28.9 C
Yogyakarta
Senin, September 21, 2020

Mengenang Mahfud Ahmad Wartawan Cermat dan Penuh Semangat

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Berdayakan Potensi Kader, NA Solo Garap Lumbung Ketahanan Pangan

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pandemi covid-19 yang tak kunjung berakhir dan cenderung makin signifikan pertambahan jumlah pasien yang positif. Konsekuensinya adalah banyak...

LLHPB ‘Aisyiyah DIY: Perhatikan Ketahanan Tubuh dan Gizi Anak Era Pendemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Webinar Seri 3 Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY dengan tema Edukasi...

Kenaikan Tarif Cukai 30% Hasil Tembakau Untuk Mendukung Pencapaian Target RPJMN Indonesia

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada 21 September 2020, Center of Human and Economic Development ITB Ahmad Dahlan Jakarta menyelenggarakan konferensi pers untuk...

Pernyataan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tentang Penanganan Pandemi Covid-19

PERNYATAAN PERS PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH NOMOR 20/PER/I.0/H/2020 TENTANG PENANGANAN PANDEMI COVID-19

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah: Minta Presiden Pimpin Penanganan Covid-19, Tunda RUU Ciptaker, hingga Tinjau Kembali Pilkada

Pernyataan Pers Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 20/Per/I.0/H/2020 Tentang Penanganan Pandemi Covid-19 Sudah lebih dari enam bulan, bangsa Indonesia...
- Advertisement -

Kalau saya tidak lupa dengan beliau karena pernah satu tim. Yaitu Tim RIP (Rencana Induk Pengembangan) suara Muhamadiyah, Tim ini terdiri Mustofa W Hasyim, Aulia Muhammad, Mahfud Ahmad, Yusuf A Hasan dan Immawan Wahyudi.

Tim ini sukses membuat RIP yang kemudian dibawa ke Raker Suara Muhammadiyah di Kaliurang. Beberapa rekomendasinya diterapkan kemudian. Mahfud Ahmad merupakan salah satu redaktur Suara Muhammadiyah yang terbaik.

Orangnya selalu bersemangat,  bekerja memenuhi standar jurnalistik yang baku dan setia pada deadline. Waktu nulis skripsi dan melakukan penelitian di kilang minyak Pertamina di Cilacap, dia menemukan cairan yang dapat digunakan untuk membersihkan karat-karat pada pipa minyak. Ini saya nilai luar biasa, ketekunan dan kecermatan dia.

Sebagai Redaktur Pelaksana Suara Muhamadiyah, waktu itu saya hampir tidak punya keluhan terhadap kerja jurnalistik Mahfud Ahmad.

Suatu hari dia ingin meningkatkan kemampuan jurnalistik dia dengan mengikuti pelatihan jurnalistik berstandar tinggi di LP3Y yang dipimpin Bang Hadi (Ashadi Siregar) mewakili Suara Muhamadiyah.

Seusai latihan dia ingin menerapkan ilmunya di tempat yang menurut pertimbangan dia lebih kondusif.  Bukan di Yogyakarta tapi di Jakarta. Sejak itu saya berpisah dengan dia, hanya sekali-sekali berkomunikasi  denganya.

Selamat jalan, Mahfud Ahmad, izinkan kami mengenangmu dengan segala baktimu.

(Musthofa  W Hasyim)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles