Alumni IPM Sumut Semarakkan Ramadhan dengan Berbagi

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Eksistensi Gerakan Alumni Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PENA IPM SUMUT) pantas diacungkan jempol. Selama Ramadan, PENA IPM telah melakukan program PENA IPM Berbagi untuk alumninya.

Ketua PENA IPM Sumut Besri Nazir dan Sekretaris Hari Baron kepada ‘Suara Muhammadiyah’ mengatakan, PENA IPM telah melakukan dua kali program berbagi untuk alumninya. Diharapkan dengan program ini, bisa meringankan ekonomi alumni yang sedang mengalami kesusahan ditengah pandemi Covid19.

Dijelaskan Hari Baron, pembagian Tahap I yang dikhususkan bantuan sembako senilai Rp.500 ribu cuma untuk 15 Alumni saja. Maka Selama 2 hari, tanggal 17-18 Mei 2020 PENA IPM SUMUT membagi lagi 50 paket bantuan Beras 10 Kg dan uang Rp.100 rb, kepada Alumni IPM, anak Yatim dan Keluarga Muhammadiyah yang membutuhkan.

PENA IPM SUMUT berharap bantuan ini bisa meringankan beban alumni yang mengalami kesulitan ekonomi.

Kata Hari Baron, mungkin jika kondisi saat Covid-19 ini masih berlangsung lama. PENA IPM SUMUT akan kembali menggalang donasi dan menyalurkan kepada mereka mereka yang membutuhkan.

WEBINAR PENA

Selain PENA IPM berbagi, juga dilakukan kegiatan seminar virtual melalui zoom meeting. Webinar berlangsung setiap sore selama sebulan dengan menghadirkan narasumber berkelas nasional yang masih alumni IPM. Seminar virtual yang menyajikan tema kajian yang beragam mendapat respon positif dari alumni.

IDUL FITRI BERBAGI

Setelah Ramadan, PENA IPM terus melanjutkan program silaturrahmi dan berbagi. Karena program protokol kesehatan yang membatasi interaksi warga maka PENA IPM Sumut pun menggelar program Idul Fitri berbagj.

Cara yang dilakukan adalah antar satu alumni dengan alumni lain berbagi kue lebaran yang dikirimkan dengan ojek online.
Dengan cara itu, silaturrahim dan saling mencicipi kue alumni tetap bisa berlangsung.

Baca Juga:   Curahan Hati Buya Syafii di Rakornas MPKU PP Muhammadiyah

Besri Nazir dan Hari Baron berharap musibah pandemi Covid bisa cepat berakhir agar warga dapat menjalankan proses jehidupan normal kembali. (Syaifulh/Riz)