24 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 4, 2020

Allah Memperkenalkan Diri (29) Ikhtisar Tentang Allah

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Revitalisasi Pancasila Jangan Sampai Mengulang Tragedi Masa Lalu

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ada dua peristiwa yang membuat kita kembali mempertanyakan Pancasila: (1) pro-kontra Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila,...

MDMC Luwu Kembali Salurkan Bantuan, Tim Relawan Banjir Bandang Tetap Siaga

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Manajemen Center) atau Satgas Bencana Muhammadiyah Kabupaten Luwu tiba di Masamba, Kabupaten Luwu Utara di...

Silaturahim dengan PDM, Menko PMK Tinjau Lokasi Banjir Luwu Utara

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Prof Dr Muhajir Effendi, MAP tiba di Luwu Raya melalui...

Sayembara Business Plan Sociopreneur Cabang & Ranting Muhammadiyah 2020

Suara Muhammadiyah – Sayembara dengan total hadiah puluhan juta rupiah sudah mulai dibuka oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah. Agenda...

Program Kemaslahatan, Lazismu Gorontalo berbagi Daging Qurban di 4 Wilayah

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Tema besar qurban tahun ini adalah qurban untuk ketahanan pangan, yang bertujuan untuk diberikan kepada fakir miskin dan...
- Advertisement -

Oleh: Lutfi Effendi

Al-Qur’an adalah kitabullah  (kitab Allah). Diturunkan pertama kali di bulan Ramadhan diperuntukkan bagi manusia. Karenanya, selama Ramadhan ini, penulis akan menyajikan bagaimana Allah memperkenalkan dirinya kepada manusia lewat Al-Qur’an. Tentu hanya sebagian saja yang bisa disajikan selama 30 hari di bulan Ramadhan ini.  

Bulan Ramadhan segera berakhir, sudah kita bahas Al Qur’an tulisan bertajuk Allah Memperkenalkan Diri sampai Qs Al Baqarah ayat 27. Ada dua hal pokok yang disampaikan Allah hinga ayat ini. Pertama Memperkenalkan DiriNya Sendiri, Kedua memperkenalkan hubungan Allah dengan Manusia terkait  dengan petunjuk yang telah Allah berikan.

Untuk tulisan kali ini akan membahas hal yang pertama, ikhtisar tentang Allah yang telah dibahas pada bulan Ramadhan. Sedangkan tulisan yang kedua akan dibahas pada akhir Ramadhan.

Sejak awal kita membaca Kitab Suci Al Qur’an, Allah sudah memperkenalkan diri pada pembacanya. Allah memperkenalkan namaNya sekaligus sifatNya yang Ar Rahman (Maha Pengasih) dan Ar Rahim (Maha Penyayang) (Qs Al Fatihah ayat 1).  Ar Rahman dan Ar Rahim merupakan asmaul husna yang disebut paling awal.

Allah yang Ar Rahman karena Allah merupakan robbul alamin ( pemelihara alam semesta) (Qs Al Fatihah ayat 2). Dia memberi makhluk yang ada di alam raya ini tanpa perhitungan. Maka patutlah hanya Dia yang patut dipuji, Alhamdulillah (Qs Al Fatihah ayat 2).

Allah yang Ar Rahim karena Allah merupakan pemilik hari pembalasan (Qs Al Fatihah ayat 4). Dia merupakan Penguasa Akhirat, sedangkan sebagai Ar Rahman sebagai Penguasa Dunia. Karenanya Ar Rahman Ar Rahim (Qs Al Fatihah 3) merupakan penguasa dunia dan akhirat. Sebagai penguasa dunia dan akhirat maka amat patutlah hanya kepada Dia kita menyembah dan hanya kepada Dia kita minta pertolongan (Qs Al Fatihah ayat 5). Sebab hanya Dia yang bisa memberi petunjuk (Qs Al Fatihah ayat 6) dan hanya Dia yang bisa memberi kenikmatan (Qs Al Fatihah ayat 7).

Allah yang Ghoib (Qs Al Baqarah ayat 3) patutlah Dia disembah oleh orang yang takwa (Qs Al Baqarah 3). Karena Dia juga yang memberi rezeki kepada manusia (Qs Al Baqarah 3). Salah satu rezeki yang diberikan Allah kepada manusia ialah lewat diturunkan hujan yang kemudian dari hujan itu menumbuhsuburkan tanaman yang manfaatnya untuk manusia (Qs Al Baqarah ayat 22).

Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (Qs Al Baqarah ayat 20) Dia yang menciptakan manusia (Qs Al Baqarah ayat 21) dan juga menciptakan Bumi dan Langit (Qs Al Baqarah ayat 22). Dia lah yang patut disembah dan tidak ditandingkan.

Lalu apa yang bisa kita ambil dari pelajaran di atas?  Inti dari Maha SegalaNya Allah, baik itu Ar Rahman, Ar Rahim, Al Khaliq  Ar Razaq dan lainnya adalah agar manusia hanya menyembah Allah dan tidak menandingkanNya dengan yang lain. Yang lain tidak ada apa-apanya dibanding Allah SwT. Kalau Allah sudah mencukupi, kenapa cari yang lain. Waallahu a’lam bisshawab  (***)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles