In Memorium Machfud Ahmad; Sejawat di Suara Muhammadiyah dan IMM

Oleh: Imron Nasri

Lama tidak mendapat berita dan tidak pernah lagi kontak, setelah dia meninggalkan Suara Muhammadiyah (SM) beberapa tahun yang lalu, tiba-tiba pada 31 Mei 2020 saya membaca disebuah grup WA berita meninggalnya Machfud Ahmad. Setengah tidak percaya, saya mengontak teman yang mengirim berita itu. Saya menanyakan apakah benar Machfud meninggal dunia? Dijawabnya, “Benar”. Saya katakan, bahwa saya sudah lama tidak kontak dengan Mahfud. Menurut teman itu, sudah lama sakit-sakitan, terkena jantung dan gula. Sudah harus pasang ring, tapi belum sempat karena merasa masih kuat.

Saya terkejut mendengar cerita singkat teman itu. Karena setahu saya, selama kami bersama-sama ikut mengelola majalah Suara Muhammadiyah tidak ada tanda-tanda dan tidak pernah mengeluh sakit. Dia tetap semangat dan energik. Selama bersama-sama di SM, banyak konsep yang disampaikan oleh Machfud dalam rangka mengembangkan SM. Tapi, konsep-konsep yang sudah disusun itu belum sepenuhnya terlaksana, karena dia pindah ke Jakarta. Sejak kepindahannya ke Jakarta itu, saya dan teman-teman yang masih ada di SM (waktu itu) kehilangan kontak.

Selain pernah bersama-sama menjadi sejawat di SM, kami juga pernah bersama-sama aktif di DPP IMM, ketika DPP IMM Ketua Umumnya Agus Samsudin (Sekarang Ketua MPKU PP Muhammadiyah). Kami mengakhiri di kepengurusan di DPP IMM saat Muktamar IMM ke-7 Di Purwokerto, 1992. Sebelum itu, Machfud pernah aktif di IMM Komisariat UGM, dan DPD IMM DIY.

Namun, walaupun kami tidak aktif lagi di IMM, tetapi masih sering terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh IMM. Terutama yang berkaitan dengan training-training jurnalistik. Machfud sering diminta untuk mengisi. Apalagi dia punya basic jurnalistik, sejak dia ikut mengelola majalah Mahasiswa Balairung yang diterbitkan oleh mahasiswa UGM. Kami juga sering berbagi cerita tentang kondisi dan perkembangan IMM waktu itu. Apalagi pasca Muktamar IMM di Purwokerto, banyak dinamika yang muncul didalam tubuh IMM. Mungkin karena situasi dan kondisinya, sudah mulai berubah dari periode-periode kepengurusan IMM sebelumnya.

Baca Juga:   Bahtiar Effendy, Guru yang Inspiratif dan Humoris

Kabar wafatnya Machfud Ahmad, sungguh mengagetkan. Semoga kepergiannya dengan husnul khatimah. Dan keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan dan kesabaran.**