Maklumat Akhir Ramadan PCIM Malaysia


30 Ramadan 1441H / 23 Mei 2020

Assalamualaikum Wrt Wbt

Yang saya hormati dan banggakan, Bapak-bapak, Ibu-ibu dan Saudara-saudariku warga Muhammadiyah Cabang Istimewa Malaysia.

Alhamdulillah kita semua masih diberikan umur dan kesehatan untuk menjalankan aktivitas kerja, kuliah dan ibadah hingga di penghujung bulan Ramadan 1441 H ini. Perkenankan saya bertegur sapa serta berdoa, agar kita semua mendapatkan Ramadan yang mulia lagi memuliakan, meraih kriteria taqwa yang menggerakkan dan menjadi insan yang lebih baik dan tercerahkan.

Dua bulan terakhir ini, hari-hari kita sebagai insan Persyarikatan tidak pernah sepi. Krisis Covid-19 yang melanda kita semua telah membangunkan kesadaran pentingnya bergerak dan bertindak bersama.

Kesusahan karena kawalan pergerakan telah mendidihkan buih-buih solidaritas yang memang sudah ada di dalam DNA kita sebagai warga Muhammadiyah.

Maka bergeraklah kita dalam cita dan cinta sesama, berusaha menebar manfaat untuk semua: yang dekat dan jauh, yang masih berdiri maupun yang hampir jatuh, yang hanya tinggal air mata dan juga peluh.

Apapun itu peran dan posisi yang kita ambil, di garda terdepan, tengah atau belakang. Melangkah dalam keringat atau meringis dalam munajat. Turun ke lapangan meredah wabah atau aktif di medan jihad digital. Sungguh semuanya tetap menjadi bagian dari upaya kolektif kita mengharungi cobaan karena lockdown dan krisis Covid-19 ini.

Ijinkan saya atas nama Persyarikatan mengucapkan setinggi tahniah dan terimakasih kepada pasukan Relawan Baksos Covid-19 yang terdiri dari puluhan aktivis PCIM, PRIM, PCIA dan PRIA serta barisan IMM Malaysia.

Tak mudah jalan mereka ini, karena berbagai jenis halangan dan kerumitannya.

Meredah takut akan wabah, itu yang paling pertama dan utama. Mengorbankan waktu dan tenaga, walau sering dihadang sekatan jalan raya. Tak jarang kena marah pihak berwenang pun ada. Malah ada yang harus berurusan dengan Polisi dan digelandang ke ruang tahanan walau tak berlama-lama.

Memang beragam suka dukanya. Namun selagi kita terus bersamai para relawan ini, semakin semangat mereka bergerak.

Baca Juga:   Banjir Tolitoli, Tim MDMC dan LazisMu Evakuasi Korban Terdampak ke Pos Muhammadiyah

Tak lupa kita berterimakasih atas kerjasama pihak Kedutaan Indonesia serta dukungan seluruh Ormas di Malaysia, sehingga dibentuklah atas prakarsa bersama sebuah aliansi Ormas Indonesia di Malaysia agar menciptakan daya gedor yang lebih kuat dalam membela Pekerja Migran Indonesia.

Hadirnya para donatur yang dikirim oleh Allah menjadi pemecut semangat Ta’awun kita ini. Dimulai dari “modal” kecil kas PCIM sebanyak seribu Ringgit agar bisa bergerak cepat, PCIM dititipkan donasi lebih dari RM 138,000 (setara Rp 468 juta) yang sebagian telah dibelanjakan paket Sembako dan didistribusikan untuk 3000 lebih WNI/PMI yang terdampak, dan sebagian lagi untuk program pemberdayaan umat melalui Lazismu Malaysia.

Kepada para donatur mulai dari warga PCIM sendiri, teman-teman ekspatriat, maupun warga tempatan simpatisan Muhammadiyah, kami haturkan syukur kepada Allah dan terimakasih. Wabilkhusus, Orang Tua kami di Pimpinan Pusat Lazismu, PWM dan MCCC Jawa Timur, serta PDM Tuban yang turut membantu secara langsung. Semoga Allah Swt meridhoi kita.

Bapak/Ibu/Saudaraku sekalian,

Gerakan #stayathome atau #dirumahsaja telah merubah warna dinamika Persyarikatan kita di Malaysia. Demi menyesuaikan diri dengan kondisi dan realita yang ada, serta mengikuti arahan pemerintah setempat, dan juga menaati nasihat dan panduan pimpinan Persyarikatan, maka PCIM sejak awal lagi melakukan banyak penyesuaian.

Berbagai pengajian rutin dihentikan. TPA-TPA kami liburkan. Pesantren Kilat Ramadan pun terpaksa ditiadakan setelah 10 tahun berturut-turut dilaksanakan. Pertemuan pengurus sejak awal Maret dilakukan secara daring (online).

Lalu datanglah bulan Ramadan, segala rencana dibatalkan, termasuk majelis iftar dan tarawih keliling ke Ranting-ranting kita. Maka apakah kita berhenti disitu?

Ternyata PCIM Malaysia menolak untuk berhenti, enggan untuk hibernasi, nyata tiada titik untuk organisasi.

Maka dibukalah jendela baru yang berwarna dakwah digital. Dimulai dengan Tabligh Akbar online bersama Ketum PP Muhammadiyah dan PP ‘Aisyiyah menjelang Ramadan, disusul dengan berbagai Kajian Online PCIM, PCIA, MDMC dan tentunya IMM Malaysia.

Baca Juga:   Haedar Nashir: Muhammadiyah akan Tetap Bekerja sebagai Ormas

Mulai dari Pimpinan tertinggi Persyarikatan, Ortom, AUM, juga para dokter, profesional dan pegiat kampus, dakwah dan pendidikan – semuanya berhasil diajak mengisi Forum online kita. Beberapa PTM seperti UMY, UMJ dan Uhamka pun kita gandeng. Tak kurang kami mencatat dalam 60 hari lockdown kemarin, sudah ada 22 forum kajian yang kita selenggarakan. Artinya, rata-rata tiga hari sekali kita adakan kajian; sebuah intensitas yang tinggi sekali.

Berlakulah sebuah kaidah ushuliyah yang berbunyi, “Al-asy ya’u idza dooqot ittasa’at”. Segala sesuatu dalam kondisi menyempit pasti akan ada cara untuk meluaskan. Dimana ada kesempitan, disitu ada kesempatan.

Maka untuk menyemarakkan kajian tersebut, publikasi media sosial dan digital diperkuat untuk membersamai dinamika ini, agar gaungnya dapat diteruskan kepada semua. Maka aktiflah pemberitaan dan publikasi melalui FB, Twitter, Instagram, YouTube, WhatsApp dan juga Website PCIM Malaysia.

Setiap hari kita disuguhkan tadzkirah dan tulisan pelbagai dari Ustadz M. Arifin Ismail, Ustadz M. Ali Imran, Ust. Zulfan Haidar, Ust. Sutrisno, Ust. M. Husnaini, Ust. Muslihun, Ustz. Betania Kartika, Ust. Shobahussurur, Ust. Imron Baehaqy dan lainnya. Alhamdulillah, dakwah digital makin meluaskan gerakan kita.

Selain Inisiatif diatas, program inovatif juga dilaksanakan seperti Reuni MESRA daring/online, Malam takbiran online, dan juga Khutbah Idul Fitri daring pada pagi Hari Raya Idul Fitri. Alhamdulillah, roda Persyarikatan ini terus bergerak dan bergerak.

Di akhir Ramadan ini, ingin juga saya mengingatkan untuk membayarkan Zakat Fitrah anda ke Lazismu Muhammadiyah, melalui Kantor Layanan Malaysia. Alhamdulillah meski baru setahun diresmikan, Lazismu Malaysia pada tahun ini dapat melipatgandakan penerimaan Zakat Fitrah sehingga mencapai RM 10,500 (setara Rp 35.5 juta) yang akan didistribusikan sampai malam Syawal nanti dalam bentuk 2 ton beras, sembako dan juga tunai. Muzakki pun sudah meluas tidak hanya warga Persyarikatan, namun juga dari para ekspatriat Indonesia dan mahasiswa yang bernaung di Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia.

Baca Juga:   Sikapi Penyerangan Gereja Toraja, Muhammadiyah: Semua Agama Tidak Membenarkan Penyerangan Rumah Ibadah

Bapak/Ibu/Saudaraku.
Seperti yang pernah kami sampaikan sebelum ini. Kita ingin menjadi Muslim dan Warga Per