PRIM NSW Australia Gelorakan Semangat Zakat

Mars Muhammadiyah
Muhammadiyah Dok SM

NSW, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) New South Wales, Australia menyelenggarakan pengajian Ramadan putaran ketiga pada Ahad, 17 Mei 2020. Tausiyah disampaikan oleh Profesor Hilman Latief, Ketua Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam penjelasannya, Hilman Latief menegaskan bahwa perintah mengambil zakat dari orang-orang yang telah mampu, harus diikuti dengan doa. Doa ini terutama dipanjatkan oleh para amil (pengelola zakat) agar zakat dan amal dari para muzakki diterima oleh Allah. Misi penyucian jiwa ini merupakan prinsip utama dalam berzakat.

Lebih dari itu, Ketua LazisMu ini menekankan pentingnya penguatan insititusi zakat sebagai penyalur ZIS dari masyarakat. Ini dimaksudkan untuk memperluas jangkauan distrubusi zakat dengan tepat sasaran. Begitu juga, lembaga zakat seperti Lazismu juga menawarkan produk-produk ZIS secara bervariasi. Sebagai misal, jika muzakki menginginkan sasaran spesifik seperti mustahiq siswa di sekolah tertentu, maka LazisMu akan menyalurkannya kepada mustahiq khusus yang disepakati.

Dalam sesi tanya-jawab, Hilman Latief memberi saran kepada semua lapis pimpinan Muhammadiyah untuk mensupport aktivitas LazisMu. Melalui Lazismu, menurutnya, gerakan amal masyarakat dapat tergarap secara lebih terstruktur, terencana dan berdampak luas. Oleh karenanya, kesadaran individual untuk berbagi perlu ditingkatkan menjadi kesadaran sosial. Menurutnya, ketahanan pangan di saat pandemi Covid-19 ini tentu memerlukan pribadi-pribadi yang peduli.

Tapi, menurutnya, ini tidak cukup. Untuk pemerataan dan jangkauan yang luas, kesadaran berzakat dan bersedekah secara kelembagaan melalui lembaga zakat harus diprioritaskan. “Pandemi Covid-19 ini telah melahirkan kelompok rentan baru. Mungkin sebagian pekerja, guru dan pedagang. Mereka dapat menjadi kelompok mustahiq di tengah pandemi ini”, pungkasnya.

Acara ini dilaksanakan melalui zoom meeting yang dihadiri jamaah dari Sydney, Wollongong, Yogyakarta, Tangerang, Solo serta kota lainnya. Nurwanto, Ketua PRIM NSW berharap bahwa kajian ini akan dapat membangun kesadaran dan ghirah Muhammadiyah dan masyarakat Muslim pada umumnya untuk menggelorakan semangat zakat, infaq dan sodaqoh sebagai salah satu pilar pemberdayaan umat.(HFS)

Baca Juga:   Jadi Khatib Idul Adha di Lapangan UM Pare-Pare, Ini Pesan Direktur Lazismu