32 C
Yogyakarta
Selasa, Oktober 20, 2020

MHH PWM Sumut Kutuk Keras Pelaku Teror yang Catut Muhammadiyah Klaten

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

UMP Semakin Berkualitas, Penerimaan Mahasiswa Baru Tidak Menurun

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melaksanakan acara Pertemuan Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru secara daring pada Selasa (20/10).

Talkshow NA Magelang: Perempuan Mampu Berperan secara Seimbang

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Suatu saat akan sampai pada waktu dimana seorang perempuan memiliki tanggung jawab dalam menjalankan peran sebagai seorang ibu,...

Sekda Sumut Diangkat Dosen Tetap UMSU

MEDAN, Suara Muhammadiyah –  Dr Ir Sabrina, MSi resmi menjadi dosen tetap di ligkungan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara menyusul diserahkannya surat keputusan Rektor...

Muhadjir Effendy: Fresh Graduate Segera Menjadi Angkatan Kerja Produktif

MALANG, Suara Muhammadiyah - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy didapuk memberikan orasi ilmiah di gelaran Wisuda ke-97...

Harapan Harijadi UMS ke-62: Terus Solutif dan Kontributif

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan serangkaian kegiatan dalam memperingati harijadi yang ke-62. Kegiatan di antaranya adalah kerja bakti...
- Advertisement -

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Sumatera Utara (MHH PWM Sumut) mengutuk keras tindakan teror dan ancaman kepada mahasiswa penyelenggara Diskusi Ilmiah Constitutional Law Society (CLS) dan pembicara dalam forum diskusi tersebut, karena tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di republik ini.

“Kita mengecam tindakan pelaku teror tersebut, terlebih pelaku juga telah mencatut atau menggunakan nama organisasi Muhammadiyah Kabupaten Klaten tanpa hak dan sewenang-wenang untuk mendapat keuntungan pribadi atau kelompok secara melawan hukum,” ujar Faisal SH MHum, Ketua MHH PWM Sumut di Medan, Ahad (30/5/2020).

Faisal menjelaskan, MHH PWM Sumut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi Muhammadiyah yang memiliki struktur organisasi mulai dari Pimpinan Pusat hingga Pimpinan Ranting yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Karena itu, MHH PWM Sumut juga turut merasa dirugikan atas peristiwa tersebut.

MHH PWM Sumut menilai, bahwa tindakan pelaku selain bersifat mengadu-domba yang berpotensi menimbulkan kegaduhan dan memunculkan benih perpecahan dalam masyarakat berbangsa.

“Tindakan tersebut juga telah merugikan dan merusak nama baik persyarikatan Muhammadiyah,” sebut WD I Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini.

Selain itu, lanjut Faisal,  tindakan pelaku dikualifisir sebagai tindakan melanggar hukum dan dapat diproses secara pidana.

“Karena itu, untuk menghindari kegaduhan dan perpecahan di masyarakat serta dalam rangka menjamin penegakan hukum, maka MHH PWM Sumut mendesak pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas kasus tersebut, sehingga pelaku dapat tertangkap dan mempertanggunjawabkan perbutannya,” tegas Faisal. (Syaifulh/ Riz)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles