31 C
Yogyakarta
Selasa, Juli 7, 2020

Wakil Rektor UM Jember: Perkuat SDM dan IT Hadapi New Normal

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Ta’awun Sosial PRA Wirobrajan Berbagi Sesama

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Wirobrajan mengajak masyarakat untuk Sedekah Jariyah Peduli Covid-19 dengan cara yang unik. Bertajuk “Ihlas Berbagi...

Webinar IMM STIT Muhammadiyah Bojonegoro Bahas Arah Pendidikan di Masa Pandemi

BOJONEGORO, Suara Muhammadiyah - Menyikapi Arah Pendidikan dan Isu Reshuffle Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ahmad Dahlan STIT Muhammadiyah Bojonegoro gelar Webinar Nasional....

Haedar Nashir: Umat Islam Harus Paham Sejarah dan Menjaga Moderasi Pancasila

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila menuai polemik. Pimpinan Pusat Muhammadiyah berpendapat bahwa RUU HIP tidak terlalu...

Guru SD MI Muhammadiyah Kenteng Trainer Software Berbasis Komputasi Awan

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Microsoft 365 adalah produk layanan berlangganan yang ditawarkan oleh Microsoft sebagai bagian dari lini produk Microsoft Office....

Raker SD Muhammadiyah 2 Kota Langsa, Seralaraskan Visi Misi

KOTA LANGSA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah 2 Kota Langsa terus bersiap memasuki tahun ajaran baru 2020 – 2021.  Diawali Rapat Kerja...
- Advertisement -

JEMBER, Suara Muhammadiyah – Indonesia tengah menuju kenormalan baru atau New Normal. Wakil Rektor 2 Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember), Drs Akhmad Suharto MP mengungkapkan bahwa kita harus mempersiapkan diri dalam menghadapi new normal dengan membawa perubahan ke arah lebih baik. “Lembaga kita harus melakukan upgrade penguatan di bidang Sumber Daya Manusia dan IT,” ucap Harto, Kamis (4/6).

Dalam dunia pendidikan, Harto mengatakan bahwa New Normal akan melahirkan kebijakan-kebijakan baru yang mengharuskan agar kita beradaptasi dengan kondisi yang ada. Pertama, saat menjelang Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) seperti ini harus memaksimalkan penggunaan IT mulai dari proses pendaftaran sampai proses seleksi mahasiswa baru. Bagi perguruan tinggi yang sudah menerapkan penggunaan IT sudah terbiasa dan tidak kaget, “Bagi yang belum terbiasa dan masih baru harus meraba-raba dan mencari cara agar bisa maksimal.”

Kedua, kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) dalam New Normal juga melahirkan cara terbaru dengan menggunakan daring. Hal tersebut menuntut para pengajar harus melek sistem agar PBM daring bisa berjalan optimal. Yang biasanya pembelajaran dilakukan tatap muka di kelas, saat ini harus dilakukan secara online. “Namun, yang jadi pertanyaan apakah semua dosen bisa menggunakan teknologi?” ungkap Harto. Smartphone dan jaringan internet menjadi hal penting dalam pelaksanaan pembelajaran secara daring. Namun persoalan lain muncul ketika kondisi mahasiswa di daerah yang sulit sinyal. “Mahasiswa kita kan tidak semua di kota, banyak di daerah pedesaan yang susah sinyal.” ujarnya. Maka dari itu, prosedur daring yang dilakukan akan menentukan seberapa efektif hal ini.

Di dalam perkuliahan, ada beberapa mata kuliah yang tidak bisa dilakukan secara daring, semisal pratikum. Maka hal tersebut harus dilakukan sesuai aturan dengan mengikuti protokol Covid-19 yang ada. “Pratikum harus dilakukan sesuai SOP yang berlaku di peraturan new normal.” Kesuksesan program daring juga akan berimbas pada kualitas lulusan yang tetap berkompeten.

Harto menjelaskan bahwa segala peraturan yang sudah ditetapkan dalam New Normal tidak akan bisa berjalan apabila edukasi dan kebijakan tidak diterapkan pada masing-masing individu. “Disiplin harus dipayungi dengan aturan yang mengikat.” jelasnya. (zahra)

Berita sebelumyaKaum Muda sebagai Penggerak Dakwah
Berita berikutnyaKhatib Simpatik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles