustahiq siswa di sekolah tertentu, maka LazisMu akan menyalurkannya kepada mustahiq khusus yang disepakati.

Dalam sesi tanya-jawab, Hilman Latief memberi saran kepada semua lapis pimpinan Muhammadiyah untuk mensupport aktivitas LazisMu. Melalui Lazismu, menurutnya, gerakan amal masyarakat dapat tergarap secara lebih terstruktur, terencana dan berdampak luas. Oleh karenanya, kesadaran individual untuk berbagi perlu ditingkatkan menjadi kesadaran sosial. Menurutnya, ketahanan pangan di saat pandemi Covid-19 ini tentu memerlukan pribadi-pribadi yang peduli.

Tapi, menurutnya, ini tidak cukup. Untuk pemerataan dan jangkauan yang luas, kesadaran berzakat dan bersedekah secara kelembagaan melalui lembaga zakat harus diprioritaskan. “Pandemi Covid-19 ini telah melahirkan kelompok rentan baru. Mungkin sebagian pekerja, guru dan pedagang. Mereka dapat menjadi kelompok mustahiq di tengah pandemi ini”, pungkasnya.

Acara ini dilaksanakan melalui zoom meeting yang dihadiri jamaah dari Sydney, Wollongong, Yogyakarta, Tangerang, Solo serta kota lainnya. Nurwanto, Ketua PRIM NSW berharap bahwa kajian ini akan dapat membangun kesadaran dan ghirah Muhammadiyah dan masyarakat Muslim pada umumnya untuk menggelorakan semangat zakat, infaq dan sodaqoh sebagai salah satu pilar pemberdayaan umat.(HFS)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -