23.5 C
Yogyakarta
Sabtu, Agustus 15, 2020

Pentingnya Kedisiplinan dalam Melawan Covid-19

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Peduli Kampung Halaman, Mahasiswa UMY asal Kebumen Digitalisasi UMKM

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Sebagai bentuk kepedulian terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kebumen, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan...

Dakwah Kultural dengan Produksi Film Berbasis Masyarakat

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Ide menarik dilakukan oleh Budi Dwi Arifianto dan Zein Muffarih Muktaf, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah...

Dosen UMY Lakukan Pendampingan Manajemen Infaq Masjid

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Pengabdian Masyarakat merupakan implemetasi catur dharma perguruan tinggi. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah...

Uji Sertifikasi Kompetensi untuk Penyunting Naskah atau Editor

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Penulisan buku non fiksi, Penyunting Naskah/Editor, Penyunting Substantif kerjasama Program Studi Magister Pendidikan IPS,...

Pengabdian Masyarakat, Dosen FEB UMY Suburkan KWT Amanah ‘Aisyiyah Bausasran

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Isthofaina Astuty bersama dengan Meika Kurnia Pudji RDA, dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bagi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, media merupakan bagian utama dari pilar demokrasi. Di negara dengan sistem demokrasi yang baik, media memiliki peranan yang kuat. Sehingga media memiliki posisi yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Karena sangat pentingnya peran media ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah merasa berterimakasih atas sinergi yang telah dibangun hingga sekarang.

Agus Taufiqurrahman, Ketua Pimpinan Pusat Muhamadiyah menyampaikan bahwa saat ini menjadi waktu yang penting bagi setiap elemen masyarakat untuk bersungguh-sungguh mempersiapkan langkah yang tepat. Tentu hal ini mengharuskan kita belajar dari pengalaman negara-negara lain dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Sekalipun pengalaman tersebut tidak dapat disamakan dengan negara tertentu. Namun proses belajar kita adalah dengan cara tidak mengulangi kesalahan yang sama,” paparnya.

Fenomena yang terjadi baru-baru ini, beberapa negara mulai melonggarkan kebijakannya dengan menggunakan istilah new normal. Rupanya ada negara yang berhasil dan ada pula yang kembali melakukan pengetatan karena terjadi peningkatan jumlah penderita Covid-19. “Karenanya kita harus memiliki kesungguhan dan sikap yang tepat. Sekalipun belum ditemukan vaksinnya kita tetap mampu mengendalikan perjalanan Covid-19 ini,” harapnya.

Maraknya ketidakdisiplinan di banyak tempat mengakibatkan segala kebijakan yang direncanakan tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Ketidakdisiplinan juga menjadi faktor utama gagalnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan di beberapa daerah. “Hasil dari PSBB tidak seperti yang diharapkan karena tidak adanya kedisiplinan dari masyarakat,” tegasnya

Bagi Muhammadiyah, faktor kesehatan dan ekonomi memiliki nilai yang sama penting dan tidak bisa dipisahkan. Keselamatan jiwa dan kesejahteraan hidup, keduanya merupakan amanat undang-undang yang harus kita patuhi bersama. “Keselamatan dan kesehatan harus diutamakan. Kesejahteraan akan tetap kita pikirkan,” ujar Agus Taufiqurrahman dalam acara media gathering pada Senin, 1 Juni 2020 di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah.   

Di kesempatan yang sama Ketua MCCC PP Muhammadiyah, Agus Syamsuddin mengajak seluruh lapisan masyarakat besatu padu dan bersama-sama mencari jalan keluar terbaik. Dampak dari pandemi Covid-19 yang luar biasa mengharuskan seluruh masyarakat memiliki pemahaman serta tekad yang sama. “MCCC dengan segala kelebihan dan kekurangannya telah memaksimalkan potensinya. Sampai saat ini telah ada 77 Rumah Sakit Muhammadiyah yang menampung lebih dari 50 ribu pasien Covid-19,” ungkapnya.

Dibutuhkan kesadaran kolektif dari masing-masing masyarakat dalam upaya melawan Covid-19. Kesadaran yang dibangun tidak hanya berhenti pada pemakaian masker dan membiasakan diri cuci tangan. Harus ada kesadaran secara universal tentang hidup bersih dan sehat serta mematuhi segala protokol kesehatan yang berlaku. “Satu-satunya cara menumbuhkan kesadaran ini adalah dengan edukasi. Jika ini tidak dilakukan dengan baik, maka akan ada gelombang kedua,” tutupnya. (diko)  

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles