Pidato Milad ‘Aisyiyah ke-103: Ta’awun Sosial Peduli Dampak Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam memperingati milad ‘Aisyiyah ke-103 M/106 H yang jatuh pada 19 Mei 2020 besok, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah mengadakan acara silaturahmi Pidato Milad ‘Aisyiyah secara virtual yang kemudian disiarkan secara live streaming pada Senin, (18/05) siang tadi.

“Untuk milad kali ini ‘Aisyiyah mengangkat tema yaitu Gerakan Ta’awun Sosial Peduli Dampak Covid-19 untuk Keselamatan Bangsa. Meski tengah berada dalam situasi pandemi, kita tetap harus bersyukur karena masih bisa mengadakan silaturahmi dalam pidato milad ‘Aisyiyah tahun ini” ujar Siti Noordjannah Djohantini, selaku Ketua Umum PP ‘Aisyiyah.

Dalam pidatonya, ia juga menyampaikan bahwa dalam milad ini akan merefleksikan apa saja yang menjadi perhatian dan kontribusi ‘Aisyiyah untuk kepentingan umat dan bangsa pada situasi pandemi seperti saat ini.

“Pandemi ini sudah memberikan dampak yang luas dan tidak sederhana dalam berbagai aspek kehidupan. Sampai saat ini kita sudah menyaksikan bagaimana kehidupan masyarakat, saudara-saudara kita, yang terdampak dari situasi Covid-19 ini. Mereka yang sebelum wabah ini sudah merupakan dhuafa, maka dengan wabah ini semakin terhimpit dalam kesulitan. Jangan sampai dalam kondisi seperti ini kemudian banyak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau bahkan hal-hal yang dilarang agama. Maka di situlah kemudian ‘Aisyiyah bersama-sama dengan komponen persyarikatan yang begitu luas dan kuat, harus memastikan bahwa saudara-saudara kita harus menjadi bagian perhatian utama” ujar Siti Noordjannah.

Ia juga menambahkan, jangan sampai wabah covid-19 ini kemudian akan menjadikan kehidupan keluarga menjadi berubah karena “kegelisahan, galau, dan tidak punya harapan” ungkapnya. Itulah, ia melanjutkan, ‘Aisyiyah dalam hal ini harus bisa memberikan harapan. “Dan itu sudah kita tunjukkan selama ini, di situlah eksistensi ‘Aisyiyah di situasi seperti sekarang ini.”

Baca Juga:   Sikap Muhammadiyah dan Cerita Setelah dari Uighur

Saat ini ‘Aisyiyah sudah memasuki usia abad ke-2 sebagai organisasi perempuan muslim. Dalam pemaparan Siti Noordjannah, Milad ini juga merupakan bentuk rasa syukur terhadap nikmat Allah karena telah mengukir sejarah dalam berkontribusi dan berdakwah untuk kepentingan masyarakat semesta. “Oleh karena itu kita harus menjadi saksi pelaku bukan hanya saksi yang melihat dalam hal kontribusi dakwah untuk kepentingan kemanusiaan semesta” tuturnya.

Siti Noordjanah juga menambahkan bahwa memang negara masih banyak problem dan sisi keprihatinan. Dalam hal ini ia mengajak semua pimpinan dan warga ‘Aisyiyah untuk berkolaborasi terus memberikan kontribusi masukan-masukan kepada pemerintah agar tetap berjalan sesuai dengan konstitusi untuk kebaikan semua masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa sudah banyak komunitas dan komponen masyarakat lainnya yang ikut dalam menyelesaikan berbagai persoalan, salah satunya ialah Covid-19. Ia mengatakan bahwa hal ini merupakan bukti adanya kekuatan masyarakat Indonesia yang mana mayoritas muslim memiliki semangat berta’awun, bergotong royong.

Selain hal-hal di atas, Siti Noordjanah juga menekankan bahwa dalam milad ini perlunya bermuhasabah  apa saja yang sudah dilakukan oleh ‘Aisyiyah. “Generasi ‘Aisyiyah awal 100 tahun lalu yang luar biasa menjadi tauladan bagi kita semua, untuk itu kita harus menjadi tauladan pula bagi generasi ‘Aisyiyah yang akan datang” terangnya. (ran)