Kajian Daring PCIM Mesir Bahas Peran Strategis Kader di Luar Negeri

KAIRO, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka mengisi kegiatan di Bulan Ramadan, PCIM Mesir mengadakan kajian daring bertemakan peran strategis kader Muhammadiyah di luar negeri pada Selasa (12/5) lalu. Kajian itu diikuti oleh para kadernya dan turut mengundang PCIM-PCIM lain di berbagai negara untuk berpartisipasi, karena tema kajian juga sesuai untuk kader Muhammadiyah di negara manapun.

Kajian daring kali ini mengundang Bapak Hajriyanto yang menjabat Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Lebanon guna menjadi pembicara. Dalam materinya, Beliau mengawali dengan menceritakan sejarah awal Muhammadiyah serta keadaan sosial politik di masa itu untuk menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh persyarikatan dan para kadernya. Persyarikatan Muhammadiyah yang terus berkembang sampai saat ini membuktikan etos kerja dan kecermatan kadernya dalam mengambil langkah di setiap keadaan. Hal ini harus diwarisi oleh kader Muhammadiyah termasuk yang sedang berkiprah di PCIM.

Selanjutnya, Hajriyanto menjelaskan bahwa kader Muhammadiyah harus memenuhi kualifikasi tri dimensi pengkaderan yang meliputi kader bangsa, kader umat dan kader persyarikatan. Ketiga dimensi tersebut harus dipenuhi bersamaan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pada satu waktu, kader harus mempunyai kualifikasi untuk berjuang demi kemaslahatan bangsa, umat dan persyarikatan sekaligus.

Sesi materi lalu diakhiri dengan pemaparan peran strategis yang dapat diambil oleh kader PCIM. Bpk. Hajriyanto memberikan beberapa contoh di antaranya adalah dengan mempelajari berbagai pemikiran dan gerak elitis untuk membaca keadaan dan langkah yang akan diambil ke depan. Hajri juga  menyampaikan pentingnya PCIM membangun jaringan kader, menggalakkan penerjemahan serta membina hubungan dengan berbagai pihak di luar negeri untuk kepentingan bersama. Kajian kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab yang cukup intens dan hidup. (Riz)

Baca Juga:   Dahlan Rais: Sekolah Muhammadiyah Harus Menjunjung Moralitas dan Kejujuran